Latest News
Monday, February 11, 2019

Sarah Pilbahri: Bahaya Propaganda Indonesia Negara Paling Santai di Dunia

 Sarah Pilbahri
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), Indonesia juga menyimpan puluhan, ratusan bahkan ribuan tempat destinasi wisata. Tidak mengherankan Negeri yang diberi gelar Zamrud Khatulistiwa ini menjadi salah satu destinasi wisata, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan Indonesia dijuluki “Surga Tropis”. 

Laporan dari agen perjalanan asal Inggris, Lastminute.com menyebut Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The World, atau Negara paling santai di seluruh Dunia. Kata santai di sini dalam artian positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan. Berdasarkan penelitian terhadap berbagai faktor di suatu Negara. Misalnya banyaknya cuti tahunan, polusi suara dan cahaya (lingkungan), hak asasi manusia, budaya, dan banyaknya tempat spa atau retreat.[kompas.com]

Kemudian Lastminute.com menyimpulkan penelitian tersebut menjadi 15 destinasi teratas. Hasilnya Indonesia berada di urutan teratas, dengan faktor lingkungan yang unggul dari semua negara. Budaya di peringkat enam, banyaknya cuti peringkat 13, dan hak asasi manusia di peringkat 14. 

Berbagai macam peringkat dunia diberikan kepada Indonesia, ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia sudah go-International. 

Propaganda terus dilakukan dengan menyebut Indonesia sebagai negara Destinasi pariwisata terbaik. Pembangunan pariwisata dijanjikan akan memberikan ekonomi yang layak dan makmur bagi Indonesia. Namun di balik janji tersebut, apakah ekonomi Indonesia layak dan makmur ? tentu saja tidak. 

Malah sebaliknya, berdampak negatif bagi Indonesia. Sebenarnya Indonesia terjajah dari segi pemikiran. Contohnya: cara berpakaian yang minim, budaya yang permissive dan liberal, minuman keras dan pergaulan bebas. 

Banyak wisatawan yang datang ke tempat pariwisata, bukan hanya untuk menikmati pariwisatanya, tetapi mencari jasa layanan seksual. Termasuk mencari anak-anak yang bisa melayani hasrat seksual. Tentu adanya keinginan masyarakat meniru hal tersebut. Sungguh liberalisme dan sekulerisme sangat berdampak masif dan sangat memungkinkan masuk melalui destinasi pariwisata namun tidak banyak dari kita yang menyadari hal demikian. 

Di dalam Al-Qur’an pun telah dituliskan bahwa: “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [QS. Al-Baqarah:120]. 

Islam memandang pariwisata adalah suatu hal yang diperbolehkan. Destinasi pariwisata dalam Islam, bertujuan dalam dua hal. Pertama, sebagai objek mempropaganda dakwah untuk semakin menanamkan ide islam. Dengan bertafakur kepada Allah dan menyadari kebesaran dan keagungan Allah. Kedua, sebagai propaganda untuk menunjukkan kebesaran Negara Islam. 

Sekarang sudah jelas semua itu hanya tipu daya sekulerisme untuk menghancurkan dan memecah bela umat islam. Untuk itu, sudah seharusnya kita sadar dari upaya penjajahan Barat dan berupaya membangun kembali ideologi islam.[]

Penulis adalah mahasiswi UIN Imam Bonjol, Padang, Fakultas Tarbiyah - semester 2
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Sarah Pilbahri: Bahaya Propaganda Indonesia Negara Paling Santai di Dunia Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news