Latest News
Tuesday, March 26, 2019

Eva Yulia: Penerapan Demokrasi Rusak Lahirkan Koruptor Dan Banyak Korban

Eva Yulia
RADARINDONESIANEW.COM, JAKARTA - Kementrian Agama (Kemenag) kembali didera skandal korupsi jual beli jabatan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), Prof Hibnu Nugroho menyerukan perubahan radikal di lembaga berslogan ‘Ikhlas Beramal’ itu. 

Dalam catatan detikcom. Minggu (17/3/2019), skandal korupsi tidak hanya dilakukan elite pejabatnya tapi hingga tingkat bawah. Salah satunya dilakukan oleh PNS yang juga kasir koperasi Kantor Kemenag Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Lilik Handayani.

Kasus bermula saat koperasi kantor menerima bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM secara berkala tiap tahun. Bagi PNS Kemenag yang ingin meminjam, maka mengajukan ke kantor koperasi tersebut.

Kasus korupsi sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, dan para pelakunya adalah mereka yang memegang kekuasaan.  Bahkan akhir akhir ini hampir setiap minggu KPK menangkap kepala daerah atau pejabat pemerintahan.

Ini hanya sebagian kecil kasus yang tampak ke permukaan, selain itu masih banyak yang bersembunyi di balik jabatan yang mereka pegang. Tidak diberlakukannya hukum yang setimpal menjadi salah satu faktor mudahnya para penguasa memakan uang rakyat demi kepuasan diri dan demi kenikmatan kekayaan yang hakiki. Lagi-lagi rakyat menjadi korban atas kezaliman penguasa di negeri ini.

Uang rakyat di foya-foya, sedangkan rakyat di tagih pajak, sumber daya alam di jual ke asing, semua alat kebutuhan hidup mahal. Lalu apa yang didapatkan oleh rakyat? Hanya Janji manis yang dilontarkan saat pemilu-pemilu. Rakyat tak bisa berkutik, hanya pasrah dengan keadaan yang mencekam lahir dan batin.

Namun dibalik rakyat yang hanya diam, juga banyak rakyat yang sudah sadar, bahwa dalam sistem ini tidak ada jalan keluar terbaik. Malah semakin hari kezaliman semakin nampak. Buah penerapan sistem demokrasi kapitalis yang tidak pernah memberikan kesejahteraan untuk umat. Sistem demokrasi kapitalis melahirkan para penguasa abai terhadap rakyat, haus akan kekuasan tanpa peduli rakyat asal dirinya  hidup enak.

Korupsi dalam wadah demokrasi subur bagai jamur yang takkan pupus berulang kali menjerat para pejabat. Tidak ada jaminan orang baik akan selamat dari korupsi, karena demokrasi menghalalkan segala cara. Hanya kembali kepada sistem Islam, korupsi dapat dihentikan secara tuntas.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.”

Agama Islam sendiri juga membagi istilah korupsi dalam beberapa dimensi yakni risywah (suap), saraqah (pencurian), algasysy (penipuan), dan juga khianat (penghianatan). Yang kesemuanya itu adalah hal yang dilarang dan dilaknat oleh Allah swt. larangan ini jelas dan tidak bisa ditawar-tawar, karena perbuatan tersebut sangat merugikan orang banyak.

Allah SWT berfirman : “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah [5] : 50)

Jika sistem demokrasi masih digunakan maka tak ada jalan keluar. Karena menyelesaikan segala problematika umat tidak ada acara lain selain kembali kepada menerapkan islam secara kaffah dalam bingkai khilafah.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Eva Yulia: Penerapan Demokrasi Rusak Lahirkan Koruptor Dan Banyak Korban Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com