Latest News
Sunday, March 24, 2019

Febritianingsih: Sekularisme Lunturkan Kasih Sayang Dalam Keluarga

Febritianingsih
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Keluarga dalam Islam merupakan rumah tangga yang dibangun dari suatu pernikahan antara seorang pria dan wanita yang dilaksanakan secara syar’i yaitu memenuhi syarat pernikahan dan rukun nikah yang ditetapkan dalam Islam. Keluarga terdiri dari beberapa anggota yaitu suami, istri dan anak. Bahkan anggota keluarga lainnya ikut tinggal bersama dalam satu rumah seperti kakek, nenek, paman dan bibi. 

Keluarga adalah tempat mencurahkan isi hati, baik dalam keadaan susah maupun senang. Tempat untuk mengadukan setiap masalah dan berusaha untuk mencari jalan keluar bersama-sama. Terutama seorang anak, mereka sangat membutuhkan didikan dan kasih sayang dari keluarga. Memiliki keluarga yang harmonis dan sesuai dengan ajaran Islam adalah dambaan setiap kaum muslim. 

Dalam sistem kapitalisme saat ini, telah melahirkan sebuah akidah sekularisme di mana peran agama dipisahkan dari kehidupan. Dan ini menjadi mimpi buruk bagi kaum muslim itu sendiri. Agama dianggap nomor sekian dari urusan-urusan yang lain. Agama hanya diterapkan dalam urusan spritual. Padahal, Islam mengatur seluruh kehidupan manusia mulai bangun tidur sampai bangun negara, termasuk dalam lini politik. 

Jika bukan hukum Allah yang diterapkan maka akan dikendalikan dengan hukum-hukum buatan manusia itu sendiri. Sedangkan kita ketahui bersama, manusia itu lemah dan terbatas. Jika ada pertanyaan “ ada siapakah dibalik tembok itu?” tanpa kita melihat terlebih dahulu pasti kita tidak akan mampu untuk menjangkaunya siapa dibalik tembok itu. Itu pertanda bahwa manusia itu lemah. 

Sekularisme telah memproduksi virus yang membunuh dan melunturkan kasih sayang dalam keluarga. Membuat keluarga tidak menjalankan kinerjanya sebagai pengayom dan memberikan perlindungan terutama terhadap anak-anak. Minimnya pemahaman Islam, membuat seorang ayah lalai terhadap tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tanggga yang harus membawa keluarga ke Jannah-Nya. Seorang ibu lalai terhadap tanggung jawabnya mendidik anak-anaknya. 

Belum lama ini telah terjadi peristiwa pembunuhan istri beserta anaknya yang masih berusia tujuh bulan, terjadi dikabupaten Blitar Jawa Timur, Sabtu (17/2/2019). Suami bunuh istri beserta anaknya tersebut, terjadi diawali pertengkaran keluarga kecil ini (Tribunnews.com, 17/02/2019). 

Juga peristiwa pembunuhan yang dilakukan Romi Sepriawan, warga kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, kota Bengkulu, kamis (21/2/2019). Romi tega membunuh istri dan bayinya sendiri yang masih dalam kandungan. Karena pertengkaran yang sempat terjadi sebelumnya. (Tribunnews.com, 21/02/2019). 

Peristiwa berikutnya terjadi di Lampung pelecehan terhadap gadis berusia 18 tahun menjadi korban pemerkosaan dari ayah, kakak, dan adik kandungnya sendiri (Tribunnews.com, 23/02/2019). 

Melihat potret kasus yang terjadi di atas menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi kasih sayang, tidak ada cinta kasih di dalam keluarga. Justru pememenuhan hawa nafsu yang dikedepankan. 

Masihkah tidak mau menjadikan hukum Syara’ sebagai tolok ukur kehidupan kita? Masihkah membenci Hukum Allah sebagai hukum yang diterapkan untuk kita?Masihkah meragukan Islam sebagai solusi untuk memangkas semua permasalahan yang tumbuh?

Marilah kita renungi  dan sadari bersama bahwa kita sudah jauh dengan Islam. Dan tidak ada hukum yang lebih mulia kecuali hukum Islam. Dulu kita hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Karena itu, jika kita mencari kemuliaan dari selain Islam Allah justru akan menghinakan kita” (khalifah umar bin khatab). 

Islam adalah agama paripurna. Al Qur’an telah mengatur seluruh aspek kehidupan. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang membawa hukum-hukum terbaik dari Allah SWT. Hukum-hukum Al Qur’an menjamin keberkahan dan kebaikan hidup bagi manusia di dunia dan akhirat. 

Allah SWT jelas menurunkan Al Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia yang hukum-hukumnya wajib diterapkan dalam kehidupan. Wallahu a’alam bi ash-shawab. []

Penulis adalah alumni mahasiswa universitas Kkhairun, Ternate

Fakultas pertanian, jurusan teknologi hasil pertanian

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Febritianingsih: Sekularisme Lunturkan Kasih Sayang Dalam Keluarga Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com