Latest News
Tuesday, March 19, 2019

SW. Retnani, S.PD: Dakwah Muslimah Pejuang Khilafah

SW. Retnani, S.PD
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan nikmat-nikmat Nya kepada hamba-hamba Nya dan nikmat termanis sesudah iman adalah keharmonisan keluarga. Kita akan merasa tenang, tentram dan nyaman apabila berkumpul bersama keluarga sehingga kita akan mengatakan Baiti jannati (Rumahku Surgaku).

Seorang ibu ibarat guru di dalam keluarga, sang ibu lah yang mengurus semua urusan rumah tangga, mendidik dan menjaga putra-putrinya sehingga dari tangan ibu yang sholehah akan lahir generasi yang sholeh- sholeha.

Menciptakan suasana Islami seperti keluarga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan tugas yang sangat berat ketika kita hidup di sistem kapitalisme- liberalisme seperti saat ini, dimana Islam tidak menjadi poros utama kehidupan. Bahkan seluruh ajaran islam satu persatu dijauhkan dan dihilangkan oleh para pembenci Islam.

Sistem yang rusak ini telah memaksa para muslimah untuk menerjang segala kodrat dan Fitrah sebagai kaum perempuan. misalnya, muslimah dituntut untuk aktif dalam penyetaraan gender sehingga muslimah berlomba-lomba mengikuti arus kotor yang telah mereka hembuskan.

Muslimah dituntut meninggalkan tugas utamanya sebagai seorang Ummu warobatul bait dan dipaksa untuk ikut aktif memenuhi segala kebutuhan hidup. Mari kita lihat bersama sejumlah karyawan pabrik yang ada di sekitar kita, kebanyakan dari para pekerjanya adalah kaum hawa. Contoh lainnya adalah para penyumbang devisa yakni para tenaga kerja wanita Indonesia yang dikirim ke berbagai negara, meskipun dipaksa untuk mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit dan banyak pemberitaan tentang penganiayaan, pemerkosaan bahkan sampai hilangnya nyawa sekalipun tak membuat mereka mundur untuk jadi TKW.
Semua ini akibat sistem kapitalisme liberalisme yang menciptakan seorang pemimpin dzalim, pemimpin antek asing dan Aseng sehingga pemimpin tak mampu meri'ayah umat.

Berbeda dengan sistem Islam yang selalu mengutamakan kepentingan umat. Dengan sistem Islam kaum muslimah akan terjaga kehormatannya. Khilafah yang seluruh aturan  berlandaskan syariat Islam akan melahirkan pemimpin amanah dan bertanggung jawab sehingga tidak akan ada umat yang terdzolimi. Islam rahmatan lil alamin akan terwujud.

Dengan Khilafah tugas seorang ibu sebagai Ummu warobatul bait akan terlaksana dengan sempurna sehingga mampu menciptakan generasi Islam yang shalih -shalihah, generasi cerdas pembentuk peradaban yang tinggi dan generasi muslim istimewa dengan seluruh sifat kemuliaannya.

Masa kegemilangan Khilafah telah melahirkan generasi yang bisa dijadikan teladan, mereka antara lain Muhammad Al Fatih, Ibnu Sina, Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun dan masih banyak yang lainnya.

Islam telah membentuk generasi muda yang memiliki karakter tangguh, kuat dan berakhlak mulia. Contohnya adalah, sahabat sekaligus saudara sepupu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau bernama Ali bin Abi Tholib, di usia 8 tahun beliau masuk Islam. Beliau pertaruhkan nyawa demi tegaknya Islam di muka bumi ini. Sahabat Rasululloh saw yang lain adalah Arqam Bin Abi  Arqam, beliau menjadi pejuang Islam dimulai sejak usia 12 tahun. Ada juga Abdullah Bin Mas'ud, perjuangannya dalam membela Islam dimulai sejak usia 14 tahun,dll.

Tak hanya dari kalangan Adam yang membela Islam para muslimah pun menunjukkan semangat dakwahnya dalam memperjuangkan Islam. Sekian banyak para muslimah tangguh itu antara lain adalah, Khansa ra. beliau adalah ahli sastra terbaik di kalangan bangsa Arab, ketika Umar Bin Khattab menjadi khalifah terjadilah perang Qadisiyah yaitu perang antara kaum muslimin melawan bangsa Persia. Saat itu Khansa dengan ke-4 putranya mengikuti pertempuran tersebut. Sebelum berangkat ke Medan jihad, Khansa telah banyak memberikan nasehat kepada putra-putranya dan juga memberikan semangat untuk berjuang.

