Latest News
Friday, November 23, 2012

Puisi-puisi Ken Fitria

Ken Fitria. Awalnya iseng menulis buku harian pribadi dan cerpen saat masih duduk di bangku SMU (cerpen pertamanya berjudul 'INAH' di muat di buletin cetak sekolah dan mendapat respon positif dari para sahabat karena tema yang diangkat sangat konyol dan natural). 

Namun sejak tahun 2004, mulai 'tertantang' menekuni penulisan-penulisan puisi, baik puisi berbahasa Indonesia atau puisi berbahasa Inggris, juga sesekali menulis haiku. Beberapa puisinya dimuat di majalah AKSARA dan situs ceritanet.com, situs oase kompas, di blog pribadinya (http://pertama.blogdrive.com) juga di note FB. Buku kumpulan puisi pertamanya, “Kusebut Kau Perempuan Tanah” (2011) telah terbit dan merupakan kumpulan karya-karyanya bersama tiga penulis perempuan Jawa Timur.

Salah satu buku puisi kesukaannya adalah 'Para Pembunuh Waktu ' karya Dorothea Rosa Herliany dan 'Honey and Salt ' karya Carl Sandburg. Cita-cita menjadi penulis puisi masih akan selalu ada dalam 5 teratas daftar impiannya, dan buku antologi puisi ini adalah debut perdananya. Sampai kapan pun menulis puisi akan menjadi salah satu ritualnya di sela-sela kesibukannya bekerja di Kebun Raya Purwodadi LIPI dan mengurus keluarga dan buah hati.

KARYA-KARYA KEN 

MALAIKAT KECIL

kau adalah cinta yang tak pernah lekang
selalu hadir
selalu kami rindu
berisitirahatlah dengan tenang, nak
sebab di sana
kita kelak bertemu

IBU
tak ada yang sempurna
mencintai
tetapi
ibu
adalah tempat belajar
tentang cinta
sayang
dan memaknai
`sepi bukan berarti sendiri
tapi sendiri adalah merindumu untuk kembali'

 
EL

aku memelukmu
dalam haru yang paling jauh
kau yang tahu
yang paling tahu aku

 
PUISI UNTUKMU

"jika esok adalah penyesalan, maka hilangmu adalah sesal paling dalam"

adalah aku
yang sedapat mungkin ingin memutar arah jarum jam
memutar arah angin
memutar segala penjuru pada titik aku pernah terlena melupakanmu

aku ingin kembali
saat kau selalu membagi senyum
di senja paling ranum

ketika kau mulai merasa sendiri dan sepi
ingatlah bahwa aku selalu di hati menemani
seperti nyanyi perdu yang demikian syahdu

aku ada untuk kau cintai


AKHIRNYA ADALAH CINTA

aku hanya ingin membuatmu nyaman dengan bermacam perasaan
kau atau aku tak pernah tahu apa yang waktu janjikan
kuharap rasa apapun itu
akhirnya adalah cinta


SELALU TENTANG HUJAN, KAU DAN CERITA KITA

aku masih menyimpan sajak-sajak yang sengaja kau tulis pada dinding sepi
saat kita demikian jauh dan sendiri
:
dan selalu saja hujan jadi saksi
tentang rindu
yang tak pernah mampu kita sampaikan lewat nyanyi pelangi

aku tahu
kau tak pernah benar benar menghilang
kemudian pergi

kau
serupa pelangi
yang selalu datang usai hujan berhenti

kau adalah pagi
dan sayangmu adalah sulur sulur mentari
yang selalu hangatkan hati

selamat datang cinta
pagiku adalah kau
lengkap dengan sebentuk rindu



----------------
KEN FITRIA
UPT BKT KR Purwodadi LIPI
Jl Raya Surabaya - Malang km 65
Purwodadi, Pasuruan 67163


  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Puisi-puisi Ken Fitria Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com