Latest News
Saturday, January 12, 2019

Susi Maryam Mulyasari S.Pdi: Politik Pencitraan di Balik Kebijakan Penurunan Harga BBM

 Susi Maryam Mulyasari S.Pdi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Pada awal Januari ini pemerintah telah menurunkan harga BBM nonsubsidi ketika harga minyak dunia sedang naik. Dari keterangan pertamina, Pertalite turun Rp 150 per liter, Pertamax turun Rp 200 per liter, Pertamax Turbo turun Rp 250 per liter, Dexlite turun Rp 200 per liter, dan Dex turun Rp 100 per liter. Kebijakan penurunan ini dipandang oleh sebagian ahli kurang tepat, semestinya penurunan ini bisa dilakukan pada bulan November 2018 seperti yang dilakukan oleh beberapa Negara diantaranya Australia. 

Selain dipandang kurang tepat karena terlambat merespon perubahan harga minyak dunia, selain itu menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon turunnya harga Pertamax Cs merupakan kebijakan yang politis, beliau menambahkan “"Ya kalau sekarang apa yang tidak ada kaitannya dengan politik, termasuk penyaluran bansos (bantuan sosial). Bahkan pencapaian-pencapaiannya saja dikaitkan dengan politik untuk kepentingan elektabilitas," kata Fadli yang di lansir detikfinance.com.

Bahan bakar minyak merupakan kebutuhan pokok yang harus disediakan oleh Negara sebagai pihak yang bertanggung jawab di dalam pengaturan urusan rakyat. Negaralah seharusnya menyediakan BBM dengan biaya yang murah dengan nominal harga terjangkau tanpa ada maksud dan tujuan tertentu. Namun demikian kebijakan penurunan harga BBM ketika harga minyak dunia naik syarat dengan kepentingan politik untuk mendulang suara di pesta demokrasi nanti. 

Di era kapitalisme sekarang dominasi para pemilik modal sangatlah kental, akan sangat mempengaruhi sikap pemerintah di dalam mengambil kebijakan, karena semuanya ditentukan oleh kepentingan, kolaborasi diantara penguasa dan pengusaha di dalam kubaran fragmatisme dan trasaksional politik sangat mungkin terjadi, bahkan simbiosis mutualisme diantara keduanya menyebabkan rakyat menjadi tumbal kerakusan mereka. 

 Rakyat menjadi objek bulan-bulan penguasa di dalam menjalankan roda pemerintahan nya, karena semuanya harus mengikuti kemauan para kapitalis global yang mencekram negeri ini, payung hukum yang melindungi kebijakan pemerintah ini tak sedikit berbau neo-liberalisme dan imperialisme sebagai contoh misalnya UU Modal asing, UU SDA dll yang berpihak pada kepentingan para pemiliki modal. 

oleh karena itu rakyat harus diedukasi bahwa perubahan tidak akan pernah terjadi kearah lebih baik kalau masih mengandalkan sistem demokrasi sekuler yang di lahirkan dari rahim ideologi kapitalisme, hanya Islam lah satu-satunya sistem yang akan memberikan keadilan dan kesejahteraan di bawah naungan sistem pemerintahan Islam yaitu sistem khilafah.

Sebagaimana Allah swt sampaikan di dalam surat Al-araf ayat 96 

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Susi Maryam Mulyasari S.Pdi: Politik Pencitraan di Balik Kebijakan Penurunan Harga BBM Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com