Latest News
Friday, September 9, 2016

Fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Menerima Tablet

Fasiltator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Belitung Timur.[Danny/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, BELTIM - Sebanyak 50 orang fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) menerima tablet (TAB). Perangkat tersebut akan dipergunakan untuk mengup-date data terpadu layanan pengentasan kemiskinan masyarakat desa di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Kabupaten Beltim, Syahpandi , Kamis (8/9), mengungkapkan tablet tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI. Selain tablet, Kementerian juga memberikan 5 buah laptop untuk suvervisor dan manager.

“Pemberian tablet dan laptop ini dikarenakan Kabupaten Beltim dijadikan daerah percontohan pilot project untuk program pengentasan kemiskinan. Tapi ini bukan hibah, hanya sekedar pinjam pakai saja,” ungkap Syahpandi di sela-sela acara Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu, di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim.

Tablet dan laptop diisi dengan data-data terpadu masyarakat penerima bantuan sasaran pengentasan kemiskinan. Tugas dari fasilitator adalah meng-update data yang sudah ada dan mengirimkannya ke pusat.

“Di dalamnya ada piranti lunak tentang data-data 35.101 orang masyarakat miskin di Kabupaten Beltim. Nah sebagai fasilitator di tingkat desa, mereka akan mengisi, nanti disingkronisasikan dengan data yang ada di pusat,” jelas Syahpandi.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim ini optimis dengan adanya perangkat dan basisi data terpadu, angka exclution dan inclution error dapat tereliminasi. Ia berharap penerapan sistem akan memaximalkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Beltim.

“Kita punya system handal yang menghasilkan produk data up to date setiap waktu. Dengan system ini kita dapat menekan error data, sehingga salah sasaran dapat dihindari. Daerah kita relative kecil, kebijakan juga sudah satu arah jadi optimis program ini akan berhasil,” kata Syahpandi.

 SLRT Lebih Mengedepankan Pelayanan

Di tahun 2016 ini Pemerintah Pusat merubah arah kebijakan program penanganan kemiskinan, jika sebelumnya dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maka di tahun ini Kementerian Sosial RI yang akan memegang peranan utama dalam program pengentasan kemiskinan. Dengan program andalannya Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), Kementerian Sosial menekankan kemudahan pelayanan bagi masyarakat penerima manfaat.      

“Kita lebih mengedepankan pelayanan. Namun tetap kita masih bekerjasama dengan Bappenas, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), DFAT Australia dan lembaga-lembaga lainnya,” ujar peneliti dari Kementrian Sosial RI, Indah Huruswati, seusai Pembukaan Pelatihan Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu, di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Kamis, (8/9).

Pelayanan yang dimaksud adalah dengan melalui satu kelembagaan satu pintu, di dalamnya ada front office dan back office. Front office dikhususkan untuk data yang akan dilayani sudah dintentifikasi dan masuk dalam Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015.

“Jika ada masyarakat yang datang untuk dilayani kita akan cek dulu, apakah data mereka sudah masuk dalam PBDT 2015, kemarinkan pakai PPLS 2011. Setelah itu kita verifikasi kebenarannya, baru ketika mereka memerlukan bantuan kita bantu,” jelas Indah.

Mantan Insiator Program PANDU GEMPITA ini menyatakan program SLRT bukan hanya di tingkat Kabupaten, namun juga ke tingkat desa, yakni di Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskessos). Program ini diluncurkan di 50 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“Sampai 2019 nanti ada 150 kabupaten/kota yang melaksanakan program ini. Dua desa percontohan kita ambil dari tiap Kabupaten/kota. Pengalaman di 5 kabupaten/kota yang kita ujicobakan, program ini terbukti berhasil,” ungkap Indah.

Indah menegaskan program SLRT semata-mata untuk kepentingan pemerintah daerah bukan pemerintah pusat. Tujuannya untuk lebih mendekatkan jangkauan layanan ke masyarakat.

“Dengan adanya program ini masyarakat desa gak perlu repot-repot datang ke Kabupaten atau ke Provinsi. Desa jadi lebih mandiri memberikan pelayanan kepada masyarakatnya,” ujarnya.[Danny]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Menerima Tablet Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com