Latest News
Wednesday, March 13, 2019

Angesti Widadi: Mahkota Perhiasan Yang Dicampakkan

Angesti Widadi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Internasional Woman's Day atau hari perempuan internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret. IWD digagas oleh penganut feminisme. Saat status perempuan sangat direndahkan dan dihinakan. Feminis menggaungkan kebebasan perempuan. Melepaskan mereka dari pengekangan kaum laki-laki.

Zaman jahiliah perempuan begitu direndahkan. Contohnya pada peradaban yunani kuno. Wanita dari kalangan bawah dijadikan komoditi untuk diperjual belikan. Dijadikan budak  serta pemuas nafsu kaum lelaki. Di Eropa yang terkenal dengan negeri modern pun pernah memperlakukan wanita secara keji. Pernah ada pembantaian besar-besaran terhadap perempuan karena mereka menganggap perempuan sebagai sumber penyakit. 

Perempuan banyak mengalami penindasan dan diskriminasi, maka mereka bergerak liar untuk mendapat kebebasan. Atas dasar inilah muncul kesetaraan gender dan feminisme . Mereka menganggap perempuan setara dengan lelaki karena perempuan punya hak dan potensi yang sama bahkan lebih. Feminis menganggap mereka bebas bergerak dan melakukan semau mereka tanpa adanya pengekangan. Misal dalam segi cara berpakaian. Mereka menuntut untuk diperbolehkan berpakaian mini. Mereka berpandangan bahwa “ MY BODY MY OTORITY “ “ AURAT GUE URUSAN GUE “.

Paradigma feminis jelas salah besar. Justru semakin menghinakan perempuan. Kebebasan yang di anggap baik, justru musibah bagi lelaki dan lingkungan masyarakat. Kaum Adam menganggap mereka seperti barang murahan yang bisa dijamah kapan saja. Sangat keliru jika beranggapan bahwa kesetaraan gender membuat lebih maju dan meningkatkan perekonomian. 

Feminis menanggalkan mahkota perhiasan dalam diri demi cita-cita semu. Meninggalkan peran mulia perempuan yang telah Allah berikan. Banyak konflik yang terjadi saat perempuan menggaungkan kebebasan. Rumah tangga hancur dan anaknya tidak terurus bahkan menjadi brandalan. Anak kehilangan perhatian dan kasih sayang. Menyebabkan trauma psikologis dan menjadikan mereka tidak taat terhadap aturan. Perceraian meningkat setelah Feminisme diterapkan pada kehidupan mereka.  Di Turki perceraian telah meningkat sebanyak 82% selama 10 tahun terakhir { General Directorate of Criminal Records and Statistic 2016 ). 

Islam memandang bahwa perempuan adalah perhiasan dan tonggak peradaban. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam :

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"
(HR. Muslim no.1467)

Menjadi seorang Ibu merupakan tugas mulia. Jalan untuk mendapat banyak pahala dari Allah. Derajadnya lebih tinggi dibanding seorang ayah. Keutamaan Ibu dalam Islam yakni ketika menyusui dan mengurus anaknya. Ibu yang mengurus dan mendidik anaknya dengan baik maka output yang dihasilkan akan menjadi anak sholeh dan pejuang Islam yang tangguh dan hebat. 

Kewajiban perempuan selain menjadi ibu ialah harus taat terhadap suaminya. Karena itu mencerminkan diri mereka sebagai sebaik-baik perhiasan. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Perempuan dalam Islam memiliki peran mulia. Sebagai istri sholehah dan ibu rumah tangga serta tonggak peradaban. Tugas mulia dan utama perempuan adalah mengurus suami dan mendidik anaknya. Menjadikan generasi robbani yang sholeh dan pejuang Islam. Jika perempuan menjalankan statusnya sesuai syariat Islam maka tidak ada lagi kehancuran.  Baik dalam tataran rumah tangga maupun masyarakat.  Perempuan merupakan mahkota perhiasan mulia yang dicampakkan oleh Kaum Feminis.[]

Penulis  adalah guru di SDIT MUTIARA HATI GRIYA ASRI 2 Tambun Utara Bekasi
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Angesti Widadi: Mahkota Perhiasan Yang Dicampakkan Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news