Latest News
Wednesday, March 20, 2019

Menelisik Kupu Kupu Malam Di Pandeglang Dapat Restu Orang Tua

Ilustrasi kupu kupu malam.(catchplay]
RADARINDONESIANEWS.COM, PANDEGLANG - Kupu-kupu malam merupakan bahasa tersirat dan disandang bagi Perempuan yang memiliki profesi sebagai penjaja syahwat. Di kabupaten yang berlambang Badak bercula Satu ini tidaklah sulit untuk mengetahui serta mendapatkan sang kupu-kupu dengan segala pernak perniknya, kala ia menjalankan prakteknya menjerat si hidung belang.

Berikut ini pendekatan guna mengenal dan mengetahui lebih dekat ‘sebab akibat’ sang Kupu-kupu terjerembap pada pusaran kenikmatan semu secara bersambung. 

Perempuan yang mengaku di Bulan Maret ini berusia 39 tahun, sebut saja namanya Mawar, Wajahnya tidak begitu cantik juga tidaklah terlalu jelek, dalam segi poles memoles wajah Mawar sepertinya sangat piawai terbukti dari bagian-bagian lapisan mukanya yang terlihat tidak begitu menarik, Mawar sangat tangkas dalam menutupi kekurangannya dengan kosmetik merek pasaran.

"Aku sebenarnya sudah capek Mas, tiap malam harus keluar rumah mencari Laki-laki yang membutuhkan kehangatan tubuhku, tapi apa mau di kata, tuntutan ekonomi dan isi perut berikut Dua anakku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar memaksa Aku menjalankan profesi seperti ini," ungkap Mawar saat bertemu tanpa di sengaja dengan SBNews di sebuah Warung Kopi di jalan Labuan kecamatan Labuan kabupaten Pandeglang. 

Menurut Mawar, Ia sama sekali tidak menduga jika bagian dari hidupnya harus menjalani warna sekelam itu, semenjak perceraian dengan Suaminya Tiga Tahun lalu, Mawar harus berperan sebagai seorang Ayah juga seorang Ibu dalam mengurusi dan membesarkan Anak-anaknya.

“Kalau Aku tidak menjalankan profesi seperti ini otomatis anak-anakku tidak bisa makan," lanjut Mawar memelas.

Ketika obrolan berlangsung, beberapa laki-laki dengan sorot mata begitu tajam dan liar melintas dan memandang ke arah perempuan yang tengah di wawancarai, kemungkinan besar malam itu mereka tengah berencana mencari sekaligus membidik perempuan yang bisa memuaskan hajatnya.

"Aku sendiri kalau datang ke lokasi ini diantar langsung oleh orang tuaku, sementara pulangnya aku punya langganan ojek yang sudah menungguku meski larut malam sekalipun," tukas Mawar.

Adapun menurut Mawar, dari penghasilan yang di raih tiap malamnya di samping untuk menutupi kebutuhan sehari-hari juga untuk membayar kontrakan tempat tinggalnya.

"Aku ngontrak Mas, serumah dengan orang tua kandungku, sedihnya kalau suatu malam aku pulang ke rumah kontrakan tidak membawa penghasilan satu rupiahpun lantaran cuaca yang tidak mendukung ditambah sekarang ini persaingan di lokasi begitu ketat dengan mereka-mereka yang tergolong masih berusia belia. Akibatnya ayah kandungku acapkali mengeluarkan kata-kata pedas di anggapnya aku tidak becus menggaet mangsa," tutur Mawar, seraya menunduk menyembunyikan mendung di wajahnya.

Profesi Mawar yang di nilai kurang baik di mata masyarakat akan tetapi terpaksa dilakukan dan sepertinya sulit untuk di hentikan. Lebih jauh Mawar menuturkan, bahwa dirinya tidak mengetahui sampai kapan profesi itu dijalaninya. 

"Aku sendiri tidak tahu sampai kapan Kehidupan malam ini aku lakukan," pungkasnya, lalu bergegas pamit dengan ojek langganannya tepat pukul 2.00 dini hari menuju arah kecamatan Jiput. Bersambung (Rus / Irf)
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Menelisik Kupu Kupu Malam Di Pandeglang Dapat Restu Orang Tua Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com