Latest News
Sunday, February 10, 2019

Cici Aprisa: Sate Mengandung Bahan B2 Bukti Lemahnya Jaminan Produk Halal

Cici Aprisa
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Mencari makanan yang halal dan baik memang sekarang agak sulit ditemukan, makanan yang halal seakan langkah, kemajuan zaman dan teknologi hari ini ternyata telah menjadikan bahan yang haram dimakan dipoles menjadi sebaik mungkin sehingga sangat sulit dibedakan mana yang halal mana yang haram. 

Beberapa hari yang lalu yang sempat membuat heboh warga di padang dengan ditemukannya sate yang mengandung daging babi. Menurut Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang Novita Latima menyebutkan bahwa kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan masyarakat pada oktober 2018 lalu. Menindaklanjuti laporan itu kemudian petugas membeli sate tersebut untuk kemudian diperiksa lebih lanjut. Hasilnya kata Novita baru diketahui pada 21 januari 2019, sebab sate yang dibeli itu dikirim ke Balai POM Aceh karena di sana peralatannya lebih canggih untuk pemeriksaan. Hasilnya, terbukti bahwa daging sate KMS positif B2 atau mengandung daging babi. 

Persoalan makanan yang mengandung bahan babi memang agak sensitive bagi kaum muslim karena itu berkaitan dengan aturan Islam bahwa babi merupakan makanan yang telah diharamkan oleh Islam secara mutlak baik sedikit maupun keseluruhan namun masalah daging babi ini bukanlah polemic yang baru kita dengar hari ini, namun jika di Padang itu merupakan masih jarang ditemukan, karena memang masyarakat di Padang yang kental dengan Keislamannya dan budaya minang. Falsafah di minang yang mengatakan bahwa “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah, syara’ mangato adat mamakai”, falasah itu berarti menjelaskan bahwa masyarakat di minang, selalu berpatokan kepada syariat Islam dalam hal apapun, maka apa yang jelas-jelas diharamkan oleh syariat Islam maka itu merupakan keharaman bagi kita untuk mengkonsumsinya. 

Setiap Tahun bahkan hampir setiap saat kita selalu disuguhkan dengan kasus produk makanan ataupun produk kesehatan yang mengandung bahan baku babi seperti es krim, coklat Cadbury, bakso, dan lain sebagainya. Namun kasus ini selalu saja berulang tanpa ada solusi yang pasti dari pemerintah padahal bagi kaum muslimin produk-produk yang mengandung bahan babi merupakan suatu keharaman. Namun mengapa kasus ini selalu saja berulang?

Terus berulangnya kasus ini berarti ada yang salah dalam pengaturan produk halal ini , sebenarnya beredarnya produk yang tidak mengandung label halal ini merupakan buah dari sistem kapitalis hari ini, yang mana dalam sistem ekonomi sistem kapitalis yang berprinsip bahwa bagaimana supaya dalam berdagang tersebut dengan menggunakan modal yang sekecil-kecilnya namun bisa mendapatkan untung yang sebesar-besarnya sehingga melakukan berbagai cara dilakukan dalam meraup untung yang sebesar-besarnya, karena memang dalam zaman sekarang harga daging sapi yang mahal, sehingga mereka menjadikan daging babi sebagai bahan dalam pembuatan produk-produk makanan termasuk sate yang beredar di padang. 

Sistem sekulerisme hari ini yang memisahkan agama dalam kehidupan masyarakat telah menjadikan masyarakat krisis iman dan moral sehingga dalam mencari rezeki pun tak lagi memerhatikan hal-hal yang telah diharamkan oleh syariat Islam. Selain itu juga disebabkan karena kurangnya perhatian pemerintah dalam menjamin kehalalan terhadap apa yang dikonsumsi masyarakat. Sehingga produk-produk yang mengandung bahan yang haram bisa beredar dengan luas tanpa control, sehingga masyarakat sulit mendapatkan makanan yang halal untuk dikonsumsi. 

Beredarnya makanan-makanan yang mengandung bahan babi menunjukkan betapa lemahnya posisi kaum muslimin sebagai konsumen yang menyebabkan mereka kadang sering mengkonsumsi makanan-makanan yang haram. Sebenarnya DPR sudah mencanangkan tentang RUU jaminan produk halal (JPH) yang rencananya akan mewajibkan setiap produk yang beredar di Indonesia untuk memiliki label halal. RUU ini akan menjadi payung untuk konsumen muslim bisa mengkonsumsi makanan yang halal. Namun upaya ini tidaklah mudah karena mendapatkan banyak tantangan dengan berbagai alasan, YLKI misalnya karena label halal akan mematikan usaha kecil dalam menanggung label halal dan juga menurut kaum liberal itu merupakan diskrimninasi terhadap kaum minoritas dalam mengkonsumsi makanan yang tidak halal. 

Sudah sekian lama produk-produk makanan yang mengandung bahan-bahan yang haram seperti daging babi sekamin hari semakin menjadi tanpa ada solusi yang pasti karena memang begitulah dalam kehidupan hari ini, karena hari ini ekonomi dan pengaturan kehidupan yang diadopsi dan dikuasai barat, mereka tidak memperhatikan halal dan dan haram, yang penting ada keuntungan disana, sehinngga itu memberatkan bagi kaum muslim.

Untuk mendapatkan jaminan halal dalam mengkonsumsi makanan hari ini maka perlulah institusi negara yang akan menetapkan aturan yang akan menjamin halal haram, bukan hanya sekedar himbauan bukan kewajiban, sehingga kadang-kadang himbauan itu tak menjamin produsen untuk memproduksi makanan yang halal. Selain itu juga pentingnya control diri individu dengan ketaqwaan sehingga tidak tergoda untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual yang haram, selain itu perlu juga control masyarakat, karena jika masyarakat sudah saling peduli maka hal-hal yang demikian bisa lebih teratasi, namun peran negara sangatlah penting aturan negara yang memang menjamin ini, karena jaminan halal merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga agama. Apalagi Indonesia yang merupakan masyarakat muslim terbesar, maka sangat berbahaya jika produk yang haram semakin beredar dengan bebas. 

Untuk bisa terlaksananya dan adanya jaminan halal, makanya sangat perlu sekali kita ganti sistem kehidupan negara yang menerapkan sistem kapitalis sekuler ini dengan sistem atau aturan Islam. Karena hanya dengan negara yang berlandaskan syariat Islamlah masyarakat bisa mendapatkan jaminan halal dalam mengkonsumsi kebutuhannya.[]

Penulis adalah seorang guru di Sumbar, Padang.
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Cici Aprisa: Sate Mengandung Bahan B2 Bukti Lemahnya Jaminan Produk Halal Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news