Latest News
Tuesday, March 19, 2019

Kartiara Rizkina Murni: Islam Memuliakan Wanita

Kartiara Rizkina Murni
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - 8 maret merupakan hari perayaan bagi kaum wanita sedunia. Menjadi hari internasional yaitu International Women’s Day. Tema yang di angkat untuk tahun 2019 ini adalah 'balance for batter", maksud dari tema tersebut di tujukan untuk kesetaraan gender, kesadaran yang lebih besar dengan adanya diskriminasi dan merayakan pencapaian wanita hingga saat ini. Tema ini juga diangkat untuk menyatakan bahwa belum terjadinya kesetaraan wanita dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam dunia kerja, dan juga dalam pembagian upah kerja yang masih berbeda.  (wolipop, 8/3/2019)

Hingga saat ini isu kesetaraan gender terus saja di perbincangkan. Dan memang sudah banyak pencapaian dari gerakan kesetaraan gender ini, seperti kesempatan berpolitik dalam urusan negara, kesempatan dalam dunia kerja, berpendidikan, dan bebas berekspresi.

Secara umum, islam memandang laki-laki dan wanita adalah sama, sebab hampir seluruh syariat dan hukum-hukum Allah berlaku untuk keduanya, tidak ada pembedaan anatar laki-laki dan wanita kecuali dalam beberapa hukum yang khusus.

Namun, perlu kita fahami bahwasannya bukan berarti laki-laki dan wanita menjadi sama dan sama dalam segala hal. Menyamakan status, peran, dan kewajiban keduanya sudah menyalahi kodrat laki-laki dan wanita. Jika kita lihat seksama Allah menciptakan keduanya memang berbeda, laki-laki dan wanita. perbedaan yang mendasar dari keduanya, secara biologis dan kemampuan fisik tentu saja berbeda, kemudian dari sisi sifat, pemikiran akal, emosi, serta potensi keduanya juga berbeda.
Apalagi wanita tabiatnya mengandung, melahirkan, menyusui, menstruasi, sementara laki-laki tidak. Adalah tidak adil apabila kita menyamakan peran yang tidak sesuai tabiatnya.

Mengenai bagaimana perlakukan orang atau negara pada wanita sebenarnya sudah sangat baik di atur di dalam islam. mengangkat harkat martabat dan memuliakan seorang wanita, islam sudah lebih dulu melakukannya. Gerakan- gerakan seperti diatas dalam pandangan islam justru bukan lagi memuliakan dan menghormati wanita, akan tetapi lebih pada mengeksploitasi wanita. Isu untuk kesetaraan gender ini merupakan ide dari aktifis feminisme yang tidak lain anak turunan dari liberalisme, ideologi kebebasan mutlak tanpa batasan.

Gerakan seperti ini juga cara barat untuk menghancurkan islam, melalui wanita-wanita pencetak gererasi islam. dengan masuknya wanita ke perpolitikan, pekerjaan, akan membuat wanita menjadi sibuk dan enggan mengurusi anak dan keluarganya. Padahal wanita itu adalah madrasatul ula bagi anak-anaknya, maka wajar anak-anak saat ini banyak melakukan penyimpangan sebab ia tidak memiliki sosok pengajar yang hebat. Berbeda dengan Muhammad Al Fatih, kehebatan dan kecerdasan yang dimilikinya tentu saja tidak di dapat begitu saja, terbentuknya karakter seorang pemimpin hebat sepertinya di dapat dari wanita hebat yaitu ibunya.

Hanya islam yang benar-benar mengangkat harkat dan martabat wanita. Di suruh tutup auratnya, adalah cara islam memuliakannya. di suruh menundukkan pandangan laki-laki dan wanita adalah cara islam menghormati wanita. Rasulullah Saw juga sering mengingatkan melalui sabda-sandanya untuk tidak menyakiti wanita, untuk berlaku lemah lembutlah pada istri-istrimu, syurga di bawah telapak kaki ibu, bahkan Rasulullah juga mengatakan tiga kali tentang ibumu, Ibumu, ibumu, baru setelah itu Rasulullah mengatakan ayahmu. Bukan seperti halnya cara barat yang cenderung mengekploitasi wanita hanya karena materi dan nafsu. 

Maka dari itu hanya islamlah yang dapat beri kemulian hakiki pada kaum wanita. Jika kita ingin wanita di muliakan adalah dengan menerapkan sistem Islam.[]

Penulis adalah mahasiswi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. jurusan sosiologi, semester 6
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Kartiara Rizkina Murni: Islam Memuliakan Wanita Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com