Latest News
Friday, July 13, 2018

Lulu Wulandari: Peluk Anakmu, Ibu

Lulu Wulandari
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Ya ibu, peluklah anak-anakmu. Katakan pada mereka bahwa engkau sayang. Bahwa ayah mereka juga sayang. Katakan bahwa engkau ingin bersama dengan mereka tidak hanya di dunia, tapi juga di surga. Bersama orang-orang salih yang mencintai Islam. 

Ketika Islam tidak dicintai. Tidak lagi menjadi landasan berpikir bagi umat, maka fakta yang terjadi sungguh memprihatinkan. Melihat generasi muslim terpengaruh peradaban asing yang merusak. Tanpa sadar sedikit demi sedikit menjauhkan mereka dari Islam. Menutup rapat tubuh mereka dengan hijab, tapi bertingkah laku jauh dari kepribadian muslim.

Tim manajemen Tik Tok dari China langsung menyambangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Medan Merdeka, Jakarta pada Rabu (4/7/2018) sore. Mereka adalah SVP Bytedance (perusahaan induk Tik Tok), Zhen Liu; SVP dan CEO Tik Tok, Kelly Zhang; Head of Legal Tik Tok, Yujie Chang; serta Head of Public Policy Tik Tok, Jia He. Kunjungan ini menyusul pemblokiran layanan berbagi video tersebut di Tanah Air sejak Selasa (4/7/2018), Kompas.com.

Pemblokiran didasari hasil pemantauan tim AIS Kominfo, pelaporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta masyarakat luas.Pelanggaran konten yang ditemukan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lain-lain. Setelah sempat diblokir pada pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akhirnya mengungkap Tik Tok telah dibuka blokirnya, liputan6.com (10/7)

Walaupun banyak keluhan dari masyarakat, aplikasi ini akhirnya bisa diakses lagi. Itupun setelah melalui kesepakatan dengan tim manajemen Tik Tok. Bahwa mereka berjanji akan memperbaiki penyediaan layanan. Yaitu membersihkan konten-konten negatif dan memberi inspirasi untuk berkarya. Akan tetapi karena perekonomian China didasari pada ekonomi kapitalis liberal. Kepuasan materi menjadi standar kebahagiaan mereka, bukan ridho Allah. Karena tujuan yang ingin dicapai adalah mendapat keuntungan materi yang sebesar-besarnya. Maka akan selalu terbuka peluang terjadinya pelanggaran hukum syara'.

Remaja di Indonesia pengguna aktif bulanan Tik Tok mencapai 10 juta. Jika dinilai dengan uang, menjadi angka yang fantastis bagi para kapital. Jelas terlihat bahwa mereka tak akan rela pasar mereka ditutup. Dan angka yang mengkhawatirkan jika terus bertambah. Karena output yang dihasilkan adalah generasi alay yang tidak berpikir untuk kebangkitan.

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120).

Cukup kiranya ayat ini menjadi pengingat, bahwa hanya Islam yang tepat menjadi sandaran bertingkah laku bagi manusia. Bayangkan jika 10 juta anak-anak generasi penerus bangsa ini diberi pembekalan akidah dan ilmu terapan untuk membangun negeri, tentu negara akan mendapat hasil yang berbeda. Meninggalkan Islam adalah sama halnya berjalan menuju kehancuran. Sebuah keluarga tanpa syariat, akan hancur. Begitu pula halnya jika sebuah negara mengabaikan syariat, maka negara tersebut akan hancur.

Sungguh negeri ini tak ramah terhadap Islam. Hukum Allah kalah di bawah hukum manusia. Mencapai takwa menjadi tugas dan tanggung jawab individu. Penguasa lepas tangan. Itulah sebabnya mendidik anak-anak menjadi generasi salih salihah merupakan tugas yang sangat berat. Tidak cukup membekali anak hanya dengan pengetahuan agama. Diperlukan penjagaan dari masyarakat dan penguasa negeri. Mengurangi konten porno dan seluruh kegiatan yang merusak generasi, menjadi tanggung jawab negara.

Sebab generasi yang abai terhadap urusan umat, yang hanya sibuk dengan perkara remah-remah. Adalah generasi yang akan membebani negara. Sejumlah persoalan akan muncul menimbun negeri ini, jika penguasa membiarkan persoalan umat berlarut-larut.

Berbeda pada masa Islam menguasai peradaban dunia. Tipu daya kaum kafir tidak mampu menyusup ke dalam pemikiran umat. Karena penguasa yang ada pada saat itu sangat tegas dengan hukum dan sanksinya. Islam dijadikan sebagai aturan dalam mengurusi umat. Keimanan umat tumbuh dengan baik pada masa itu.
Islam menjaga generasi muda. Abdullah bin Zubair sudah diajak berjihad saat dia berumur 8 tahun. Ayahnya, Zubair bin Al-Awwam membonceng Abdullah di belakang kudanya. Seorang pejuang yang lahir dari orang tua yang juga pejuang, Zubair bin Al-Awwam dan Asma binti Abu Bakar. Muhammad Al-Fatih pun sama, menaklukkan Konstantinopel pada usia belia. Keshalihannya tidak perlu diragukan. Penjagaan keluarga dan negara, mampu membuat remaja menjadi generasi cemerlang.

Kehidupan pria dan wanita terpisah. Tidak terdapat ikhtilat (bercampur), berdua-duaan (khalwat) sehingga menutup pintu perzinahan. Tidak berdandan untuk menarik perhatian lawan jenis (tabaruj), menutup aurat dengan benar ketika berada di area publik. Serta menjaga kehormatan (izzah) dan kesucian hati (iffah) bagi pria dan wanita dengan takwa, ilmu dan sistem Islam.

Islam adalah solusi terbaik untuk mengatasi seluruh permasalahan umat. Mengembalikan kesadaran umat bahwasanya mereka adalah umat yang mulia. Umat yang memiliki peradaban mulia, jika mereka terapkan Islam Kaffah dalam hidup mereka.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]


Peluk anak-anakmu ibu. Negeri ini tak ramah terhadap Islam. Tak sayang terhadap generasi mudanya. Bekali anak-anakmu dengan akidah Islam. Jadikan mereka sebagai pribadi muslim yang cinta Islam. Di tanganmulah wahai ibu, beban kebangkitan umat diserahkan. Mendidik generasi emas, generasi peradaban. Untuk memimpin umat mengembalikan izzul Islam.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Lulu Wulandari: Peluk Anakmu, Ibu Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com