Latest News
Sunday, August 16, 2015

Prie GS: Pesan Dari Yogya

Prie GS.[rumahusaha]
RADARINDONESIANEWS.COM, JOGYAKARTA - Motor Gede (moge) adalah sebuah estafet pemaknaan, dari hanya sekedar motor gede, barang mewah, klub motor sampai dengan sebuah ujung makna terbaru yang kini menginjak babak tak terduga bernama: Pesan dari Yogya. Pesan ini, begitu serius, dan ia tak hanya cukup menjadi persoalan komunitas, klub motor, petisi di media sosial, dan juga menjadi urusan saudara saya, peniup pesan ini, seorang pengendara sepeda yang namanya bisa Anda lacak di internet: seorang diri, karena sumpek di dadanya, lalu dengan gagah menunjukkan dengan suaranya yang serak: lampu sedang merah! 

Wahai kalian berhentilah!

Teriakan ini nyaris lenyap di tengah sirine polisi dan derum moge yang berhamburan. Hampir sia-sia ia dengan suara seraknya itu. Tetapi sumpek di dadanya membuat ia tak hendak menyerah. Pertama ia tampak mondari-mandir untuk mencari celah. Celah untuk mengabarkan, ini bukan hanya soal lampu merah, tetapi pasti suara hatinya, dan suara hati siapa saja yang sama, yang jumlahnya butuh ditanyakan pada seluruh pemakai jalan raya yang pernah berpapasan dengan rombongan moge yang perkasa. 

Celah itu datang juga. Ia berdiri di tengah, dugaan saya ketika lampu sedang merah. Ia tampak seorang yang meskipun dengan kemarahan menyumbat, taat pada hukum. Ia tak meminta banyak, hanya berhentilah wahai kalian ketika lampu sedang merah. Tetapi saya mengerti, permintaan ini bukan lagi sebuah permintaan. Ia adalah sebuah teriakan yang diteriakkan oleh orang-orang dengan rasa hati yang sama di hadapan si gagah. Kegagahan yang membuat pihak lain mengecil dan menjadi remah. Saudara saya itu, penghadang di lampu merah itu, sejatinya bukan sekadar pengingat status rambu jalan. Ia adalah pihak yang menolak menjadi remah.

Simbol ini, jika negara abai, ia akan menjadi penyeranta soal-soal serupa yang kini sedang tumbuh menjadi gejala. Semua kebesaran yang meremahkan pihak lain, pelan tapi pasti, akan menuai puncak penolakan. Negara tidak boleh teledor menangkap perlambang. Jika tidak, simbol itu akan bersekskalasi menjadi gelombang.

Terimakasih kepada pemilik dan pengunggah video Sang Penghadang ini, yang link-nya saya retweet di @Prie_GS.[smartfm]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Prie GS: Pesan Dari Yogya Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com