Latest News
Thursday, May 23, 2019

Enok Badriyah: Pernak-Pernik Pemilu

Enok Badriyah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan pemimpin memang sudah terlaksana masih ingat kegagalan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum dilaksanakannya pemilu sudah jadi perbincangan banyak orang. Dari awal rakyat sudah banyak mengomentari tentang kotak suara terbuat dari kardus.

Benar saja, terlihat dari bentuk kardusnya saja rakyat sudah merasa kebingungan dan beranggapan bahwa kardus yang akan dijadikan kotak suara itu bersifat mudah sekali rusak dan hancur bahkan akan mudah sekali terjadi kecurangan .

Dengan banyaknya sekali rakyat menanyakan tentang kotak suara yang memakai kardus Ketua KPU berkomentar.

"Ketua KPU Arief Budiman meyakinkan bahwa meski berbahan karton kedap air kotak suara pemilu 2019 kuat dan aman bahkan bisa menahan beban hingga 70 kilogran, beban maksimal yang di tanggung kotak suara tersebut hanya 7 kilogram ". Kata Arief kepada tim detikcom.

"Terkait peluang terjadinya kecurangan menurut Arief itu tidak bisa hanya dihubungkan dengan kotak suara "Kardus" orang mau curang itu tidak berhubungan dengan kotak suara tapi berhubungan dengan surat suara, tegasnya.

Bahkan Arief menganggap kotak suara berbahan kardus itu jauh lebih hemat .

Faktanya, ratusan kotak suara untuk pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 di gudang penyimpanan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Ratusan kotak suara tersebut rusak akibat terendam air dan lumpur.

"Ya betul, ada 680 kotak suara yang rusak. Sekarang sedang diinventatisir untuk penggantian. Yang rusak itu bagian bawah kotak suara karena terendam lumpur," kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPUD Kabupaten Bogor, Heri Setiawan, saat dimintai konfirmasi, Senin (15/4/2019).

Sebanyak 2.065 kotak suara 'kardus', atau oleh KPU disebut sebagai karton kedap air, di Kabupaten Badung, Bali rusak terendam banjir. Akibatnya ribuan kotak suara itu tak bisa digunakan untuk Pemilu 2019. 

"Iya, terendam air 2.065 kotak suara ditaruh di gudang (logistik)," kata Ketua KPUD Badung I Wayan Semara Cipta, Senin (17/12/2018).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih memastikan keaslian surat suara yang ditemukan tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu juga mengecek jumlah pasti surat suara tercoblos.

"Dari perbincangan yang ada ini (surat suara tercoblos) bukan hoax, tapi kan harus diteliti surat suaranya asli atau tidak. Apakah memang surat suara dari KPU atau bukan, kemudian di mana kejadiannya. Ada beberapa video, ada yang lagi nyoblos, itu dari pengawas yang sama atau tidak atau yang berbeda," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat dihubungi, Kamis (11/4/2019). (Detiknews.com). Dari semua fakta yang terjadi ini sudah menunjukkan bahwa KPU sudah lalai melaksanakan tugasnya.

Menghalalkan Segala Cara

Inilah sistem Demokrasi menghalalkan segala cara untuk kepentingannya. Banyak tipuan-tipuan yang dilakukam sistem demokrasi ini dengan jargon nya " Kedaulatan ditangan Rakyat" Dengan istilah Dari Rakyat untuk Rakyat dan oleh rakyat , seakan-akan Suara rakyat adalah suara Tuhan .

Faktanya ini hanya berlangsung dan bertahan selama rakyat mencoblos didalam kotak suara dengan hitungan menit saja . Setelah itu mereka kembali menjadi rakyat biasa yang tak punya hak-haknya . Merekalah penguasa yang akan menjadi jadi .

Rakyat hanya di iming-imingi dengan negara yang bersih maju sejahtera dan makmur dengan banyak sekali janji-janji palsu mereka para  pemimpin .

Kemiskinan Negara Indonesia init terjadi karena sistem Demokrasi, padahal faktanya dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya, Lautan dan Daratan yang luas, rempah-rempah yang banyak apa mungkin Rakyatnya harus miskin? Wallahualam.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Enok Badriyah: Pernak-Pernik Pemilu Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com