Latest News
Wednesday, March 27, 2019

Ammylia Rostikasari, S.S: Gigitlah Sunah Demi Kepemimpinan Penuh Berkah

Ammylia Rostikasari, S.S
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Hawa gerah semakin dirasa. Permasalahan kepemimpinan di Indonesia masih menjadi isu utama. Debat demi debat calon pemimpin sudah disaksikan jutaan pasang mata masyarakat Indonesia. Namun, janji perubahan yang ditawarkan masih saja pada solusi yang terkesan tambal sulam.

Masalah ekonomi yang kian kroni. Suasana politik yang penuh intrik. Juga terciduknya satu persatu pejabat partai yang melakukan korupsi, lebih dari cukup telah membuah masyarakat menjadi kian jemu cenderung sulit percaya lagi.

Indonesia butuh perubahan yang mengakar. Bukan hanya pada personal kepemimpinan. Namun, juga tatanan juga sistem kepemimpinan.

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim. Bahkan dengan penduduk Muslim nomor wahid di dunia. Seharusnya kita lebih mengandalkan akal sehat sebagai hamba Allah subhanahu wata’ala. Dialah yang memiliki peran sebagai Sang Pencipta juga Sang Pembuat Hukum bagi setiap hamba-Nya.

Begitu pun dalam persoalan kepemimpinan. Mengapa sebagai negeri Muslim, negara ini tidak menelaah jati dirinya? Bahwa setiap persoalan yang dihadapi bangsa tidak terlepas karena efek menjauhnya hubungan negeri ini dengan keimanan dan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wata’ala dan potret kepemimpinan yang diteladankan Nabi Muhammad saw.

Jika saja pemimpin negeri ini mau meresapi sebuah petuah penting dari Muhammad saw. Dari al-Irbadh bin Sariyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. Memberi peringatan kepada kami yang membuat hati kami bergetar dan mata berlinang. Maka kami katakan: “Ya Rasulullah, seolah-olah itu peringatan perpisahan, maka berilah kami wasiat”. Beliau bersabda: ”Aku wasiatkan kepada kalian untuk takwa kepada Allah, dan mendengar serta taat meskipun yang memerintah kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang hidup sesudahku, ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka kalian wajib berpegang kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi geraham, dan jauhilah oleh kalian perkara baru yang diada-adakan sebab semua bid’ah adalah kesesatan” (HR Ahmad, Abu Dawud Ibn Majah, at-Tirmidzi, dan at-Tirmidzi berkata hadist ini hasan shahih)

Maka setelah memahami wasiat berarti dari Nabi Muhammad saw. Ada beberapa pesan penting yang menjadi kunci syar’i dalam persoalan kepemimpinan.

Pertama, takwa adalah sebaik-baik sikap seorang hamba kepada Allah Swt. Takwa adalah perisai (wiqayah) dari pedihnya azab Allah. Oleh sebab itu, berlaku tunduk patuh dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam hal kepemimpinan adalah cerminan dari takwa.

Kedua, pesan penting untuk taat pada pemimpin. Sosok pemimpin yang wajib ditaati adalah pihak yang senaantiasa menerapkan hukum yang berasal dari Al-Quran dan As- Sunah, bukan pihak yang berpegang pada bid’ah atau mengada-ada kan perkara yang tertolak dalam pandangan Syara, seperti halnya penerapan demokrasi di negeri ini.

Ketiga, wasiat untuk selalu menggigit sunah Rasululah saw dan sunnah khulafaur rasyidin dalam hal kepemimpinan. Ini yang menjadi petuah penting bahwa metode kepemimpinan ideal merupakan yang dicontohkan oleh Rasulullaah dan khulafaur rasyidin. Sebuah kepemimpinan yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam sebuah negara yang terpusat (sentralisasi).

Keempat, pesan penting menjauhi bid’ah yang menutup redaksi hadist. Bahkan Rasulullaah saw begitu menegaskan bahwa bid’ah atau perkara baru yang diada-adakan merupakan kesesatan. 

Menurut Imam Asy-Syafi’i, al-muhdatsah, bahwabid’ah dimaknai perihal yang menyalahi Kitabullah Sunah Rasulullah juga ijma sahabat dikatakan sebagai bid’ah dhalalah (Muhammad al-Khatib Asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj 4/436).

Dengan demikian, sudah saatnya pemimpin dan calon pemimpin negeri ini meninggalkan segala perkara yang menyalahi syariat. Pilihlah panduan Islam dalam potret kepemimpinan. Gigitlah sunah Nabi dan Khulafaur Rasyidin! Niscaya negeri ini berkah karena setiap perkara ditemalikan dengan syariat. Wallahu’alam bishowab.[]


  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Ammylia Rostikasari, S.S: Gigitlah Sunah Demi Kepemimpinan Penuh Berkah Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com