Latest News
Tuesday, December 4, 2018

Komentar Muslim Arbi Saat Melihat dan Ikuti Reuni Akbar 212 Di Monas

Muslim Arbi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Dengan hati yang tulus dan penuh kegembiraan saya hadir dalam acara Reuni 212 di Monas, Ahad, 2 Desember 2028. Begitu aku Muslim tentang Reuni Akbar 212 yang dirinya berada bersama 11 juta peserta lainnya.

"Kebetuluan tanggal 2 Desember itu, bertepatan dengan hari Ahad, hari libur dan berlaku car free day di se panjang jalan Sudirman, Thamrin hingga Monas. Sehingga sepanjang jalan itu tidak ada mobil yang bisa lalu lalang. Dan hari itu jutaan manusia pun tumpah ruah," Komentar Muslim Arbi yang juga sebagai Kordinator Gerakan Perubahan (GarPu) kepada radarindonesianews.com melalui barisan pesan whatsappnya Selasa (4/11/2018). Tidak bisa di bayangkan kalau tanggal 2 Desember kemarin bukan hari Libur. 

Menurut Muslim Arbi yang produktif menulis pemikiran-pemikiran dan opininya di banyak media online ini, dirinya hadir dalam acara Reuni 212 yang oleh panitia disebut sebagai perayaan Hari perayaan Kanjeng  Kanjeng Nabi Muhammad SAW untuk merajut Ukhuwah secara Nasional dan Internasional. Dari berbagai suku, agama dalam dan luar negeri hadirr menyatu menjadi lautan manusia bak lautan manusia di Padang Mahsyar. Allahu Akbar.

"Saya harus menggapai Monas dengan berjalan kaki bersama para jamaah lain. Peserta yang berkendaraan sepeda motor, mobil dan bis-bis besar pun harus rela dan penuh kesabaran karena sangat macet dan tidak bergerak," Ujarnya.

Muslim menambahka, dirinya hanya mampu sampai di Kwitang Senen, persis di depan Markas Brimob. 

"Saya tak sanggup lagi lanjutkan perjalanan menuju Monas. Karena sdh tidak ada celah jalan lagi. Para Jamaah pun banyak yang harus pasrah gagal mencapai Monas." Ucapnya.

Meski demikian, lanjut Muslim, dirinya harus cari jalan untuk tetap menuju Monas. Akhirnya Muslim Arbi harus melanjutkan dan berjalan kaki di antara himpitan mobil dan motor melalui RS Gatot Subroto dan  untuk sampai Stasiun Gambir saja, dirinya sangat bersyukur.

Dari stasiun gambir dengan pasrah hanya menatap penuh haru menyaksikan lautan manusia yang mengitari  Monas dan sekitarnya. Air mata ini menetes haru. Panggilan Ilahi dalam dada bermuatan Tauhid: La ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah, seperti yang tertulis pada jutaan bendera berwarna warni yang berkibar.

"Dada ini semakin sesak, karena berharap di akhir hayatku. Hanya kalimat itu dapat diucapkan saat jasad ini akan kembali kepada Ilaahi Rabbi dan harus berpisah dengan dunia ragawi." Kata Penulis ini menuturkan kaeharuannya.

Ya. Ini adalah Riungan Akbar abad ini yang konon mencapai di atas 10 juta manusia lebih. Mereka yang datang dari pelosok Indonesia bahkan luar negeri dengan Ikhlas dan bangga. Meski ada kekuatan yang mencoba menghalangi dan mencibir. 

Bahkan sejumlah media Nasional ogah meliput. Meski media luar negeri memberitakan dengan cermat. Sadarlah perkumpulan jutaan manusia di Monas 2 hari lalu itu, bukan peristiwa politik sehingga yang tidak sekubu tidak mau hadir dan tidak memberitakan. Itu adalah perhimpunan anak-anak bangsa untuk membangun ukhuwah dan pesan Perdamaian. 

"Saya sepekat dengan Dr Djujoto Suntani, Presiden Komite Perdamain Dunia, The World Peace Committee untuk metetapkan tanggal 2 Desember 2018 sebagai Hari Ukhuwah Dunia. Dalam hal ini saya sangat mendukung," Tegasnya.

Di akhir tulisan, Arbi menyatakan terlalu banyak yang ingin beliau ceritakan terkait Reuni 212 itu namun satu hal yang digaris-bawahinya adalah Reuni 212 merupakan cikal bakal kebangkitan Islam di Indonesia. People Power for More  Indonesia Better. []

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Komentar Muslim Arbi Saat Melihat dan Ikuti Reuni Akbar 212 Di Monas Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news