Latest News
Friday, July 10, 2015

Resensi: Kegelisahan Seorang Sinolog

Judul: Seribu Senyum dan Setetes Air Mata

Penulis: Myra Sidharta
Penerbit: Buku Kompas, 2015
Tebal: 328 Halaman

Cover buku ini menyebutkan bahwa buku ini merupakan kumpulan esai. Bagi saya tidak. Apa yang ditulis oleh Myra saya rasa lebih merupakan kumpulan catatan ataupun kolom Myra atas apa yang ditemuinya sehari-hari. Menariknya, dari catatan-catatan ini kita diajak untuk merenungkan berbagai hal, mulai dari kebudayaan, kemanusiaan, hingga politik.

Dari apa yang saya amati dari buku ini, saya melihat Myra memanng memiliki cakrawala pengetahuan yang luas, sehingga banyak hal yang dapat ia singgung dalam tulisannya. Ini, saya kira, bukan saja  merupakan hasil kejeliannya mengamati apa yang terjadi di lingkungannya, melainkan juga buah dari kekayaan subyektivitas Myra yang luar biasa. Seperti kita tahu, ia adalah seorang psikolog sekaligus sinolog yang mumpuni.

Sebagai ahli sinologi, tidak mengeherankan jika Myra beberapa kali menyampaikan sejumlah persoalan mengenai "nasib" Tionghoa peranakan di Indonesia, misalnya mengenai asimilasi yang didorong oleh Orde Baru. Karena alasan asimilasi keturunan Tionghoa di Indonesia diminta untuk mengganti nama Tionghoa dengan nama asli Indonesia.

Meskipun Myra mengatakan dirinya setuju dengan proses ini, namun toh ia tetap melihat bahwa mengganti nama Tionghoa dengan nama Indonesia bukan perkara gampang. Sebab nama Tionghoa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan daengan latar belakang budaya. Artinya, meminta mengubah nama Tionghoa sama dengan merenggut keturunan Tionghoa dari akar budaya mereka.

Hal lain yang menarik dari kumpulan tulisan Myra adalah gaya penulisan yang sangat cair dengan tambahan gaya humor sesekali. Itu yang membuat tulisan Myra enak untuk dibaca.***
 
Nigar Pandrianto
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Resensi: Kegelisahan Seorang Sinolog Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com