Latest News
Monday, April 15, 2019

Rina Tresna Sari, S.Pdi: Menjadi Sahabat Bagi Anak

Rina Tresna Sari, S.Pdi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Setiap manusia tentunya membutuhkan sahabat, tanpa terkecuali anak. Dalam hidupnya, anak-anak membutuhkan sosok sahabat tempat berbagi pengalaman,bermain bersama, berinteraksi dan berbagai cerita tentang pengalaman keseharian mereka. Sahabat dapat membuat anak lebih terbuka karena posisinya yang sejajar, bisa saling mengisi, walaupun pada faktanya tak jarang mereka bertengkar dengan sahabatnya itu. Walaupun demikian sahabat sangatlah penting untuk anak karena kehadirannya bisa membuat dunia anak bertambah senang. 

Bagi orang tua, bersahabat dengan anak merupakan salah satu pola parenting yang dapat di terapkan orang tua dalam pendidikan anak, karena dalam kesehariannya, anak-anak membutuhkan sosok sahabat yang dapat menjadi partner dalam dunianya sehingga ia merasa ceria dan nyaman dengan diri dan juga lingkungannya. 

Sebagai sosok yang paling dekat dengan anak, orang tua harus bisa berperan dan memposisikan diri sebagai sahabat mereka. Sebagai sahabat semestinya orang tua menjadi teman yang menyenangkan buat anak, mendampingi dan membantu menyelesaikan persoalan,  ketika sedang ditimpa masalah, mengingatkannya ketika berbuat salah atau hanya sekadar tempat menumpahkan pengalaman dan sebagainya. 

Bersahabat dengan anak akan membuat kita dengan mudah memahami sifat dan karakter anak dengan begitu kita bisa mengoptimalkan potensi dan memperbaiki kekurangannya. Karena semestinya orang tua menjadi sosok pertama yang didatangi jika anak mengalami masalah. Mulailah bersahabat dengan anak sejak dini, jangan tunggu sampai anak besar - berapapun waktu yang tersisa di sela kesibukan orangtua, perlu dioptimalkan dengan benar. Semakin dini hubungan terjalin semakin baik bagi perkembangan hubungan mental anak. 

Komunikasi yang lancar dan harmonis antara orangtua dan anak, tentu akan memudahkan orangtua dalam menerapkan pola dan metode pengasuhan dalam pendidikan keluarga. Di samping itu komunikasi yang lancar juga merupakan jalan menumbuhkan pengertian dan kepercayaan sehingga hubungan lebih terbuka dan harmonis. Dengan begitu, anak akan menjadikan orang tua sebagai tempat curahan hati dan berbagi beban, sehingga kita akan lebih mudah untuk mengarahkan anak kepada jalan yang benar. 

Berikut adalah kiat menjadi sahabat bagi anak :

Pertama jadilah pendengar yang baik dan aktif bagi anak. K,edua libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Seorang sahabat akan berusaha memahami apa yang disuka dan apa yang tidak disuka bagi sahabatnya. 

Ketiga, apabila anak melakukan kesalahan, berikan teguran secara proporsional dan rasional, tegur dengan sikap yang tidak menghakimi, jangan membuatnya merasa di rendahkan karena hal ini akan menimbulkan dampak negatif pada perkembangannya kelak.

Keempat, berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang dia raih agar ia merasa dihargai dan termotivasi. 

Kelima, berikan kepercayaan kepada anak. Dalam persahabatan ada kepercayaan dan penghargaan terhadap kemampuan sahabatnya. Karenanya sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dilakukan, asal tidak membahayakan seperti mandi, makan sendiri. 

Keenam, jadilah orang tua yang menyenangkan buat anak, orangtua yang menyenangkan akan membuat anak merasa nyaman dan aman ada di dekat orangtuanya, karenanya begitu kita memberikan pemahaman anak akan dengan mudah memahami dan menerima. Sebaliknya kalau mereka takut dan merasa terancam,maka komunikasi pun tidak akan berlangsung baik. 

Ketujuh, jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri, jangan ragu untuk belajar kepada anak jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliki. Orang tua harus selalu siap untuk dikoreksi. 

Kedelapan, ungkapkan rasa sayang. Katakan bahwa kita mencintai dirinya. Bagaimanapun keadaannya. Tunjukan pula dengan sikap sehingga ketika anak berbuat salah ia tak pernah ragu untuk mengakuinya kepada kita. 

Memiliki anak sholeh/sholehah, yang mudah diarahkan kepada jalan yang benar tentunya jadi dambaan semua orang tua. Kunci agar anak mudah diarahkan dan mau menerima masukan dari orang tua adalah komunikasi. Komunikasi akan terjalin bila orang tua bisa menempatkan diri sebagai sahabat terbaik bagi anak-anak.  Waallahua'lam bishowab.[]

Penulis adala guru Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah, Bandung
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Rina Tresna Sari, S.Pdi: Menjadi Sahabat Bagi Anak Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com