Latest News
Monday, December 24, 2018

Siti Rahmah: Poligami Ajaran Islam, Tak Perlu Ditakuti

Siti Rahmah dan suami
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  -  Ibarat sinetron, drama poligami senantiasa menarik perhatian untuk dipanaskan. Bukan lagi si pelaku yang biasanya orang muslim yang kali ini diserang tapi ajaran yang mengatur pun tak lepas dari sasaran. Mencuatnya pernyataan  Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Imam Nahe’i menyebut, pihak yang menganggap praktik poligami merupakan sunnah adalah bentuk penodaan terhadap agama Islam.

“Poligami sunah, menurut saya penodaan agama, karena tidak ada dalam fikih. Boleh saja (poligami), tapi tidak naik sampai tingkat sunah,” sebut Imam dalam acara diskusi Perempuan dan Politik; ‘Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?” di Gado-gado Boplo, Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 15 Desember 2018 kutip Tempo.co.

Penyerangan terhadap ajaran Islam tentu bukan kali pertama dilakukan. Isu-isu sensitif seperti poligami, kesetaraan gender, ketaatan istri terhadap suami dan soal waris seolah menjadi isu yang paling seksi untuk dikuliti. Berkali-kali ajaran Islam diserang terutama masalah poligami yang terus dihabisi sampai-sampai dikatakan bukan bagian dari ajaran Islam. 

Tentu pernyataan sesat seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena poligami bagian dari ajaran Islam. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas, menanggapi pernyataan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i yang menyebut poligami bukan ajaran Islam.

Poligami, kata Anwar, adalah ajaran Islam. Ia menerangkan, Islam membolehkan poligami asal sang suami bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Tapi kalau takut tidak bisa berbuat adil, maka beristrilah dengan satu orang saja.

“Oleh karena itu, mengatakan bahwa poligami bukan ajaran Islam jelas tidak berdasar dan menyesatkan,” tegasnya saat dihubungi hidayatullah.com pada Ahad (16/12/2018).

Sanggahan senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Helmy Faishal Zaini, menilai pernyataan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i yang menyebut poligami bukan ajaran Islam, jelas tidak benar.

Di dalam Islam, kata Helmy, seorang Muslim dibolehkan beristri satu, dua, tiga, atau empat.

“Tentu dengan catatan dia bisa berlaku adil. Betul-betul bisa menghindari perbuatan bohong. Karena kan memiliki istri lebih dari satu itu memiliki manajemen tersendiri,” terangnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Ahad (16/12/2018).

Poligami Bentuk Keadilian Ajaran Islam

Menyerang dan mendiskreditkan hukum poligami sama dengan menyerang ajaran Islam. Islam sebagai agama yang syamilan wa kamilan (sempurna dan menyeluruh) memiliki seperangkat syariat untuk mengatur kehidupan sehingga terjamin keberlangsungannya. Pun, terjaganya eksistensi kehidupan manusia. Ajaran Islam selain sebagai role of life juga berfungsi sebagai mu'alajah musykillah (solusi yang solutif) dalam memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi manusia. Termasuk di dalamnya syariat poligami bisa berfungsi sebagai solusi dalam kehidupan.

Tidak dipungkiri dalam kehidupan rumah tangga kadang dihadapkan pada masalah (tidak semua) yang solusinya hanya bisa diselesaikan dengan poligami. Seperti, pertama, dalam kondisi Istri yang tidak bisa memberikan keturunan, sedangkan keinganan dan kebanggan bagi laki-laki adalah ketika mereka memiliki anak. Maka dalam kondisi seperti ini poligami sebagai solusi.

Kedua, kondisi istri tidak bisa maksimal dalam memenuhi hasrat seksual suaminya. Kerena tidak bisa dipungkiri dalam realita kehidupan ada kasus yang dimana gairah seksual laki-laki yang tinggi sedangkan dalam kondisi bersamaan istrinya tidak mampu untuk selalu bisa memuaskan. Maka dalam kondisi ini pun poligami jadi solusi. Karena jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin tanpa adanya iman yang kuat terperosok ke dalam perzinaan adalah hal yang sangat memungkinkan.

Ketiga, suami yang bekerja di luar kota untuk waktu yang tidak dibatasi. Sedangkan di sisi lain sang istri tidak bisa ikut menyertainya dengan pertimbangan yang sama beratnya. Maka dalam kondisi inipun poligami adalah solusi. Karena bagaimanapun laki-laki akan senantiasa membutuhkan sosok istri yang menemani dan merawatnya.

Kondisi keempat adalah realita yang kita tidak bisa menutup mata, dimana jumlah laki-laki dan perempuan berbanding sangat jauh. Sesuai yang pernah disabdakan Rasululloh diakhir jaman jumlah laki-laki dan perempuan satu berbanding lima. Saat ini pun sama jika kita menelaah maka kita akan dapati jumlah wanita yang lebih banyak dibandingkan laki-laki. Sedangkan diantara mereka ada wanita-wanita muda yang dengan segudang potensi dan kemampuannya untuk melahirkan dan mendidik banyak generasi masih mumpuni. Jika wanita-wanita yang potensial ini dibiarkan tanpa diberi kesempatan menjalankan fitrahnya maka maka potensianya akan menguap begitu saja. Sehingga lagi-lagi dalam kondisi ini poligami adalah solusi.

Di luar semua solusi yang ditawarkan dalam syariat poligami, poligami adalah ajaran Islam. Islam sudah membolehkannya, ada atau tidak adanya kasus di atas hukum Islam tetap membolehkan poligami. Sehingga tidak layak bagi manusia menghujat dan menghabisi hukum yang sudah Allah tetapkan.

Adapun syarat adil yang senantiasa dijadikan acuan bahwa manusia tidak akan mampu melakukannya maka barometernya bukan adil secara perasaan tetapi adil dalam perlakuan dan nafkah. Tentu sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia untuk bisa adil dalam perasaan. Karena manusia akan senantiasa memiliki kecendrungan atau perasaan yang berbeda. Seperti halnya baginda Nabi saw yang memiliki kecenderungan perasaan yang berbeda kepada istri-istrinya. Namun dari sisi perlakuan, pembagian malam dan nafkah maka keadilan mutlak harus dimiliki oleh suami yang berpoligami.

Keadilan dalam nafkah ini juga tentu bukan adil dengan memberikan sesuatu sama rata dan sama rasa. Tapi adil dalam cakupan memberikan sesuatu sesuai kadar kebutuhannya. Adil yang bermakna tidak menzalimi. Di sini nampak sekali kesempurnaan dan keadilan Islam. Menghabisi ajaran poligami yang merupakan ajaran Islam tidak akan merusak kesempurna Islam justru akan mendatangkan petaka bagi manusia.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Siti Rahmah: Poligami Ajaran Islam, Tak Perlu Ditakuti Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com