Latest News
Monday, December 24, 2018

Febri Ayu Irawati: Bahan Pangan Naik, Rakyat Menjerit

Febri Ayu Irawati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mengalami kenaikan antara 1,3 sampai 2,52% pada November 2018. Baik beras kualitas premium, medium, maupun rendah. Meski mengalami kenaikan, kepala BPS Suhariyanto mengatakan harga ini masih wajar karena tidak jauh berbeda dengan harga beras pada periode sama pada 2017 (Okezon.com, 03/12/2018). 

Pemerintah diminta mewaspadai lonjakan harga beras di akhir tahun. Untuk itu, ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso menyarankan agar bulog lebih agresif dalam menggulirkan stok beras supaya harga ditingkat masyarakat tidak bergejolak (Liputan6.com, 23/11/2018).

Tren kenaikan harga pangan di akhir tahun dinilai berpotensi terjadi di tahun 2018. Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyebut ada beberapa komponen yang menyebabkan kenaikan harga pangan di akhir tahun (Kontan.co.id, 15/11/2018).

Kenaikan harga pangan setiap akhir tahun sudah menjadi hal yang wajar di sistem ini (Kapitalisme).  Dengan diterapkanya aturan tersebut, sistem ekonomi di Indonesia hampir mencapai titik kehancuranya. Dimana mereka mengambil prinsip bahwa peran negara dan agama dalam pengelolahaan sumber daya alam (SDA) dan pelayanan masyarakat sebisa mungkin diminimalkan.

Bagaimanan tidak, dalam sistem kapitalisme kekayaan alam termaksud tambang dan lainnya tidak sedikit yang mengelolanya adalah individu pemilik modal dan perusahaan swasta. Hal ini, membuat asing dengan mudah merampok sumber daya alam negeri ini. Ironinya rakyatlah yang harus menanggung akibatnya. 

Padahal, Indonesia adalah salah satu negara yang meliliki kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah, tetapi sayang rakyatnya masih banyak yang tak merasakan nikmatnya sumber daya alam tersebut. Slogan demokrasi yakni “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, mungkin ini sudah tak asing lagi di telinga kita. Namun, nyatanya hal itu hanyalah sebatas slogan semata. Alih-alih ingin menyejahtrakan rakyat, nyatanya malah menyengsarakan rakyat. 

Jika melihat dari fakta yang ada, telah nampak jelas akar masalah dari semua problem saat ini adalah diterapkanya sistem kapitalisme. Kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok, yang seharusnya negara dapat menjamin kestabilannya untuk rakyat. Kenaikan harga pangan dengan alasan akhir tahun sulit dihindari dan hal itu terjadi secara berulang. 

Seharusnya, hal itu sudah cukup membuat pemerintah bisa mengantisipasi jauh-jauh hari. Namun, kenyataanya berbeda, lagi-lagi pemerintah tidak dapat menjamin kestabilan harga pangan untuk rakyat. Bukti pemerintah masih minim dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Maka dari itu, Islam hadir dengan solusi yang dapat memecahkan masalah pangan saat ini. Islam tak hanya mengatur masalah peribadahan saja, tetapi juga mengatur masalah ekonomi dalam sebuah negara. Segala kekayaan alam dalam sistem Islam adalah kepemilikan umum yang wajib dikelola oleh negara dan hasilnya dinikmati oleh rakyat. Sebab, pada dasarnya pangan merupakan hal yang sangat penting dan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia. Rasulullah saw bersabda, “Kaum muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam 3 hal: air, rumput, dan api” (HR Ibnu Majah).

Oleh karena itu, negara wajib menjamin kebutuhan pangan pada masyarakatnya tanpa terkecuali. Dengan terpenuhinya kebutuhan pokok pada setiap masyarakat akan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia. 

Namun, sekali lagi itu semua hanya bisa tercapai jika negara menerapkan sistem yang tidak hanya menguntungkan sebagian pihak saja, tetapi adil bagi semua warga negaranya. Tentu hal itu akan terwujud jika aturan-Nya diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali sistem ekonomi Islam. 

Dengan demikian, sebagai  muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, seharusnya kita menjadikan aturan Allah sebagai aturan dalam kehidupan kita. Menyuarakanya kepada seluruh manusia, agar mereka dapat paham dengan aturan Islam dan bersama menegakkan aturan-Nya. Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]


Penulis adalah siswi SMA Negeri di Konawe
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Febri Ayu Irawati: Bahan Pangan Naik, Rakyat Menjerit Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com