Latest News
Friday, March 29, 2019

Nova Erliza: Kata Kasar Kepada Anak Lebih Berbahaya Dari Palu Godam

 Nova Erliza
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Kekerasan terhadap anak semakin meningkat akhir akhir ini dengan akibat yang sangat memprihatinkan.  Kondisi anak yang hidup dalam keluarga dan dibayangi ujaran dan perkataan kasar ini tentu sangat terpukul secara mental.

Kerap kali orang tua minim ilmu dan karenanya mereka tidak menyadari bahwa kata-kata kasar memiliki kekuatan mengancurkan mentalitas anak yang lebih hebat ketimbang palu godam sekalipun. Oleh karena itu, para orang tua wajib mengendalikan ucapan dalam mendidik putra-putrinya di rumah bila tak ingin anak-anak mengalami luka batin hingga mempengaruhi perkembangan mereka. (https://lifestyle.kompas.com/read/2008/01/23/21435317/Akibat.Orangtua.Berlidah.Kejam ) 

Seringkali kita temukan dan dengar kata kata kasar terlontar di sekeliling kita pada dewasa ini. Baik antar sesama anak seusia mereka, terhada anak lain maupun antara orang tua dan anak yang terjadi baik secara spontan dan juga dengan sengaja. 

Padahal, semua yang kita dapat sejak kecil dapat membentuk karakter secara psikologis dan sangat sukar untuk diubah. Hal ini tentu saja akan menjadi kebiasaan (Habit) hingga memasuki usia remaja, dewasa, bahkan sampai tua. 

Mengenal Dua Tipe Akhlak Seorang Anak

Banyak sekali di antara orang tua yang sering membentak anak anaknya dengan nada tinggi. Sehingga psikologinya akan terganggu, dan membuatnya malu serta tidak percaya diri. Anak seperti ini biasanya lebih suka menunduk karena merasa dirinya tidak ada apa apanya dibanding anak anak lain yang seumuran dengannya diakibatkan pengaruh kata kata kasar orang tua yang sering didengarnya.

Selain menghardik, membentak dengan ucapan buruk, memanggil nama anak dengan sebutan yang tidak sesuai atau menyebutnya dengan istilah negatif akan mempengaruhi sikap anak ke depan. Seperti memanggil dengan sebutan "si bodoh", "anak tidak tau diri", "kurang ajar", "pemalas", dan kata kata negatif lainnya.

Hal ini akan membuat anak merasa dirinya yang paling bodoh, tidak tau diri, kurang ajar, bahkan memang merasa dirinya paling pemalas sehingga tidak mau berbuat apapun. Karena di waktu kecil, orang tualah yang paling dipercaya dan dijadikan pedoman oleh anak anaknya baik dari segi ucapan, serta tingkah laku. Walaupun maksud dari orang tuanya hanya bercanda, tapi anak anak belum bisa membedakan serius atau tidaknya. Anak -anak hanya bisa menangkap apa yang di inderanya ter utama dari orang tua. 

Faktanya kita lihat akhir akhir ini banyak di antara anak anak yang sering murung dalam keramaian. Baik pada saat bermain dengan teman seusia maupun di sekolah. Anak seperti ini biasanya malu untuk tampil di depan umum, karena kurangnya rasa self confidence, percaya diri (PD) yang ditimbulkan akibat perilaku kasar dalam keluarganya.
,
Kedua,  anak yang berani melawan bentakan orang tuanya. Tipe seperti ini biasanya didapat dari anak yang kuat mentalnya menghadapi permasalahan sendiri. Tapi, hal ini sangat berdampak negatif bagi keluarga terutama orang tua. Bahkan sampai usia baligh pun, ia akan selalu ingin untuk dianggap benar walaupun dirinya berada di posisi yang sangat fatal. Mereka juga tidak akan segan segan menyakiti lawan bicaranya baik dengan kata kata kasar maupun bertindak secara fisik sehingga melukai salah satu pihak. 

Hal ini tentu akan berakibat fatal bukan hanya bagi diri si anak itu sendiri tapi juga orang tua, keluarga, teman, bahkan guru gurunya. Selain itu, juga akan menjauhkan sang anak dari etika dalam bermasyarakat.

Mereka yang sering dicaci maki, dibuly bahkan dihina, akan menganggap itu sebagai ajang latihan baginya dan akan disalurkan pada saat baqo'nya mulai memuncak. Ini tentunya juga berakibat buruk bagi orang bahkan benda yang ada disekelilingnya.

Padahal, anak merupakan titipan dari Allah sekaligus sebagai amanah yang dipercayakan kepada orang tuanya. Anak yang seharusnya dirawat, dididik, serta diajarkan sesuai dengan ajaran islam. 

Anak yang dituntun dengan hanya mendapatkan meteri, maka dia hanya akan berguna di dunia saja. Tapi jika anak benar benar dididik dan dibiasakan dengan tsaqofah yang islami, mereka akan meghadiahkan posisi yang terindah bagi orang tuanya baik di dunia maupun di akhirat. 

Oleh karena itu, betapa pentingnya kita  mempelajari ilmu agama dan psikologi anak yang sangat sukar didapat bahkan hampir hilang seiring dengan perkembangan zaman. []

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Nova Erliza: Kata Kasar Kepada Anak Lebih Berbahaya Dari Palu Godam Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com