Latest News
Friday, March 15, 2019

Astari Juwita Ningtyas, Amd.Kl., SKM: Mahalnya Harga Penerbangan Domestik

Astari Juwita Ningtyas, Amd.Kl., SKM
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki jarak berjauhan dari satu pulau ke pulau lainnya. Jarak yang membutuhkan banyak waktu untuk melakukan perjalanan mengharuskan Indonesia memiliki alat transportasi yang mudah dan murah dijangkau oleh masyarakat umum. Alat transportasi yang mudah dan murah akan mempercepat pembangunan nasional terlebih dari segi perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat yang lain dalam rangka pendidikan atau pun pekerjaan. 

Akhir tahun 2018 menjadi titik awal naik nya harga tiket penerbangan dosmetik hingga 70%-90% masih berlanjut hingga awal tahun 2019. Menurut Hengki Angkasawan Kepala Informasi dan Komunikasi Publik menyatakan bahwa kenaikan harga tiket penerbangan dosmetik karena imbas dari libur akhir tahun 2018 dan kenaikan yang terjadi masih dalam taraf wajar. Kewajaran yang diungkapkan pemerintah nyatanya tidak menjadi hal yang wajar bagi masyarakat. Nyatanya Masyarakat berbondong-bondong membuat paspor untuk melakukan penerbangan dari Aceh menuju Jakarta untuk mendapatkan penerbangan yang murah dengan menggunakan penerbangan Internasional menggunakan maskapai luar negeri. Menjadi fenomena yang aneh ketika melakukan penerbangan dosmetik mengharuskan merogoh kantong lebih mahal dari pada penerbangan Internasional.

Menjadi miris melihat Indonesia sebagai negara kepulauan, namun tidak disertai dengan alat transportasi yang terjangkau. Pesawat terbang merupakan satu-satunya alat transportasi yang paling direkomendasikan untuk melakukan perjalanan antar pulau. Walaupun kapal laut menjadi salah satu solusi untuk perjalanan antar pulau tapi kita tidak dapat memungkiri jika kapal laut memiliki waktu tempuh yang lebih lama dari pada pesawat terbang. Keseriusan pemerintah dalam mengelola transportasi umum menjadi koreksi kita bersama. Alat transportasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, seharusnya menjadi fokus bagi pemerintah dalam kepengurusannya.

Disinyalir mahalnya harga penerbangan dosmetik dikarenakan naiknya harga bahan bakar dan juga nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terlalu tinggi. Melihat faktor pencetus mahalnya penerbangan dosmetik tersebut seharusnya cukup menyadarkan kita sebagai negara yang dapat menghasilkan minyak bumi sendiri harus sangat bergantung dengan harga minyak bumi di pasaran. Kemana perginya minyak bumi kita? Dollar menjadi alat tukar dunia menjadi alat ukur paling canggih untuk menentukan kekayaan sebuah negara. Bagaimana kekayaan negara dapat diukur dengan lembaran kertas yang tidak memiliki nilai intrinsik (nilai yang melekat pada benda tersebut). Bukan kah emas dan perak lebih berharga dari nilai selembar kertas?

Permasalahan yang ada di negara ini setidaknya menjadikan kita berpikir tentang solusi yang menyeluruh untuk menuntaskannya. Islam telah menawarkan kepada kita bagaimana ekonomi dan pengaturan kepemilikan sumber daya alam sehingga dapat mensejahterakan manusia dan seisinya.[]

Penulis adalah Tenaga paramedis Puskesmas Kota Bandung




                                    
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Astari Juwita Ningtyas, Amd.Kl., SKM: Mahalnya Harga Penerbangan Domestik Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com