Latest News
Wednesday, December 19, 2018

Anna Ummu Maryam: Muslim Uyghur Menderita, Dimana Penguasa Muslim Berada

Ilustrasi Photo: Peter Parks/AFP/Getty Images
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, China kembali jadi sorotan dunia. Terutama, pasca-laporan jurnalisme investigatif yang dilakukan kantor berita Associated Press (AP). 

Laporan AP menyebut soal kamp-kamp penahanan yang didirikan pemerintah China untuk warga muslim Uyghur. Di sisi lain, Beijing mengatakan, fasilitas tersebut adalah lembaga pelatihan vokasi atau kejuruan. 

Ternyata pemberitaan yang di kabarkan tidaklah benar,  sehingga menuai reaksi dari beberapa pihak di negara muslim termasuk indonesia.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari meminta pemerintah RI mendesak pemerintah China mengizinkan tim pencari fakta independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.

"Kita mengecam sikap pemerintah China yang menerapkan kebijakan diskriminatif dan pelabelan negatif terhadap etnis Uyghur," ujar Kharis, Selasa 18 Desember 2018.

Sikap serupa disampaikan wakil ketua DPR Fadli Zon. Politikus Partai Gerindra ini menyatakan, meski diberikan status otonomi, penduduk muslim di Xinjiang justru mengalami perlakuan represif. Dia mengatakan, lebih dari 10 juta muslim di Xinjiang mengalami perlakukan diskriminatif, baik diskriminasi agama, sosial, maupun ekonomi.

"Melihat kenyataan seperti ini seharusnya pemerintah Indonesia bersuara. Tidak diam seperti sekarang. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia punya tanggung jawab moral lebih atas nasib jutaan muslim Uyghur," ujar Fadli Zon, Senin 17 Desember 2018.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyatakan, seyogyanya pemerintah Indonesia bersuara atas nasib muslim Uyghur.

Din Syamsuddin yang juga President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) juga mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan masyarakat internasional untuk menyelamatkan nasib muslim Uyghur dan bersikap tegas terhadap rezim China untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka.(Liputan6.com,  19/12/2018).

Benarkah Penganiayaan Muslim Uyghur hanya kebohongan ?

China menerbitkan sebuah dokumen berjudul, "Aturan Penamaan untuk Etnis Minoritas," yang melarang nama-nama yang terkait dengan Islam, termasuk Madinah, Islam, Imam, Haji, dan lain-lain.

"Dalam menetapkan batasan penamaan Uyghur, pemerintah China sebenarnya terlibat dalam penganiayaan politik dengan kedok lain," kata Dilxat Raxit, juru bicara kelompok Kongres Uyghur Dunia, kepada Radio Free Asia . "Mereka takut orang-orang dengan nama seperti itu akan terasing dari kebijakan China di wilayah ini."

Situasi di Xinjiang telah "semakin memburuk," menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisi Eksekutif Kongres AS untuk China (CECC).

"Warga sipil ditahan tanpa alasan, kamp 'pendidikan politik' berkembang biak, dan sebuah alat pengawas yang luas menyerang setiap aspek kehidupan sehari-hari. Pelanggaran hak-hak ini sangat mengganggu dan berisiko berfungsi sebagai katalis bagi radikalisasi, "kata ketua CECC, Marco Rubio (R-FL).(Kaskus.co.id,  24/01/2018)

Hal ini harusnya membuka mata kita, bahwa penyiksaan dan pembunuhan yang terjadi itu bukan kebohongan tetapi kebenaran yang di tutupi. Kebencian pemerintahan china terhadap muslim Ayghur adalah karena peningkatan populasi muslim yang kian meningkat dan pertumbuhan ekonomi muslim yang kian berkembang sehingga ditakutkan akan menumbangkan dan terjadinya pemberontakan.

Hal inilah sebenarnya yang melatarbelakangi kebencian China kepada muslim di sana. Padahal apa yang dikhawatirkan tidaklah terjadi namun isu-isu pertikaian antar etnis sengaja terus dihembuskan, agar menjadi sebuah pembenaran akan kondisi yang memerlukan campur tangan militer.

Sesama Muslim Adalah Satu Tubuh

Komentar dan kemarahan kaum muslimin bukan tampa alasan tetapi ini adalah bagian dari ajaran islam yaitu menjadi penyelamat atas penderitaan dan ketidakadilan atas manusia.
Rasulullah saw.  bersabda,

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ (الطبراني)

“Barangsiapa tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka.” (H.R. Ath-Thabrani)

Sikap inilah yang harusnya ada dalam setiap benak kaum muslimin dan ada pada penguasa negeri islam. Islam telah menjadikan kesatuan kaum muslimin melampaui batas toritorial negara yang ada.

وأطيعوا الله ورسوله ولا تنازعوا فتفشلوا

وتذهب ريحكم واصبروا إن الله مع الصابرين

“Dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian bercerai-berai sebab kalian akan gagal dan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” (Q.S. Al Anfal 8: 46).

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim].

Permasalahan ini tidak hanya bisa di jawab dengan doa tampa usaha kaum muslimin dan penguasa muslim untuk menghentikan setiap penganiayaan yang di alami oleh muslim disana. Dan seluruh negeri lainnya.

Islam hadir memuliakan manusia dan mengatur keseimbangan kehidupan manusia. Sistem kapitalis sudah terbukti tidak mampu menjawab dan memberi solusi tuntas atas pelanggaran HAM terbesar yang dilakukan penguasa kafir terhadap muslim dan manusia.

Hanya dengan kembali kepada sistem islam yang kaffahlah segala masalah manusia akan terjawab semua karena menjadikan aturan Allah terlaksana dalam segala aspek kehidupan berdasarkan Al-quran dan Sunnah semata.

Karena kesatuan kaum muslimin dalam islam kaffahlah yang mampu menghancurkan setiap penindasan dan pertumpahan darah manusia di atas bumi dan menjadikan kesejahteraan dan keadilan benar - benar dapat dirasakan oleh setiap manusia.[]













Anna Ummu Maryam: Pengamat Media Dan Member Revowriter



  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Anna Ummu Maryam: Muslim Uyghur Menderita, Dimana Penguasa Muslim Berada Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com