Latest News
Thursday, May 30, 2019

Hawilawati, S. Pd: Rihlah Penuh Berkah

Hawilawati, S. Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  - Ba'da lebaran (Idhul Fitri) umumnya kaum muslimin memanfaatkannya sebagai moment silaturahim ke sanak keluarga, para guru dan sahabat. Bahkan tak sedikit liburan lebaran digunakan untuk rihlah atau tamasya ke beberapa destinasi menarik.

Dalam Islam segala aktivitas sudah diatur, tak terkecuali aktivitas rihlah atau  tamasya. Rihlah merupakan aktivitas melakukan perjalanan dan berada di suatu tempat. Perjalanan dalam Islam disebut safar dan orang yang melakukannya  disebut musafir. 

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan seorang Muslim saat melakukan rihlah adalah sebagai berikut :

Niat Karena Allah

Agar safar bernilai ibadah penuh berkah maka harus diniatkan lurus karena Allah. Dalam kaidah fiqih pun ada istilah rukhsokh (keringanan), ini berlaku bagi musafir yang melakukan perjalanan diniatkan untuk kebaikan, jadi rukhsokh safar tidak berlaku untuk seseorang yang diniatkan untuk melakukan perbuatan maksiat. Sebab itu jika seorang muslim akan melakukan safar harus diniatkan karena Allah.

Medan Safar yang Dianjurkan

Medan safar yang sangat dianjurkan hingga mendatangkan pahala di antaranya:

1.Mengunjungi tempat yang memberi pengaruh baik  (seperti : menghadiri majlis ilmu)

Bagi seorang muslim untuk tujuan mencari ilmu, sebagaimana pada masa kejayaan Islam, banyak sahabat Rosulullah SAW yang melakukan perjalan jauh untuk melakukan aktivitas dakwah dan tholabul ilmi

Sebagaimana Mus'ab bin Umair yang diberikan amanah oleh Rosulullah untuk berdakwah ke wilayah Yatsrib (Madinah), tentunya perjalanan dari Mekkah ke Madinah menempuh jarak yang jauh, dengan menggunakan alat transportasi yang ada saat itu yaitu unta atau kuda. 

Pada saat ini perjalanan dengan tujuan untuk berdakwah dan tholabul ilmi masih kita jumpai seperti seorang da'i yang akan menyampaikan dakwahnya ke jamaah di wilayah lain, atau seorang santri yang pergi mondok kepondok pesantren, seorang mahasiswa yang kuliah ke Perguruan Tinggi luar wilayahnya.

2. Mendatangi orang-orang Sholih

Mengunjungi atau silaturahim dan bergaul dengan orang sholih memiliki banyak keutamaan, salah satunya  orang sholih senantiasa  mengingatkan kebaikan dan ketaatan. 

Bagi para santri yang berlibur  panjang dan memanfaatkan waktu di rumahnya masing-masing, ada yang menggunakan waktu liburnya untuk berkeliling silaturahim ke kediaman para guru atau ustadz dan ustadzahnya

"Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Apabila engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, apabila engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu bangus terbakar, minimal engkau dan baunya tidak enak." (HR.Bukhori)

3. Mengunjungi Masjid

Jika anda melakukan perjalanan ke sebuah wilayah, jangan lewatkan untuk ziarah ke masjid-masjid selain untuk beribadah, juga untuk lebih mengenal sejarah dan aktivitas yang terdapat di dalamnya. Hal ini islam sangat menganjurkannya.

Rosulullah bersabda dalam haditsnya terkait ziarah :

"Janganlah kalian mengadakan perjalanan, kecuali menuju tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rosulullah SAW (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha ." (HR.Bukhori)

4. Mengunjungi destinasi alam untuk tadabbur dan bertafakur.

Cara yang paling mudah mengenal Allah Subhanahu Wata'ala hingga muncul keimanan yang baik yaitu dengan mengamati segala ciptaan Allah. Salah satunya dengan mengunjungi destinasi atau tempat tamasya alam yang indah. Dibalik keindahan alam ada Sang Kholiq yang Mahahebat nan agung.

Beberapa tempat destinasi  di atas menjadi pilihan yang baik sebagai tujuan safar bagi seorang muslim. Selama safar ataupun tempat  tamasya  tidak dibumbui dengan aktivitas maksiat maka itu mubah saja.

Safar yang diharamkan

Adapun hal-hal yang wajib dihindari seorang muslim  adalah :

1  Bertamasya ke tempat yang penuh maksiat, aktivitas kesyirikan atau tempat yang membawa pengaruh jelek bagi seseorang,

2. Silaturahim tapi disertakan dengan aktivitas yang diharamkan misal, berkholwat (pacaran), safar untuk bisnis tapi bisnis miras, narkoba atau bisnis yang berhubungan dengan transaksi ribawi, safar untuk menghilangkan penat tapi dibarengi dengan  hura-hura dan bercampur baur dengan lawan jenis, pesta narkoba, bahkan sampai melalaikan waktu dengan meninggalkan kewajiban yang utama yaitu sholat dan sebagainya.

Adab Safar

Bagi seorang muslimah pada saat melakukan safar dan tamasya maka ada adab yang harus difahami diantaranya :

1. Mendapat izin dari suami (jika sudah menikah), izin kepada orangtua (jika belum menikah).

2. Wajib menutup aurat bagi kaum laki-laki dan perempuan dengan pakaian syar'i.

3. Menjaga adab selama safar dan berada di tempat tamasya (tidak merusak alam, tidak berkholwat ataupun berikhtilat)

4. Safar bagi perempuan jika sudah sehari semalam harus ditemani mahromnya, tidak lain untuk menjaga keiffahan diri dan terhindar dari marabahaya.

5.Senantiasa jaga hati, mata, telinga dan anggota tubuh lainnya  dari perbuatan maksiat.

Demikianlah bagaimana Islam memandang tamasya dan adab safar. Semoga rihlah tak hanya sekedar untuk merefresh aktivitas kita tapi juga  mendatangkan pahala, kemaslahatan, keselamatan dan keberkahan serta rindho Allah SWT. Wallahu'alam bishowwab.[]

*Praktisi pendidikan, STP-SD Khairu Ummah, Ciledug, Tangerang
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Hawilawati, S. Pd: Rihlah Penuh Berkah Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com