Latest News
Wednesday, February 6, 2019

Fitria Miftasani, M.Si: Ahmad Dhani dan Hipokrasi Penguasa

 Fitria Miftasani, M.Si
RADARINDONEWSIANEWS.COM, JAKARTA - Ada yang menarik pada pertunjukkan Dewa 19 di Stadion Malawati, Shah Alam, Kuala Lumpur Malaysia yang beredar dengan massif di berbagai platform media sosial. 

Konser yang seharusnya menjadi ajang reuni Group Band legendaris Dewa 19 dengan mantan vokalis Ari Lasso dan Once Mekel yang direncanakan bergabung kembali, berubah menjadi konser tribute to Ahmad Dani. Musikus yang terkenal dengan opininya yang kontroversial itu dijebloskan ke penjara karena tuduhan melakukan ujaran kebencian.

Lagu “Hadapi Semua dengan Senyuman” yang dibawakan oleh Ari Lasso sukses membuat stadion Malawati berubah dipenuhi tangisan haru. Dengan lirik terakhirnya “Menyerahlah untuk Menang” menggiring opini untuk terus melawan dalam kondisi apapun. Dul, anak Ahmad Dhani yang berwajah mirip dengannya itu bermain keyboard sambil bercucuran air mata. 

Penahanan Ahmad Dhani menjadi sebuah kesalahan besar bagi penguasa dalam upayanya mempertahankan kekuasaan. Kesalahan yang tak mungkin diralat sebagaimana rencana pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir atau pemberian remisi kepada kader PDIP yang diduga membunuh wartawan. Jokowi harus berhadapan dengan para penggemar Ahmad Dhani yang pilihan politiknya beragam. Dul dan Al yang tampil dalam konser dengan berlinangan air mata akan mampu menarik simpati para ibu yang anaknya menderita karena penahanan ayahnya.

Publik sudah semakin cerdas, rezim ini sudah terang-terangan timpang dalam hal penegakkan hukum. Memang banyak dari kita yang tidak setuju dengan sikap Ahmad Dhani yang mengundang kontroversi namun kita juga tidak sepakat apabila kebebasan dalam mengungkapkan perbedaan dan perlawanan dipasung. 

Masih ingat bagaimana kasus Viktor Laiskodat yang lolos dalam jeratan hukum padahal dia juga mengeluarkan ujaran kebencian? Di rezim ini banyak oposisi yang dijebloskan ke penjara karena lugas menyampaikan kritik namun kawan sekubu diloloskan meski sudah jelas melanggar hukum.

Semua ini sungguh telah menjadi bukti bahwa dalam sistem demokrasi, kebebasan berpendapat hanyalah sebuah ilusi. Sikap anti kritik yang represif ini menjadi catatan bahwa politik dalam sistem demokrasi ditujukan untuk melanggengkan kekuasaan semata. Tidak mengherankan bahwa pada praktiknya sistem ini tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. 

Berbeda dengan sistem Islam yang benar-benar tegak untuk mengurusi kepentingan rakyat. Islam juga membuka ruang pada rakyat untuk mengawal pelaksanaannya dengan muhasabah sesuai dengan tuntunan hukum syara. Wallahu alam bishowab.[]

Penulis adalah seorang dosen dan ibu rumah tangga
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Fitria Miftasani, M.Si: Ahmad Dhani dan Hipokrasi Penguasa Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com