Latest News
Monday, December 17, 2018

Mila Sari, S.Th.I: LGBT Semakin Marak Di Bumi Pertiwi

Mila Sari, S.Th.I
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan fakta yang dirilis da ri sejarah LGBT di  Indonesia, LGBT yang mulai marak di Indonesia, mulai menuai dilema. Pasalnya, LGBT di Indonesia sudah ada sejak sekitar tahun 1920 dan ada juga yang menyebutkan sekitar tahun 1960 an dan terus berkembang hingga sekarang bahkan dengan perkembangan yang begitu pesat. Perkembangan komunitas LGBT disosialisasikan lewat pendirian organisasi-organisasi yang berkedok emansipasi yang merujuk kepada emansipasi wanita, mendirikan media sebagai wadah publikasi dan komunikasi antar LGBT.(www:Scribd com).

Meskipun LGBT telah merambah pesat ke berbagai wilayah di tanah air, namun bukan berarti LGBT direstui di Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan negeri yang penduduknya mayoritas Muslim, bahkan di dunia. Banyak kasus pembatalan nikah sesama jenis yang tengah berlangsung di Indonesia. Seperti yang terjadi pada tahun 2015 lalu, beredarnya foto-foto perayaan pernikahan antara sesama laki-laki yang berlangsung di Bali yang menghebohkan dunia Maya, sampai pada akhirnya kasus ini diketahui dan diusut oleh pihak yang berwajib (Liputan6.com).

Selanjutnya kasus yang terjadi di Boyolali, pernikahan ini terbongkar karena sang istri Heniyati (25) merasa tertipu oleh suaminya "Muhammad Efendi Saputra" yang sebenarnya adalah seorang perempuan bernama suwarti(40). Juga masih ada kasus KUA Indragiri Hulu yang membatalkan pernikahan Defrian Suryono (Rio) yang aslinya juga seorang wanita bernama Ema Abu Hasan (Desi) dan Reni Haryanto di Indragiri Hulu, Riau yang membuat heboh dan berbuntut panjang. Kasus Ini terjadi pada 07 April 2016 (Liputan6.com).

Meski telah banyak kasus pernikahan antara sesama jenis di Indonesia sampai sekarang, dan Mentri Agama merestui LGBT di Indonesia dengan turut serta menghadiri acara mereka pada 4 Desember 2017 lalu (Liputan6.com) yang dimuat pada 17 Oktober 2018 lalu.  Bahkan dalam berita yang dimuat pada BBC 19 Oktober 2016 lalu, menyebutkan bahwa presiden RI melindungi LGBT lewat seruannya kepada polisi yang harus melindungi LGBT dan minoritas lainnya. Dalam pidatonya menyebutkan bahwa : " Tak ada deskriminasi terhadap kaum minoritas di Indonesia, dan jika ada yang terancam karena seksualitasnya, polisi harus bertindak melindungi mereka. (https://www.bbc.com).

Telah terlihat dari banyak fakta yang ada bahwa Indonesia darurat LGBT, darurat zina. Apabila kesalahan ini terus kita biarkan tentu akan berdampak buruk pada kehidupan masyarakat, khususnya yang ada di Indonesia. Jumlah Muslim di Indonesia banyak tapi kemaksiatan juga menjamur, karena sebagian pelaku LGBT adalah muslim yang sudah mulai kehilangan identitas diri dan lupa akan hakekat penciptaannya di bumi ini.

LGBT tidak sesuai fitrah, karena rasa kasih sayang yang Allah SWT berikan pada kita memiliki fungsi dan tujuan yang mulia. Allah SWT telah menciptakan hambaNya berpasang-pasangan agar dapat melestarikan keturunan manusia dibumi, ya inilah tujuan dari penciptaan fitrah ini. Apabila LGBT terus berkembang, maka akan bisa dipastikan bahwa tujuan dari naluri berkasih sayang antara lawan jenis akan punah dan tujuan melestarikan keturunan akan tinggal angan-angan yang tak pernah sampai perwujudannya. Regenerasi manusia akan punah.

LGBT dapat mengundang bencana bagi manusia karena mengundang murka Allah SWT. Allah SWT firmankan bahwa apabila riba dan zina telah menguasai suatu negeri, maka tunggulah azab Allah SWT karena mereka sudah Ridha dengan datangnya azab tersebut. Sudah banyak kaum di muka bumi ini yang telah Allah swt binasakan karena maksiat yang mereka lakukan, contohnya kaum nabi Luth yang juga melakukan kesalahan yang sama, homoseksual. Bahkan kasus yang mengundang duka dan trauma yang belum hilang yang menimpa Palu dan Donggala juga karena kasus yang sama, meningkatnya pelaku LGBT ditempat ini.

Salah satu cara agar kita terhindar dari murka Allah SWT adalah dengan mena'ati aturanNya agar alampun bersahabat dengan kita. Karena ketika Allah SWT telah berkehendak mendatangkan bencana atau azabNya, sungguh tidak akan ada yang mampu untuk menghalangi datangnya azab itu. Meninggalkan perilaku maksiat sungguh pilihan yang tepat bagi seorang muslim, untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita perlu untuk menata kembali sistem pengaturan interaksi antara laki-laki dan perempuan agar tidak ada kesalahan dalam kecendrungan, memperbaiki kondisi lingkungan dan sosial yang rusak serta wajibnya menutup aurat secara sempurna bagi seorang muslimah dan terus berusaha mengajak orang untuk berbuat baik serta melarang mereka dari perbuatan keji dan munkar. Agar kondisi bisa berjalan dengan normal.

Meski semua ini butuh kepada adanya sebuah institusi yang akan menerapkan aturan Islam secara total, menyeluruh dan sempurna dibawah satu kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin. Karena hanya dengan cara inilah kaum muslim dan generasi bisa terselamatkan tidak hanya di dunia tapi sampai ke akhirat kelak. Inilah yang mesti kita suarakan, penerapan Syari'at Islam secara total, sempurna dan menyeluruh. Maka untuk ini semua dibutuhkan penyatuan dari setiap muslim yang sudah semestinya bergerak, bersatu untuk mewujudkan visi mulia ini.

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Mila Sari, S.Th.I: LGBT Semakin Marak Di Bumi Pertiwi Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com