Latest News
Tuesday, January 22, 2013

Kumpulan Puisi Karya : Vina Sriwahyuni





Luka
Air mata membalut senyum
Duka terselip di balik tawa
Ceria, gembira
Seperti tak tau apa itu luka?

Aahk ...Sudahlah
Aku iri dengan senyum itu
Tapi, aku sudah tergelincir ke jurang hatimu
Lembah cinta teramat dalam
Tidak! Tidak! Aku katakan tidak!
Aku benci
Sudah terlanjur
Pergilah!
Jera sudah kupikul luka ini
Sungguh, aku sakit


Pelangi Senja
Senyum kecil masih merekah
Di sisi tipis bibir  mungil
Mata sendu menyapa manja
Seakan membenamkan mata hati

 Kucoba lukis nama dan senyum di benak tanpa ragu
Dengan alunan nada cinta tinta biru
Harapku  takkan pudar seiring bergulirnya waktu
Sebab, sudah terlanjur senyummu membekas di memori

Kau  pelangi senja!
Masih adakah cinta di pelupuk matamu?
Masih adakah ruang tunggu di taman hatimu?
Masih adakah rindu yang kita semai dulu?
Masihkah kau menjaga kesucian cintaku?

Wahai pelangi senja!
Masihkah setia kau tasbihkan doa di setiap sujudmu?
Masih adakah lukisan namaku di album biru itu?
Masih tersematkah kata cinta untukku?

Pelangi senja!
Amarahku sirna bersebab senyummu
Cinta  terjaga bersebab hatimu
Sungguh  inginku satu, kesederhanaanmu


Asmara
Aku diam menatap senja
Menyapa langit yang menghitam
Tampaknya gerimis hendak datang
Hati gundah ketakutan

Teringat saat pilu melekat
Seakan rindu masih tersemat
Pertama kali kau berucap
Masih teringat di benak

Aaahk..sudahlah
Lupakan saja Bayang-bayang itu
Tiada guna kau mengemis waktu
Yang melaju meninggalkanmu


Masih terpapar senyum hambar
Di sela bibir yang  membiru
Berharap waktu kembali
Menata asmara
Sudah kukatakan, itu mustahil!
Waktu pasti berlalu meninggalkan bayang-bayang

Tergores sudah di album biru
Terlukis sudah di memori
Tentang luka yang pernah kau torehkan di relung hati
Tentang cinta yang pernah kau bisikkan di telinga
Tentang kasih yang pernah kau berikan di hari- hariku
Dan tentang benci yang pernah kau bersihkan di ruang tamu  hatiku
Kasih, jadikan kenangan bersamaku kenangan terindah di hidupmu
Takkan pudar seiring bergulirnya waktu
Takkan padam walau waktu kian melaju
Simpanlah baik-baik di bilik hatimu
Bersebab, ini asmara antara kau dan aku



Antara Tangis dan Gerimis
Gerimis malam pun datang
Sekejap kutenangkan pikiran
Tergeletakku sendirian
Tanpa teman untuk bersandar

Tanpa sadarku
Buliran bening membasahi pipi
Ingin rasa aku berada di antara gerimis malam
Hanya untuk kedinginan pikiran

Mengingat ucapan yang terlontar
Walau canda belaka
Namun menyayat hati hingga menembus nadi
Aku tak kuasa menahan perih di relung hati
Bersebab, ucap itu telah kupahat dengan rapi

Mungkin, karena aku terlalu cengeng
Senang berhias dengan air mata
Memahat duka, bersebab terluka
Pantaskah aku disebut wanita pemuja air mata?

Tangisku...
Ingin rasa ku berlebur dengan tangis awan
Membasahi bumi penuh ketenangan
Sehingga takkan tau kumenangis
Bersebab...
air mata telah berbaur dengan gerimis


Binduku
Kucitrakan asmamu di qalbu
Sebab, alun binduku semakin menggebu
Hingga kutitip pada pawana malam
Kusaksikan pula kerlipan kandil
Seakan alkamar mengumbukku dengan angrangin
Ingatku, akan akral batara di sukma


Alhamdulillah
Dalam takbir
Kutasbihkan asmamu
Dalam sujudku
Lafadzkan doa
Kala tidur
Kucitrakan harapan
Dikala terjaga
Ucapkan syukur pada-Mu
Alhamdulillah atas nikmat-Mu hari ini


Mengharap Ridha-Mu
Kukokohkan kaki saat berdiri
Perlahan kumelangkah
Berlari dan terus berlari
Mencari cahaya ilahi
Harapku akan ridha-Mu



Bertahan
Berdiri tegap
Walau pawana terus melambai
Memeluk erat tubuhku
Merayuku agar terjatuh
Tersungkur  ke jurang kegelapan

Tuhan ...
Ajarkan aku menuai cinta ilahi
Sebab, sudah terlanjur
Aku terbuai akan cinta yang tak abadi
Ampuni  dosa-dosaku
Karena , terlalu lemah hati ini



Akral Suci-Mu
Aku percaya
Akan akral suci-Mu ya Rabb
Tak kupungkiri lagi
Sebab, kau selalu ada di hati

Kukokohkan kaki saat berdiri
Menatap semesta
Menyaksikan cahaya mentari
Berpikir sejenak tentang cita dan cinta
kucoba citrakan tanpa ragu
Ketulusan dan keikhlasan dari hati
Harapku, semua terpahat dengan rapi
Sebab, akan kupersembahkan
Padamu, wahai bidadari pembawa cahaya ilahi




Aku

Aku...
Bukanlah pelangi yang melukis warna di kala senja
Bukan pula mentari yang setia bersinar saat fajar tiba
Dan bukan bintang bulan yang setia pada gelapnya malam
Bukan jua melati yang indahnya hanya di taman
Jua bukan khadijah yang begitu sempurna mencintai Rasulullah
Sebab...

Aku hanyalah manusia biasa tak pernah luput dari dosa
Yang kupunya  cinta suci sederhana
 Hanya cinta suci yang sederhana

Aku...
Memiliki hati lebih lembut daripada sutera
Mudah tercabik dan teriris

Sebab, aku wanita yang sedikit agak sensitive
Walau tangis meringgis, kucoba balut dengan senyum
Kadang, aku ingin terbang bebas ke angkasa
Laksana kupu-kupu yang hidupnya penuh warna
Namun, itu mustahil!

Sebab, sudah begitu sempurnaku diciptakan Tuhan sebagai manusia


BIODATA PENULIS
           
Vina Sri Wahyuni, lahir 16 Agustus 1994 di Aceh Barat Daya (Blangpidie). Anak  kedua dari Mardani Usman dan Sri Hartati.
Vina Sri Wahyuni adalah salah satu mahasiswi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jurusan Sastra Arab stambuk 2012. Saat ini bergiat aktif di Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK). Saat ini Vina bertempat tinggal di Jalan Elang Komplek BI No 14 Medan. Facebook : vina sriwahyuni, email : aneukaceh.vina@yahoo.co.id, sriwahyunivina@yahoo.com dan twitter: @Chichewe.


  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Kumpulan Puisi Karya : Vina Sriwahyuni Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com