Latest News
Monday, November 25, 2013

Petang yang Menjingga: Febri Mira Rizki



Dikayuh angin menderu
tatkala daun melepaskan diri dari tangkainya
disaat itulah kau rebahkan kesah
peluh yang berlabuh di terik sengat: tidak dengan ungkapan keluh
namun dengan senyuman bangga
melihat anak didik berdiri sejajar ilmu di atas rasa semangat
Bu, Pak, cahaya melingkar di kepala dunia 
adalah janjiku meniduri embun di telapakmu
untuk kata bangga, untuk rasa cinta
untuk rasa bahagia yang melayang di udara
meletakkan yakin di pundak senja
Esok telah kukikis berbagai harap
agar bapak dan ibu selalu dikalungi dekap
kelak hangat, bersebab niat di hati tak pernah berbuah benci
Adalah ibu dan bapak menjadi motivasi
Aku, anakmu, meski nafkah dan rahim bukan kandungku, 
namun kau pelita yang menghantarku pada mimpi yang nyata


Ranah Kompak, 23 November 2013 Puisi ini saya dedikasikan untuk guru-guru saya yang luar biasa, memberikan ilmunya tanpa harap balasan. Selamat Hari Guru 25 November 2013 untuk semua guru-guru hebat kebanggan murid-muridnya!
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Petang yang Menjingga: Febri Mira Rizki Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com