Latest News
Friday, May 31, 2019

Alvi Rusyda*: Dilema Tiket Mahal Mudik Gagal

Alvi Rusyda
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Penghujung Ramadhan digunakan oleh perantau untuk pulang ke kampung halamannya setiap tahun. Yang bekerja sudah cuti bersama, mahasiswa libur sementara. Selama ini perjalanan mudik tiap tahun lancar saja, walau ada kendala, namun bisa diatasi.  Perantau tidak hanya beda provinsi,, namun beda pulau. Keluarga siap menanti kedatangan sanak keluarga dan melepas rindu yang selama ini ditanggung. 

Namun sayangnya, ramadhan tahun ini, menjadi nestapa. Banyak status perantau di WhatsApp, Facebook dan Instagram, serta curhatan langsung, bahwa ramadhan ini gagal mudik, karena Tiket pesawat mahal, kalau difikirkan mending naik haji saja lagi, karena ongkos di domestik sama dengan ke Mekkah.  Masyarakat mengeluh, jangankan untuk beli tiket pulang pergi, untuk kebutuhan harian saja susah, berharap suatu saat nanti tiket murah dan Rezki lancar. Karena mahalnya Tiket, masyarakat berfikir panjang untuk mudik, karena minimnya dana, mending untuk kebutuhan hidup yang terus melonjak. Belum lagi masalah agen tiket pesawat yang tidak jelas memberikan informasi., demi meraih keuntungan, ini menambah pusing masyarakat.

Masyarakat dihebohkan dengan kabar harga tiket pesawat rute Bandung - Medan yang dijual di agen travel online mencapai Rp 21 juta. Menanggapi hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiartono meminta masyarakat hati-hati.

"Tadi disampaikan hati-hati dalam membeli tiket termasuk melihat di online. Cek betul, kalau normalnya sih enggak mungkin itu," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Ternyata tiket seharga Rp 21 juta itu bukan tiket langsung, namun transit diberbagai kota. Ia menyebut tiket itu merupakan tiket piknik karena berputar-putar. Saat ini kata Insin, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak agen travel online terkait pemasangan harga tiket tersebut sehingga bisa dinetralisir. "Itu kan namanya muter-muter piknik itu, hati-hati aja. Dicek betul kalau itu enggak layak jangan dibeli," kata dia. Sebelumnya, Garuda Indonesia membantah menjual harga tiketnya sebesar Rp 21 juta untuk rute Bandung-Medan. 

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, harga tiket tersebut bukan merupakan penerbangan langsung. "Bukan penerbangan langsung, tapi melibatkan banyak kota sebagai transit, yaitu Bandung - Denpasar - jakarta - Kualanamu dan memutar jauh sehingga harganya menjadi mahal," ujar Ikhsan dalam keterangan tertulisnyaIkhsan menambahkan, Garuda Indonesia sendiri tidak punya rute langsung Bandung - Medan. Menurut dia, rute yang disediakan Garuda adalah Jakarta-Medan. (Kompas.Com)

Penyebab Mahalnya Tiket Pesawat

Harga tiket pesawat masih tinggi. Imbasnya, penumpang memilih moda transportasi lain dan beberapa bandara di Indonesia merugi karena jumlah penumpang yang menurun drastis.

"Jadi penurunan traffic sampai dengan Mei ini ya ke kita itu sekitar 15 hingga 20 persen penurunannya dibandingkan tahun lalu. Dampak terhadap finansial hitungan kita kemarin sampai dengan bulan Mei sekitar Rp 300 miliar dari awal tahun," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

1. Penjelasan Menhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan salah satu penyebab harga tiket pesawat yang mahal. Menurutnya, maskapai penerbangan masih enggan menurunkan harga tiket agar bisnisnya tetap berjalan baik.

"Masalahnya kan mereka kan upaya untuk membuat bisnis nya lebih baik, sehingga dia tidak melanggar UU karena dia sesuai dengan tarif batas atas," kata Budi Karya.Menteri Budi juga menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan sudah menerbitkan imbauan kepada maskapai penerbangan nasional untuk menurunkan harga. Namun imbauan itu tak dijalankan tiap maskapai."Saya kemarin sifatnya imbauan untuk menetapkan sub-harga (surprice) atau harga tertentu berjenjang. Tampaknya, imbauan itu tidak dipenuhi secara maksimal," kata Menteri Budi.

2. Pengaruh Harga Avtur?
Harga avtur mempengaruhi mahalnya harga tiket pesawat. Harga avtur menyumbang 45 persen biaya operasional maskapai penerbangan. Harga avtur domestik lebih tinggi 20 persen dibandingkan dengan harga internasional. Hal ini membuat maskapai penerbangan harus menaikkan harga tiket untuk mengimbangi beban operasional.

Meskipun begitu, Pertamina membantah harga avtru yang mahal. "Harga avtur tidak ada kaitanya dengan harga tiket pesawat, avtur kita harganya sudah kompetitif," kata Manager Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina telah memperbarui harga avtur setiap dua pekan, dengan mengacu formula pembentukan harga yang sudah ditetapkan pemerintah berdasarkan patokan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Menurut Nicke, dalam tiga bulan terakhir ICP mengalami penurunan, harga avtur pun merefleksikan kondisi tersebut. Bahkan dia mengklaim harga avtur termurah di Bandara Soekarno Hatta. "Kalau lihat tren 3 bulan terakhir di 2018, itu ICP turun," ujarnya.

