Latest News
Monday, January 21, 2019

Angesti Widadi: Sehat Adalah Mahkota

Angesti Widadi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Kesehatan adalah suatu hal penting nan wajib bagi setiap Insan. Posisinya dalam Islam menduduki peringkat kedua setelah keimanan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya manusia tidak diberikan sesuatu yang terbaik sesudah keyakinan (iman) kecuali kesehatan.” (Musnad Ahmad, Juz 1, Hal. 37). 

Pada jaman Rasulullah dan kekhilafahan, kesehatan merupakan prioritas nomor satu. Banyak Rumah Sakit di era kekhilafahan berlomba untuk menjadi nomor satu dalam memberi service kepada pasiennya. RS Al- Manshuri di  Kairo menampung hingga 8000 bed, jauh dari kesan kotor dan suram, tidak ada batas waktu rawat inap dan tidak dibebankan biaya. Selain pelayanan medis, rumah sakit mampu menyediakan berbagai menu makanan yang sehat dan segar, pakaian bersih, asisten yang membantu memandikan dan memakaikan baju, sampai badut untuk menari dan menghibur pasien. ( http://helpsharia.com/2017/09/17/pembiayaan-rumah-sakit-di-era-islam/ ) 

Bahkan di zaman keemasan Islam pun, dokter dan ulama menduduki peranan penting di ranah sosial. Khalifah memiliki dokter pribadi dan sering mengirim dokter khusus untuk rakyat tertentu. Bukti perhatian khalifah terhadap rakyat dalam bidang kesehatan ialah dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis dan service terbaik. Ia juga memberikan fasilitas lengkap serta gaji yang fantastis kepada para tenaga kesehatan. Gaji dokter berkisar antara 50-750 US dolar. Seorang residen yang berjaga di rumah sakit dua hari dan dua malam dalam seminggu memperoleh sekitar 300 dirham per bulan ( Al-Ghazal, Syarif Kaf. 2009. Islamic Medicine: A Missing Chapter of The History of Medicine. Journal of the International Society for the History of Islamic Medicine edisi 8/9 2009-2010, hlmn 120-124 ) . 

Berbeda sekali dengan masa kini, jika dalam Islam negara berperan sebagai pengatur, maka saat ini negara hanya berperan sebagai regulator. Kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, sekarang menjadi tanggung jawab rakyat. Alih-alih negara membantu kesehatan rakyat dengan berbagai program asuransi, justru semua diserahkan tanggungjawabnya kepada swasta dan rakyat. Jadilah saat ini, kesehatan dijadikan ladang bisnis oleh beberapa kalangan tertentu. Slogan masa kini yang sudah sangat terkenal yaitu orang miskin tidak boleh sakit. Kenapa slogan tersebut bisa muncul? Karena mahalnya biaya kesehatan di jaman Kapitalisme. Sakit merupakan takdir Allah yang tidak bisa kita hindari. Kemana perhatian negara kepada rakyat dalam aspek kesehatan? Mengapa rasanya sulit sekali berobat dengan biaya murah? 

Karena sistem yang ada sekarang ini menerapkan sistem liberal-kapitalisme, dimana swasta paling diuntungkan dalam bisnis kesehatan. Padahal, sehat adalah mahkota dan jantung negara. 

Islam sangat mementingkan kesehatan karena ia merupakan mahkota. 

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan.  (HR.Muslim).

Badan yang sehat akan berimbas pada tubuh yang kuat. Ketika kita diberi nikmat sehat dan tubuh yang kuat, maka kita dapat menjalani berbagai amanah dengan baik. 

Oleh karena itu, marilah kita sama sama menerapkan hukum Islam secara sempurna agar bisa memperoleh layanan dan fasilitas kesehatan secara cuma-cuma. Wallohu a'lamu bis showwab.[]

Penulis dalah seorang guru BTQ, SDIT Mutiara Hati, Tambun-Bekasi, Jawa Barat
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Angesti Widadi: Sehat Adalah Mahkota Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com