Beginilah sifat seorang ibu tangguh ia senantiasa mendorong dan memberi semangat kepada 4 orang putranya agar selalu berjuang dijalan Allah subhanahu wa ta'ala dan setelah semuanya Syahid dijalan Allah ia menganggap bahwa itu adalah suatu keuntungan yang sangat besar.  Beliau pun selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Pejuang Islam wanita lainnya adalah Sumayyah Ummu Ammar, beliau sekeluarga mengalami siksaan dan penindasan dalam memperjuangkan agama Islam. Amar Putra beliau dibaringkan diatas kerikil kerikil panas oleh para kafir dan dipakaikan baju besi di tubuhnya sehingga badannya terbakar. Yasir suami beliau pun mengalami banyak kesulitan dan kesukaran. Beliau sendiri mengalami penyiksaan yang sangat kejam dari Abu Jahal, kemaluannya ditombak hingga beliau gugur sebagai syahidah.

Inilah semangat juang dakwah yang patut ditiru. Ia wanita Tegar dan sabar, seperti inilah para muslimah yang sangat mencintai Islam. Mereka siap mengorbankan nyawa demi membela agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kisah juang dakwah para muslimah tangguh di zamannya, mereka ikut berkontribusi tanpa meninggalkan tugas utamanya. Bandingkan dengan para wanita Islam yang terjerat tipu daya sistem kapitalisme liberalisme. Mata dan pikiran mereka hanya dipenuhi dengan rasa konsumtif, hedonisme dan individualisme.

Wahai muslimah, tak malu kah kita dengan semangat juang dakwah para Shahabiyah yang telah rela mengorbankan nyawa demi Islam.

Muslimah, mari tunjukkan cinta kita kepada Allah SWT dan rasul-Nya melalui dakwah memperjuangkan syariah dan Khilafah. Kita dukung dan bela para pejuang Khilafah, kita jadikan dakwah sebagai poros kehidupan, sebab ini merupakan tugas kita juga. Saat Khilafah tegak dakwah akan terus berjalan hingga seluruh isi bumi menyeru dan menyembah hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

Muslimah harus ikut berperan aktif dalam membina masyarakat, terutama perempuan sebagai ujung tombak peradaban dunia. Sebab dari perempuanlah akan lahir generasi berkualitas yang siap berjuang untuk Islam, seperti para Shahabiyah yang terlibat dalam dakwah.

Kini kita bangun kesadaran politik umat, agar disaat Khilafah tegak para muslimah mampu berkontribusi di ranah publik tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai Ummu warobatul bait. Kita galakkan semangat Amar ma'ruf nahi mungkar.
Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
waltakum mingkum ummatuy yad'uuna ilal-khoiri wa ya`muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkar, wa ulaaa`ika humul-muflihuun

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104).

Kita tolong saudara-saudara kita dari Segala kerusakan dan kedzaliman sistem kapitalisme liberalisme.
Allah SWT berfirman:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ  بَعْضٍ ۘ  يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ  وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ  وَرَسُوْلَهٗ ۗ  اُولٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

wal-mu`minuuna wal-mu`minaatu ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, ya`muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yuqiimuunash-sholaata wa yu`tuunaz-zakaata wa yuthii'uunalloha wa rosuulah, ulaaa`ika sayar-hamuhumulloh, innalloha 'aziizun hakiim

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah swt. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 71).

Kita layakkan diri dan keluarga sebagai teladan umat dalam mencintai dan memperjuangkan Islam.
Muslimah, dengan Khilafah kita dapat mengembangkan kemampuan kita tanpa mencabut aspek Fitrah kita sebagai perempuan Islam yang memiliki kewajiban untuk menutup aurat secara syar'i ,iffah (menjaga kehormatan diri) dan menjauhi ihktilat.

Muslimah, hanya Islam yang mampu menjaga kemuliaan dan kehormatan perempuan. Marilah kita berjuang bersama demi tegaknya Khilafah Rasyidah 'ala Minhajj an-Nubuwwah. Wallahua'lam bishowab.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: SW. Retnani, S.PD: Dakwah Muslimah Pejuang Khilafah Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com