Latest News
Monday, April 15, 2019

Hijriana: Perempuan Dalam Kungkungan Kapitalisme

Hijriana
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -PEREMPUAN siapa yang tak inginkan dia, satu-satunya mahluk ciptaan Allah yang paling indah, Perhiasaan dunia begitulah sebutannya “ Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR. Muslim no 1467), perempuan Allah ciptakan tak ada kecacatan di dalamya, mulai dari ujung kepala hingga kaki semuanya menarik ketika di lirik. Dan perempuan memiliki begitu banyak keistimewaan, sebab perempuan adalah lambang kemuliaan, tidak untuk di rendahkan apalagi sampai di komersilkan. 

Dalam sistem kapitalisme perempuan tak lebih dari komoditas dan mesin pencetak uang yang di jajakan pasar untuk meraup pundi,-pundi rupiah semata. Cantik ala kapitalisme adalah putih, tinggi, bahenol, seperti gitar spanyol. Hal inilah yang menjadikan para perempuan di sistem kapitalisme malah lebih sibuk mempercantik diri, sibuk memutihkan kulit memagar gigi hingga tampal sana tampal sini rela melakukan apapun, asalkan predikat cantik ku miliki begitu katanya. Ditambah lagi dengan berbagai ajang kecantikan yang di program khusus bagi para perempuan pemuja fisik, sehingga turut mendukung menampilkan citra cantik perempuan ala kapitalis.

Berbagai ajang kecantikan malah membuat para perempuan menjadi tereksploitasi tubuhnya, di nikmati dan di lirik gratis, tak lagi limited edition, cantik yang seharusnya ia jaga malah ia pertontonkan sendiri. Padahal perempuan itu mahal tidak semua orang bisa menikmati indanhya, Kecuali mahrom dari perempuan tersebut, itupun yang paling berhak adalah suaminya kelak. Islam dengan segala aturannya yang sempurrna telah memberikan petunjuk dan aturan yang jelas untuk menjaga izzah dan iffah perempuan itu sendiri, Sayangnya segala aturan sang pencipta sering dianggap pengekangan bagi mereka yang tak ingin taat, teriak-teriak pria dan perempuan harus setara dan sebagainya.

Akhirnya perempuan tampil cantik para pria pun tak ingin kalah tampil modis, alhasil yang kita lihat sekarang perempuan dan pria sama-sama Cantik, LGBT bahasa gaulnya, bahkan sekarang susah untuk kita membedakan antara pria dan perempuan. Potret cantik ala kapitalisme ini ada sebab, didukung oleh penerapan sistem demokrasi yang berasas pada sekularisme yang memisahkan antara agama dan kehidupan, memberikan kebebasan pada setiap rakyatnya untuk melakukan apapun yang ia mau terlebih kepada perempuan HAM katanya, asal tidak mengganggu pihak lain maka silahkan saja, bebas itu hak perorangan tidak peduli apakah itu halal atau haram.

Padahal semua itu memantik munculnya benih-benih penindasan, Pemerkosaan, pelecehan, pembunuhan, dan segelintir permasalahn lainnya yang menimpa perempuan. Kerap kali menimbulkan polemik, segala upaya baik juga solusi yang di tawarkan alih-alih memberi dampak yang positif eh malah membuka peluang untuk diskriminasi baru pada kaum perempuan. Diskriminasi dan segelintir problematika yang menimpa perempuan. Bukan hanya sekedar problem biasa dan hal baru yang hanya dapat di selesaikan dengan solusi parsial juga abal-abal, masalah perempuan butuh penanganan serius, sebab segala jenis penindasan yang terjadi pada perempuan bukanlah hal tabu yang baru terkuak ke permukaan, tetapi sudah jadi lagu lama yang tak pernah di selesaikan dengan tuntas hingga saat ini, sebab penyelasaiannya hanya pada cabang-cabang saja, tidak serta-merta menyelesaikan hingga akar permasalahan.

Tidak tuntasnya masalah ini di sebabkan tidak adanya sistem pemerintahan islam, yang menerapkan aturan sang pencipta secara Kaffah yang mampu memberikan segala solusi tuntas berdasarkan pada Al-quran dan As-sunnah sehingga segala jenis permasalahan kaum perempuan dapat di selesaikan dengan tuntas. Lalu tidak inginkah kembali pada aturan sang pencipta? bukankah ALLAH yang tau apa yang di butuhkan oleh mahluk yang ia cipta? maka sudah seharusnya Kembali menerapkan segala aturannya di segala lini kehidupan. []

Penulis adalah Mahasiswi perikanan dan ilmu kelautan program studi budidaya perairan Universitas Khairun Ternate
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Hijriana: Perempuan Dalam Kungkungan Kapitalisme Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com