Latest News
Sunday, February 10, 2019

Ida Purwati, S.E.I; Kekayaan Alam Indonesia Hak Siapa?

   Ida Purwati, S.E.I
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyoroti maraknya korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Menurut Laode, banyak pejabat di Indonesia yang sengaja menjual murah SDA. Para pejabat menjual murah sumber daya alam untuk kepentingan pribadinya. Sayangnya, kata Syarief, baru sedikit pejabat nakal tersebut yang ditangkap dan terbukti melakukan korupsi. 

"Banyak sekali sumber daya alam di Indonesia dijual murah oleh pejabat. Dan ingat, yang ditangkap itu hanya sebagian kecil dan sebagian besar belum tertangkap, Jumat (25/1/2019). Kita tidak bisa memungkiri, bawa kekayaan alam Indonesia begitu besar. Hingga sering disebut "gemah ripah loh jinawe (kekayaan alam yang berlimpah)". 

Hal ini tentu membuat siapapun ingin memilikinya. Memiliki kekayaan alam yang tak terbatas, yang mungkin tak habis 7 turunan sekalipun. Hal inilah yang membuat beberapa oknum pejabat menghalalkan berbagai cara dengan memanfaatkan kekayaan publik untuk menambah pundi2 di kantong pribadinya.

Di Indonesia, kasus seperti ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Sistem ekonomi kapitalis pun digadang-gadang merupakan salah satu aspek yang memiliki peranan penting mengapa kasus ini bisa tumbuh dengan suburnya. Pengelolaan SDA yang di dalamnya adalah bagian dari sitem ekonomi, telah diserahkan kepada individu dengan standar perbuatannya adalah manfaat. 

Jika yang dilakukan itu ada manfaat baik secara materi maupun non materi, maka akan dilakukan. Dan sebaliknya, jika yang dilakukan tersebut tidak mendapatkan manfaat, maka akan ditinggalkan. Tak peduli apa yang dilakukannya tersebut akan membahayakan orang lain atau tidak. Memang benar, dalam UU yang berlaku di Indonesia telah ada sanksi khusus bagi pejabat oknum bakal tersebut. 

Sebagai contoh beberapa oknum pejabat nakal yang sudah tertangkap pun sudah diberikan hukuman. Namun sayang hukuman tersebut tak jarang tidak setimpal dengan apa yang sudah diperbuat dan kerugian akibatnya. Sehingga tidak memberikan efek yang jera pada yang bersangkutan maupun yang lainnya.

Sejatinya, Allah memberikan alam yang begitu indah dan kaya adalah sebagai wujud kasih sayangNya pada hambaNya. Dan yang perlu digarisbawahi adalah kita harus memanfaatkan kekayaan tersebut sesuai dengan aturanNya agar meraih ridho Allah SWT. 

Di dalam Islam seseorang boleh saja memiliki kekayaan dengan memiliki sesuatu, namun harus dipastikan lagi bahwa apa yang dimilikinya tersebut bukanlah apa-apa yang diperuntukkan bagi banyak orang. Sebagai contoh sabda Nabi Muhammad saw. 

“Sesungguhnya dia (Abyadl bin Hammâl) mendatangi Rasulullah saw, dan meminta beliau saw agar memberikan tambang garam kepadanya. Ibnu al-Mutawakkil berkata,”Yakni tambang garam yang ada di daerah Ma’rib.” Nabi saw pun memberikan tambang itu kepadanya. 

Ketika, Abyad bin Hamal ra telah pergi, ada seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata, “Tahukan Anda, apa yang telah Anda berikat kepadanya?Sesungguhnya, Anda telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti air mengalir”. Ibnu al-Mutawakkil berkata, “Lalu Rasulullah saw mencabut kembali pemberian tambang garam itu darinya (Abyadl bin Hammâl)”. (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban) [1]

Begitu indah Islam dalam mengatur urusan manusia, dan sudah saatnya kita kembalikan Islam sebagaimana mestinya, bukan sekedar agama spiritual semata.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Ida Purwati, S.E.I; Kekayaan Alam Indonesia Hak Siapa? Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news