Latest News
Wednesday, July 30, 2014

Negeriku Kini Tergadai: Puisi Kesedihan


Semilir angin datang 
menghembus dari pojok pematang 
di tepi gunung yang sepoi menggoda
indah nian suaranya....
lembut .....
meskipun datang bertubi-tubi 
di pagi, siang, sore dan bahkan malam hari
bau akar pepohonan dan daun kering
menyelinap pada semilir dan sepoi yang menghangatkan
oh..indahnya negeriku indonesia

tradisi dan budaya gotong royong
membangkitkan semangat kebersamaan
menuai persaudaraa yang kental
bersama dalam keberagaman budaya
saling menghargai
saling menjunjung tinggi martabat 
manusia indonesia

Merdeka dengan kebersamaan yang prima
dengan sepucuk bambu runcing menerjang penjajah
untuk indonesia
untuk rakyat bersama

Tapi hidup yang serba apa adanya
tanpa mau berbuat yang lebih baik
menjadi mangsa bangsa bangsa dunia
merdeka dari belanda
menjadi mangsa bangsa jepang

Hidup dan budaya sederhana
menjadi santapan taipan dan pengusaha
baik di dalam dan mancanegara
kini jatuh kembali menjadi mangsa

Penjajah tanpa kasat mata
tapi begitu jelas dengan fakta-fakta
kita hanya berpasarah kemudian menyerah
karna kita tidak punya darah
kita tidak punya akal
kebohingan merajalela
menjadi penguasa dan menjajah

Anehnya kita masih mau mendengar
mengkuti semua gaya dan strategi mereka
padahal kita diminta untuk menjajah
kemudian terjajah dan terbelah

Inilah hasil kebodohanmu sendiri
kebodohan yang tidak kita akui
kita kesampingkan yang benar
demi dan untuk kepentingan sesaat
kini kita terjerat


lucunya....
kau masih saja berteriak ...
bahwa kau pintar dan layak
memimpin dan berdaulat

padahal kau tahu persis
bahwa kau, aku dan rakyat ini terjajah
untuk kesekian kalinya
dan sungguh
kau gadaikan negeriku

<Furben Ar-rozgu>



  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Negeriku Kini Tergadai: Puisi Kesedihan Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com