Latest News
Monday, November 9, 2015

25 Tokoh Madura Temui Soekarwo, Bahas Provinsi Baru

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bersama tokoh Madura, Minggu (8/11/2015) (Tudji Martudji)
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, minta dan menyarankan pembentukan Provinsi Madura dengan syarat, demi kesejahteraan dan syiar Islam, serta harus memenuhi prosedur perundang-undangan.

"Pembentukan provinsi itu merupakan hak, tapi harus memenuhi unsur yang ditetapkan sesuai aturan," ujar Soekarwo usai berdialog dengan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura, (P4M) dan Panitia Pembentukan Provinsi Madura (P3M) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu 8 November 2015.

Syarat lainnya, harus tetap mempertahankan ciri khas masyarakat setempat, yakni nilai-nilai budaya Madura dan syiar Islam.

Soekarwo mengatakan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terbentuknya sebuah provinsi harus memiliki lima kabupayen/kota.

Karena Madura masih empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, maka harus ada pengembangan daerah sehingga sesuai aturan berlaku.
   
"Kalau semua syarat sesuai aturan sudah dipenuhi dan DPRD menyetujui, serta berkonsep meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan mempercepat berbagai pembangunan maka proses bisa dilanjutkan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, mengapresiasi terhadap niat tersebut, asal konsepnya tidak melenceng dan jangan sampai ada kepentingan yang berimbas pada konflik politik.

Ada beberapa hal yang harus dikaji secara akademis dan ditata, termasuk infrastruktur jalan, rencana tata kota, persetujuan DPRD, dan Bupati.

‎Semua pihak, harus menjaga persatuan dan kesatuan. P3M pimpinan Ahmad Zaini dan P4M pimpinan M. Sale Farhat harus menjadi satu, tidak menjadikan kegiatan politisasi. Harus fokus, dengan tekad bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.

"Persatuan dan Kesatuan masyarakat harus tetap dijaga. Tidak menjadikan ini sebagai kegiatan politisasi, justru harus fokus dan diselesaikan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan," katanya.
   
Sementara itu, Ketua Panitia, Achmad Zaini yang ditemui usai pertemuan mengaku Soekarwo merupakan Gubernur yang pertama memberikan restu Madura berkembang menjadi provinsi.

"Gubernur sudah memberikan arahan dan kami akan patuh pada aturan maupun mekanisme. Saya atas nama panitia, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yang mendukung Madura menjadi provinsi," kata Zaini.

Selain membahas rencana pembentukan Provinsi Madura, ke-25 orang kiai ini juga menyampaikan aspirasi, membentuk Bank Syariah Madura dan berharap Trunojoyo diakui sebagai Pahlawan Nasional. (ren)[vv]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: 25 Tokoh Madura Temui Soekarwo, Bahas Provinsi Baru Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com