Latest News
Thursday, December 20, 2018

Arin RM, S.Si: Iklan Porno dan Degradasi Moral Generasi

 Arin RM, S.S
RADARINDOESIANEWS.COM, JAKARTA - Longgarnya larangan terhadap pornografi menjadi ancaman tersendiri bagi nasib generasi penerua bangsa ini. Ketidakjelasan definisi terkait pornografi sendiri menjadi celah bagi penyebar ide kebebasan berekspresi untuk melebarkan ekspansinya. Mereka menjadikan sarana apapun yang bisa mendekati pasar sebagai kendaraan. Selama bidikan sedang di depan mata, maka kesempatan tak akan dibiarkan terbuang percuma. Begitu sekiranya yang ada dalam pikiran mereka. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian iklan juga ditumpangi kepornoan, terlebih ketika talent iklan adalah sosok yang sedang naik daun dan digandrungi generasi muda.

Semula iklan sebatas dijadikan berita pesanan untuk mengenalkan barang dan jasa kepada khalayak agar tertarik dengan yang ditawarkan. Namun, kini secara terang-terangan iklan berani memanfaatkan hal porno yang tidak sepatutnya dilihat, terutama oleh anak-anak. Pemasang iklan tak lagi berpikir siapa saja yang akan melihat iklannya. Yang mereka targetkan adalah semakin banyak iklan yang dilihat, semakin banyak peluang terjualnya produk yang diiklankan. Keuntunganlah yang dipriorotaskan, perkara dampak lanjutan tak lagi dipersoalkan. Nafas sekulerisme yang liberal nyata berada dalam urusan bisnis seperti ini.

Padahal pengaruh negatif iklan jelas adanya. Sebuah Studi 'Who's Feeding The Kids Online' menunjukkan bagaimana anak-anak 'dimanipulasi' dengan taktik berbasis emosional dan hiburan, oleh pengusaha kuliner. Laporan yang dilakukan oleh Irlandia Heart Foundation, menunjukkan perusahaan-perusahaan menggunakan Facebook dengan fitur 'suka', 'tag', komentar, foto, link, dan tagar untuk mempromosikan produk mereka. Taktik ini dikatakan untuk mengundang daya tarik anak-anak dan remaja. Mereka menjadi konsumtif dan berlebihan dalam hal yang seharusnya tak mereka butuhkan (cnnindonesia.com, 21/06/2106). Jika studi dalam hal iklan kuliner saja mampu memberikan efek seperti itu, bagaimana jika iklan yang dimaksud adalah iklan ajakan berbelanja dengan menggunakan talent yang berpakaian seronok? 

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu belakangan statsiun TV yang menayangkan iklan dari marketplace dengan menampilkan girlband asal Korea. Yang dipersoalkan dari iklan tersebut adalah model pakaian girlband yang dinilai porno. Buah dari masifnya iklan ini adalah peringatan keras dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap 11 stasiun TV, soal penayangan iklan Shopee Road to 12.12 Birthday Sale yang menampilkan BLACKPINK di dalamnya, mendapat dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (jabar.tribunnews.com, 12/12/2018). 

Naluri kepedulian pada generasi akan menolak secara otomatis apa saja yang berpotensi membahayakan masa depan mereka. Terlebih pornografi ini jelas parah daya rusaknya. Pornografi tanpa disadari merupakan benih kejahatan yang menimbulkan kerusakan otak lebih parah dibandingkan kecanduan narkoba. Kerusakan otak yang dihasilkanpun relatif cepat bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan kerusakan otak akibat pornografi sebanding dengan kecelakaan yang menimbulkan perdarahan (doktersehat.com). Ahli Psikologi Inge Hutagalung mengatakan, pornografi dapat merusak lima bagian otak manusia terutama prefrontal cortex yang terletak pada bagian otak dekat tulang dahi dan otak logika. Menjadikan semakin mendekatnya remaja pada kehidupan permisif dalam urusan seks dan meningkatkan kasus kehamilan tidak dikehendaki (KTD) serta tindakan aborsi (republika.co.id, 19/02/2018).

Dengan demikian, degradasi moral generasi bukan lagi isapan jempol. Paparan pornografi menjadikan generasi yang seharusnya menggunakan masa mudanya untuk menyiapkan kepemimpinan justru dirampas tenaga dan waktunya untuk memenuhi hawa nafsu. Yang seharusnya menjadi generasi kuat berubah menjadi penikmat syahwat. Tak ada lagi kemauan untuk mejadi generasi hebat, sebab bius kenikmatan sesaat pornografi sukses membuat mereka terpikat pada maksiyat. Mereka nyaman di zona laknat, sebaliknya tak melirik sama sekali hal-hal yang diperintahkan syariat. Dan inilah memang yang dikehendaki kafir Barat. Generasi yang tak bersemangat untuk menjadikan bangsanya maju dan bermartabat.

Oleh karenanya diperlukan cara pandang yang bijak guna menuntaskan pornografi. Jika selama ini penyelesaian pornografi terkesan dilangkahi oleh semakin masifnya penyebaran pornografi, maka tak ada salahnya mengutip aturan Islam. Siapapun pelakunya harus mendapatkan hukuman yang jelas. Sebagaimana hukum Islam yang tegas melarang pornografi, sebab hal itu lebih dekat dengan zina. Dalam Al-isra ayat 32 pun mendekatinya saja dilarang. Dan negaralah yang benar-benar harus kuat dalam menerapkan syariat yang terkait penjagaan dari pornografi dan seluruh cabang syariat lainnya. Tak boleh lagi kemaksiyatan dilokalisasi. Semua ruang harus ditutup dari susupan pornografi. 

Negara perlu didukung oleh masyarakat dan individu yang sadar. Islam menjadikan individu kuat dengan kekokohan aqidah. Peran orang tualah yang dominan dalam mendidik dan mengarahkan generasi agar jauh dari pornografi dan mengeri bahayanya. Sedangkan masyarakat dimaksimalkan peran penjagaannya melalui pembiasaan amar makruf nahi mungkar. Solusi berlevel ini akan sulit dibayangkan jika tatanan liberal masih mendominasi masyarakat dan umat. Oleh karenanya cita-cita menyelamatkan remaja dari degradasi moral, haruslah dimulai dengan segera menghadirkan kembali kehidupan Islam yang menerapkan solusi Islam di atas. Mengkaji dan mendalami Islam lah langkah awalnya. [Arin RM]

Penulis adalah member TSC

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Arin RM, S.Si: Iklan Porno dan Degradasi Moral Generasi Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com