3. Masalah Nilai Tukar
Wapres Jusuf Kalla menjelaskan penyebab utama mahalnya tiket pesawat karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga avtur yang dibayar dalam valas. JK menilai tingginya harga tiket pesawat sudah mempertimbangkan dua unsur, yaitu konsumen dan perusahaan.

"Kita juga mengetahui mereka itu membayar dengan dolar, beli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar tapi tarifnya rupiah. Maka mau tidak mau harus ada penyesuaian-penyesuaian secara bertahap karena kalau tidak bisa saja kita nikmati hari ini begitu banyak pesawat terbang tapi kita tahu juga berapa banyak usaha yang bangkrut dan berhenti," kata JK. ( Merdeka.Com).

Biang dari penerapan demokrasi
Mengenai mahalnya harga tiket, pemerintah tidak begitu mempermasalahkan. Menganggap itu sudah kebijakan dari Menhub. Sementara masyarakat menjadi korban yang akan merasakan imbas. Seolah-olah hanya memperkaya kelompok tertentu saja. Masyarakat hanya bisa gigit jari, tidak bisa berbuat apa-apa. Selama sistem demokrasi kapitalisme  ini berkuasa di dunia, Menjadi sistem kehidupan, aturan yang ditetapkan untuk kepentingan penguasa, masalah terus menggunung. Kebebasan hak milik, melegalkan segala cara demi mengumpulkan harta, termasuk dalam bisnis tiket pesawat ini.

Masyarakat tidak lagi percaya akan sistem demokrasi ini, semuanya dipersulit. Istilah demokrasi untuk rakyat kembali kepada rakyat, hanya sebatas teoritis belaka dan jauh dari realita, karena berpihak kepada penguasa dan pengusaha yang ingin menjarah masyarakat. Perjalanan demokrasi ini, hanya omong kosong dan tidak menuntaskan cita-cita dan kebutuhan rakyat.

Pengaturan Islam 
Islam merupakan agama yang sempurna, yang memiliki semua aturan, yang mengatur semua permasalahan hidup manusia, yang bersumber kepada Al-Qur'an dan As-sunnah.  Dalam Islam dipimpin oleh seorang Khalifah yang mengurusi urusan umat. Sehingga umat Menjadi sejahtera dan maju dalam berbagai bidang.

Dalam Mengatur transportasi Islam juga memiliki aturan yang kompleks. Sehingga mampu memudahkan aktivitas manusia dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat. Masyarakat menjadi nyaman dan puas dalam selama  melakukan perjalanan. Bahkan diperjalanan juga disediakan rumah makan gratis, losmen dan penginapan gratis untuk semua orang.

Berikut dikutip dari tulisan Dr. Fahmi Amhar mengenai transportasi. bahwa pertama, prinsip bahwa pembangunan infrastruktur adalah tanggungjawab negara, bukan cuma karena sifatnya yang menjadi tempat lalu lalang manusia, tetapi juga terlalu mahal dan rumit untuk diserahkan ke investor swasta.

Kedua, prinsip bahwa perencanaan wilayah yang baik akan mengurangi kebutuhan transportasi.  Ketika Baghdad dibangun sebagai ibu kota, setiap bagian kota direncanakan hanya untuk jumlah penduduk tertentu, dan di situ dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir, hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.  Bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah juga tidak ketinggalan.  Sebagian besar warga tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta untuk menuntut ilmu atau bekerja, karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar, dan semua memiliki kualitas yang standar.

Ketiga, negara membangun infrastruktur publik dengan standar teknologi terakhir yang dimiliki. Teknologi yang ada termasuk teknologi navigasi, telekomunikasi, fisik jalan hingga alat transportasinya itu sendiri.

Sedangka. untuk kendaraannya sendiri, sesuai teknologi saat itu, kaum muslimin telah menggunakan jenis kuda dan unta yang makin kuat menempuh perjalanan.  Untuk di laut mereka juga banyak mengembangkan teknologi kapal. Tipe kapal yang ada mulai dari perahu cadik kecil hingga kapal dagang berkapasitas di atas 1000 ton dan kapal perang untuk 1500 orang.  Pada abad 10 M, al-Muqaddasi mendaftar nama beberapa lusin kapal, ditambah dengan jenis-jenis yang digunakan pada abad-abad sesudahnya.

Bahkan untuk transportasi udarapun ilmuwan muslim sudah memikirkan.  Abbas Ibnu Firnas (810-887 M) dari Spanyol melakukan serangkaian percobaan untuk terbang, seribu tahun lebih awal dari Wright bersaudara, sampai Sejarawan Phillip K. Hitti menulis dalam History of the Arabs, “Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying.” 

Kemajuan teknologi dalam tranportasi ini bisa stabil, jika dikelola oleh negara sebagai pengayom umat, hanya dengan menerapkan sistem Islam lah bisa diwujudkan. Wallahua'lam.[]

 *Mahasiswi Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Alvi Rusyda*: Dilema Tiket Mahal Mudik Gagal Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com