Latest News
Tuesday, March 26, 2019

Desi Wulan Sari, S.E, MSi: Hadirkan Junnah Untuk Umat Islam Dunia

Desi Wulan Sari, S.E, MSi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Duka mendalam dialami oleh saudara-saudara kita di New Zealand saat ini. Duka ini merupakan duka seluruh umat muslim dunia yang telah dicabik-cabik kehormatannya oleh para teroris yang tidak berperikemanusiaan. 

Duka berkepanjangan belumlah usai, saudara saudara muslim di penjuru dunia masih berjuang. Berperang melawan kezaliman para penguasa zalim dan kaum kufur yang membenci Islam. Para muslimin yang berada dalam kancah peperangan selalu mempersiapkan dan membekali dirinya secara mental dan spiritual menghadapi kondisi tersebut. 

Aksi pembantaian dengan penembakan brutal jamaah shalat Jumat (15/3) telah terjadi di dua masjid di kawasan Christchurch, Selandia Baru, yaitu masjid An Noor dan masjid Linwood. Hal ini menimbulkan reaksi umat muslim dari berbagai belahan dunia dan mengecam pelaku yang dicap sebagai teroris. Sebanyak 49 orang meninggal dunia dan 48 lainnya cedera dalam peristiwa penembakan terhadap jemaah dua masjid yang tengah menunaikan ibadah salat Jumat tersebut. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut kejadian itu sebagai salah satu "hari terkelam" negara tersebut (Detiknews, 16 mar 2019). 

New Zealand dikenal sebagai Negara multikultur yang hidup damai dan harmonis. Sepanjang sejarah negara tersebut, tidak pernah terjadi peristiwa yang di luar batas seperti ini. 

Yang dialami saudara-saudara Muslim Kita di New Zealand merupakan peristiwa pembantaian yang sadis. Para pelaku teroris ini adalah orang-orang yang tidak ingin Islam hidup damai dan sejahtera di manapun mereka berada. Rasa sentimen dan pemahaman ideologi yang buta dan keliru membuat para teroris tidak memiliki hati nurani lagi, padahal manusia adalah sama kedudukannya di mata Allah SWT. 

Sejatinya teroris tidak memiliki agama. Tetapi framing yang dibuat selama ini Islam adalah teroris. Islam mereka gambarkan sebagai agama yang penuh Kekerasan dan radikal. Padahal orang-orang yang berpikiran seperti itu adalah mereka yang penuh dengan kebencian. 

Duka itu bukan saja milik New Zealand tetapi duka milik seluruh umat Muslim dunia. Sejak runtuhnya kekhilafahan Turki Ustmani tahun 1924, Umat Islam seakan kehilangan induknya. Saat ini justru umat Islam harus berhadapan dengan hukum-hukum buatan manusia yang setiap saat bisa direvisi atau diubah sesuka hati sesuai kepentingan. Tak seorang pemimpin pun yang peduli akan nasib umat muslimin di dunia. Karena Sistem nation state yang digunakan saat ini, hanya mengurus urusan dalam negeri masing-masing negara. Persoalan umat muslim hanya sebatas persoalan internal negara saja. 

Padahal umat Islam adalah satu tubuh. Seperti yang telah dicontohkan Rasul SAW dalam masa pemerintahan Daulah di Madinah. Jika satu bagian tubuh sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakitnya juga. Persaudaraan seaqidah membuktikan bahwa Islam tetap memiliki persatuan, persaudaraan, ukuwah keimanan antara satu muslim dengan muslim yang lain di seluruh dunia. 

Pemimpin Sebagai Junnah (Perisai) Umat 

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadits dari jalur Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, bahwa Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama, bersabda: 

“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [Hr. Bukhari dan Muslim] 

Imam Abu Zahrah, juga menjelaskan hal yang sama, bahwa Imâmah dan Khilâfah, begitu juga Imâm dan Khalîfah itu sama: 

“Semua mazhab politik berkisar tentang Khilâfah, yaitu Imâmah Kubrâ. Ia disebut Khilâfah, karena yang mengurus dan menjadi penguasa tertinggi bagi kaum Muslim itu menggantikan Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama dalam mengurus urusan mereka. Ia juga disebut Imâmah, karena Khalîfah biasa dipanggil dengan sebutan Imâm. Karena mentaatinya hukumnya wajib, karena masyarakat berjalan di belakangnya, sebagaimana orang yang berada di belakang orang yang menjadi imam shalat mereka.” 

Imam/Khalifah itu laksana perisai. Sebagai perisai, orang akan berperang di belakangnya dan digunakan sebagai tameng.” [Hr. Bukhari dan Muslim] 

Makna, al-Imâm Junnat[un] [Imam/Khalifah itu laksana perisai] dijelaskan oleh Imam an-Nawawi: 

“Maksudnya, ibarat tameng. Karena dia mencegah musuh menyerang [menyakiti] kaum Muslim. Mencegah masyarakat, satu dengan yang lain dari serangan. Melindungi keutuhan Islam, dia disegani masyarakat, dan mereka pun takut terhadap kekutannya.” 

Mengapa hanya Imâm/Khalîfah yang disebut sebagai Junnah [perisai]? Karena dialah satu-satunya yang bertanggungjawab sebagai perisai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain: 

"Imam/Khalifah itu laksana penggembala, dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” [Hr. Bukhari dan Muslim] 

Sebagai junnah atau perisai, Imâm harus kuat, berani dan terdepan. Bukan orang yang pengecut dan lemah. Kekuatan ini bukan hanya pada pribadinya, tetapi pada institusi negaranya. Kekuatan ini dibangun karena pondasi pribadi dan negaranya sama, yaitu akidah Islam. Inilah yang ada pada diri Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama dan para Khalifah setelahnya. 

Namun melihat kondisi umat Islam saat ini sungguh menyedihkan. Umat Islam sedang dalam keadaan terpuruk dan lemah karena ketiadaan sosok Junnah sang pelindung. Ketidakhadiran seorang pemimpin yang bisa menjadi perisai bagi umat menjadi jalan bagi kaum kufur untuk terus melakukan aktivitas dalam hal menyakiti umat. Tanpa pelindung, sampai kapan pun umat Islam akan merasakan penderitaan, kezaliman, bahkan kekejaman yang terjadi seperti pada saudara muslim Kita di New Zealand. 

Harapan umat adalah bahwa akan datang nanti seorang pemimpin yang berjuang dan membela umat., Berjuang melawan kezaliman yang dirasakan umat muslim di seluruh dunia. Hanya Daulah Khilafah Rasyidah yang mampu menjadi pemimpin bagi umat di seluruh dunia. Karena Islam datang dengan rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a'lam bishawab.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Desi Wulan Sari, S.E, MSi: Hadirkan Junnah Untuk Umat Islam Dunia Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com