Latest News
Wednesday, April 13, 2016

Yuslih (Abang Yusril) Tolak Keras Tambang Yang Merusak Laut

Bupati Beltim bersama radarindonesianews.com usai wawancara di kantornya
RADARINDONESIANEWS.COM, BELTIM– Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza, SE menegaskan penolakannya terkait beroperasinya kapal isap di perairan Laut Pering Kecamatan Kelapa Kampit. Ia akan menyampaikan penolakannya kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Efendi. Ia menyatakan pihak Provinsi harus mendengarkan aspirasi masyarakat Beltim yang tidak menginginkan keberadaan kapal isap.

"Saya akan menghadiri rakor dengan Gubernur. Saya akan sampaikan kepada Gubernur dengan beberapa pertimbangan atas penolakan kapal isap di (perairan) Beltim," tegas Yuslih. Senin (11/4).

Dijelaskan Yuslih, untuk memperkuat penolakan, dirinya sesegera mungkin mengeluarkan rekomendasi penolakan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, menampung aspirasi masyarakat yang menyatakan menolak kapal isap. Alasan lainnya, aktifitas kapal isap akan merusak ekosistem laut, membuat laut menjadi keruh dan masyarakat nelayan terganggu mata pencahariannya.

"Kenapa mengajukan rekomendasi kepada Gubernur, karena kewenangan tersebut sudah menjadi kewenangan Provinsi dan bukan lagi di Kabupaten. Saya ini tidak memiliki kepentingan apapun terhadap keberadaan kapal isap di perairan Beltim. Apalagi, segala bentuk perizinan yang keluar bukan pada saat saya menjabat sebagai kepala daerah, jauh sebelum saya," terang Yuslih.

Menurut Yuslih, sebagai kepala daerah, dirinya saat ini fokus menjalankan visi misinya yang disampaikan pada kampanye lalu. Sebab itu, Yuslih tidak ingin visi misinya gagal diwujudkan.

"Sudah jelas visi misi saya pada saat kampanye yakni perikanan dan kelautan, pertanian kehutanan dan pariwisata. Jangan sampai visi misi tidak berjalan, dengan hadirnya kapal isap ini, tentu akan menggangu kehidupan nelayan dalam mencari ikan, dan sangat akan berdampak buruk bagi sektor Pariwisata Beltim yang juga merupakan sektor unggulan untuk pembangunan Kabupaten Beltim kedepannya," kata Yuslih.

Ia juga mengatakan, setelah rekomendasi disampaikan kepada Gubernur, selanjutnya ia meminta Dinas Pertambangan mengeluarkan surat himbauan kepada para pemegang IUP tambang timah untuk menahan diri atau menghentikan sementara aktifitas sampai dengan adanya kejelasan.

Yuslih tidak ingin ada gejolak yang dapat memperkeruh suasana saat ini. Setidaknya, sampai dengan Gubernur memberikan kepastian menyangkut kapal isap.

"Selain menyampaikan rekomendasi, saya akan mengadakan konferensi pers nantinya agar jangan ada simpang siur sikap pemerintah daerah," tandasnya.

Diberitakan beberapa hari lalu, kapal isap telah masuk ke perairan laut Tanjung Pering, Kelapa Kampit. Beberapa nelayan dan warga yang mengetahui keberadaan kapal tersebut telah menyatakan menolak. Bahkan aksi demo penolakan telah berlangsung. Meski diakui oleh pekerja kapal isap bahwa mereka tidak beroperasi dan mengalami kerusakan mesin hingga berada diperairan laut Beltim.[Dany]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Yuslih (Abang Yusril) Tolak Keras Tambang Yang Merusak Laut Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com