Latest News
Wednesday, March 13, 2019

Jasli La Jate: Islam Bukan Sekedar Agama

Jasli La Jate
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -  Sosok  ideal dengan implementasi shalat yang bagus, menjaga puasa sunnah Senin-Kamis, jujur, gemar bersedekah, akhlak mulia, menjalankan zakat dan ibadah haji.

Oleh masyarakat, hal di atas sudah jamak dianggap sebagai orang yang sholeh, paham agama. Sangat cocok untuk calon pemimpin keluarga apatah lagi negara. Ini tidak salah. Namun perlu diingat bahwa ukuran keIslaman seseorang tidak hanya dilihat dari shalat, puasa, zakat dan hajinya. Islam itu bukan hanya membahas masalah demikian (ibadah ritual) tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan.

Adalah prematur ketika menilai seseorang yang telah melaksanakan shalat lima waktu, menjaga puasa senin kamis di tengah kesibukan yang padat, dan memberikan harapan kepada rakyat kemudian ia dianggap sebagai sosok bak nabi Musa yang menyelamatkan diri dari kejaran Fir'aun dan tentaranya.

Sekularisme Biang Kerok

Pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme) adalah biang kerok dari tidak dipahaminya Islam secara total. Ketika sudah baik shalatnya, puasa, zakat dan haji ditunaikkan maka dianggaplah telah sempurna Islamnya.

Sekularisme yang berasal dari Barat telah menggorogoti pemikiran umat dengan begitu kuat. Sebagian besar umat Islam memahami bahwa dengan sholeh pribadi berarti telah memiliki spirit agama yang  bagus. Ini cukup untuk menjadi muslim yang baik. Bisa menjadi pemimpin harapan umat.

Akhirnya memahami ajaran Islam yang lain seperti  sistem sangsi, sosial, politik, ekonomi,  pendidikan dan budaya dianggap sesuatu pilihan dan bonus bagi yang mengetahuinya. Berusaha mengamalkan secara total dianggap makar. Sekularisme begitu mempreteli Islam, memilih sesuai yang diinginkan. Hubungan dengan pencipta diambil. Islam politisnya dibuang.

Islam Agama Sempurna

Islam adalah agama sempurna. Mengatur segala aspek kehidupan. Bukan hanya masalah ibadah ritual yaitu hubungan kita langsung dengan Allah seperti ibadah mahdah (shalat, puasa, zakat, haji, jihad) dan aqoid (aqidah).

Atau hubungan kita dengan dirinya kita sendiri seperti apa dan bagaimana kita kita makan, minum dan berakhlak.

Tapi Islam juga mengatur hubungan kita dengan sesama manusia lain. Yang masuk dalam capukan ini adalah sistem ekonomi, sosial, pidana, pendidikan, pemerintahan dan politik luar negeri Islam.

Sempurnanya Islam telah diberitakan kepada kita  melalui firmanNya 

  اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا   ؕ  

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. [QS. Al-Ma'idah: Ayat 3]

Sehinggganya kita tidak bisa menilai seseorang hanya karena menerapkan ibadah mahdah kemudian menyimpulkan dia bak sosok nabi atau bagaikan sosok Umar bin Khattab. Namun ia pula harus mau dan berusaha menjalankan Islam secara total. Karena kita diperintahkan untuk menjalankan Islam secara kaffah. 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآفَّةً ۖ  وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ؕ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu".
[QS. Al-Baqarah: Ayat 208]

Sesuai ayat diatas, kita diperintahkan untuk masuk Islam secara kaffah. Artinya kita harus mengamalkan secara total. Bukan hanya sekedar spirit dan bukan pula hanya sekedar slogan kosong belaka.

Islam tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas keseharian. Namun Islam harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan baik skala individu, masyarakat maupun negara. Dan ini hanya bisa diterapkan melalui institusi pemerintahan Islam itu sendiri yaitu Khilafah ala' minhaj annubuwwah. Sehingga dengan ini sempurnya Islam bisa dilihat dan rahmatnya bisa dirasakan dan menyinari seluruh alam.

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam". [QS. Al-Anbiya: Ayat 107].Wallahu alam bi shawab.[]

Penulis adalah anggota Akademi Menulis Kreatif, Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Pulau Taliabu

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Jasli La Jate: Islam Bukan Sekedar Agama Rating: 5 Reviewed By: radarindonesia news