Latest News
Thursday, May 23, 2019

KH. Arifin Ilham: Puncak Perjuangan Dakwah Tegaknya Khilafah Islam

Almarhum saat sakit dan dikunjungi Prabowo Subianto
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Video viral Instagram berdurasi 58 detik begitu menggugah KeIslaman kita. Seorang ulama karismatik KH. Arifin Ilham tetap semangat membara menyampaikan tausiyah walaupun terbaring lemah di rumah sakit. 

شفاك الله يا أستاذ! 
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih utama pada setiap detik yang Ustadz habiskan demi tegaknya Syariah Islam dan Kemenangan Kaum Muslimin.

Saya termasuk orang NTT yang beruntung menghadiri Tabligh Akbar beliau di Masjid Nurul Iman Oebobo, Kupang beberapa tahun silam. Ulama Kondang ini bukan saja ahli dzikir tetapi juga seorang yang tawadhu'. Namun kekaguman ini semakin menggebu-gebu ketika Beliau menghadiri aksi 411 pada tahun 2016.

Hati kecil ini berbicara inilah Ulama yang sesungguhnya. Beliau sang pembela Islam. Ulama sekaligus singa Allah yang membela Al Qur'an dari penistaan sang durjana. Dukungannya terhadap Khilafah menunjukkan kedalaman pemahamannya.

Di saat banyak "Ustadz TV" mencari zona nyaman. Menghindari konflik demi popularitas dan materi. Beliau malah termasuk bagian orang-orang yang ditembaki gas air mata.

Tidak ada rasa takut, galau dan cemas bahwa dirinya tidak akan dipakai lagi oleh stasiun televisi. Bahkan nyawanya pun seolah-olah tak berarti lagi.

Setelah menyaksikan video pendeknya di Instagram. Ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil hikmahnya. Yang tentu saja bisa kita amalkan dari keluasan sudut pandangnya tentang Islam.

Pertama, Umat sudah cerdas dalam menilai siapa yang main-main dan yang tulus melayani dirinya.

Di zaman dimana informasi berkembang begitu pesatnya. Umat semakin kritis menilai berbagai fakta yang terjadi.

Hidup di alam demokrasi yang bobrok, siklus kekecewaan antar zaman dan penguasa terus berulang. Ada masa ketika umat merasakan tirani begitu menggigit. Ada pula kekecewaan terhadap rezim yang doyan korupsi.

Kini mereka semakin frustasi mencari pemimpin yang mumpuni. Berharap pada parpol dan anggota dewan ternyata kebanyakan mereka berlomba-lomba dalam korupsi. Harapan pun semakin pupus ketika sadar pemimpinnya raja utang, pembohong dan ingkar janji.

Dulu sebelum pemilu, katanya tak akan impor lagi. Faktanya sekarang hampir tak ada yang tak diimpor (Beras, jagung, garam, dan ragam komoditas penting lainnya).

Selain itu, Penista agama dilindungi. Tenaga kerja aseng berlimpah, yang lokal berserakan. Kurang apalagi, asing menjarah kekayaan alam negeri ini.

Umat tahu siapa yang Ikhlas. Jadi peran kita di sini adalah menghadirkan pemimpin yang tulus melayani umat. Pemimpin yang mau menerapkan Syariah secara Kaffah agar umat tak terus-menerus kecewa. Itulah Pemimpin Yang kuat bagaikan perisai, tahan banting akan tekanan 3A (Asing, Aseng dan Asong). Melindungi 
agamanya dan tak gampang menjual negerinya.

Kedua, bergabunglah dengan Harokah Dakwah.

Harokah dakwah adalah lokomotif perjuangan. Memang tidak semua orang harus bergabung dalam satu harokah. Islam bukanlah untuk satu harokah tapi Islam mewajibkan kita berjuang dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Apa pun harokah dakwahnya, yang penting berlandaskan Al Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang selalu siap berinteraksi dan melayani umat. 

Itulah pentingnya dakwah berjama'ah. Saling menguatkan dan memberikan solusi yang sistematis. Harokah Dakwah harusnya menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah keumatan. Membongkar setiap konspirasi jahat setiap musuh Islam.

Yang ketiga, yang paling utama, jangan  pelengkap dua poin diatas, adalah Puncak Perjuangan Dakwah Tegaknya Khilafah Islam

Inilah poin yang kita tak boleh kehilangan fokusnya alias inti pesannya. Beliau, dan banyak sekali ulama, mengerti bahwa level tertinggi dari Dakwah adalah hadirnya kembali Khilafah Islam. Agar segala nestapa yang menimpa umat segera diakhiri.

Sudah zamannya kita berbicara tentang Khilafah. Sebagai alternatif dari berbagai ideologi dan sistem pemerintahan yang gagal mensejahterakan umat.

Khilafah bukan sekedar janji Allah dan Rasulnya. Bukan sekedar Bisyarah (kabar gembira). Tetapi adalah ajaran Islam yang paling mulia. Mahkota segala kebaikan. Pernah menguasai dunia selama 14 abad lamanya. 

Ia bukan milik kelompok tertentu, tetapi adalah harta warisan Islam yang dimiliki oleh kaum Muslimin sedunia. Kehadirannya melindungi semua insan.

Sudah era nya dimana sudah banyak orang yang sadar (ulama, intelektual, mahasiswa, rakyat, dan elemen lainnya) bahu membahu menegakkan Khilafah. Jangan kalah dengan NIC (National Inteligence Council), Dewan Intelijen Nasional, berpusat di USA yang meyakini Khilafah akan tegak kembali pada tahun 2020.

Sebagai penutup, Kita tentunya tak ingin amal jariyah hanya milik KH. Arifin Ilham saja. Bagi Kaum Muslimin, sekedar senyum ada pahalanya apalagi menegakkan Khilafah. Mari kita berjuang bersama apa pun background kita. Agar kesadaran ke arah persatuan semakin hari semakin menguat. Dan ridho Allah SWT selalu menyertai setiap langkah dan tarikan nafas hidup kita.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: KH. Arifin Ilham: Puncak Perjuangan Dakwah Tegaknya Khilafah Islam Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com