Latest News
Thursday, September 13, 2018

Industri Agrikultur Harus Lakukan Improvisasi untuk Hadapi Perubahan Iklim

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, buka kegiatan The 4th Food, Agriculture and Natural Resources International Conference.[Affan/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA -- Populasi penduduk saat ini sebanyak 7,6 milyar jiwa dan diperkirakan pada tahun 2050 angka itu akan mencapai 9,7 milyar jiwa.

Angka itu menunjukkan perlu ada improvisasi yang dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan pangan dunia. Belum lagi dengan ancaman perubahan iklim seperti pemanasan global terhadap industri agrikultur mengharuskan adanya adaptasi untuk mengatasi juga mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Hal itu menjadi salah satu topik yang dibahas dalam "The 4th Food, Agriculture and Natural Resources International Conference" yang digelar di Hotel Cavinton Yogyakarta, Kamis (13/9/2018). 

Acara yang diadakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dibuka Rektor UMY, Dr. Ir Gunawan Budiyanto, MP, yang juga dosen di Fakultas Pertanian UMY.

Menurut Gunawan, dalam waktu dekat akan ada perubahan kondisi cuaca, baik secara global ataupun regional akibat climate change. 

"Pergeseran untuk kondisi cuaca lokal dan peningkatan frekuensi terjadinya cuaca ekstrem akan terjadi, seperti kenaikan air laut yang kemudian dapat merusak lahan tanaman dan peningkatan suhu permukaan bumi di mana hal itu akan secara langsung berpengaruh dalam mengurangi produksi dari industri pertanian," jelas Gunawan.

Seperti dijelaskan Gunawan, perlu dilakukan improvisasi dalam industri pertanian untuk beradaptasi dan juga mengurangi efek dari climate change. 

"Kita perlu menerapkan teknik agrikultur yang mampu menopang produktivitas agroekosistem," tandas Gunawan, yang menambahkan hal ini dapat dilaksanakan misalnya dengan melakukan perbaikan teknis pengelolaan lahan dengan tidak melakukan pengolahan yang berlebihan seperti membakar lahan dan penggunaan pupuk sintetis, meningkatkan aplikasi bahan organik, meningkatkan C organik dalam tanah dan juga melakukan penghijauan lahan.

Sementara itu, Prof. Patricia Rayas-Duarte, Oklahoma State University (OSU), selaku keynote speaker, menyampaikan, selain dengan perbaikan aspek produksi, untuk menyelesaikan tantangan pangan perlu memperhatikan aspek lain dari sistem pangan. 

"Selain aspek produksi dalam agrikultur, sistem pangan juga mememiliki aspek distribusi dan juga ketahanan pangan," kata Patricia. 

Kedua hal itu, menurut Patricia, perlu menjadi bagian dari bisnis secara global. "Karena faktanya, pengembangan dan penelitian untuk aspek agrikultur hanya berpusat di negara maju," kata Patricia.

Untuk itu, negara lainnya perlu berkontribusi pada aspek lainnya. Dan, keberlanjutan merupakan kunci dari perbaikan sistem pangan kita. Untuk mencapai hal tersebut perlu berimprovisasi. 

"Manfaatkan teknologi untuk membuat produksi, distribusi dan reservasi bahan pangan kita lebih efisien," tutup Patricia. (Affan)
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Industri Agrikultur Harus Lakukan Improvisasi untuk Hadapi Perubahan Iklim Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com