Latest News
Saturday, May 25, 2019

Siti Rahmah*: Sparkling Ramadhan With Al Qur'an

Siti Rahmah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Halo sob, bagaimana puasanya? Wah tidak terasa ya kita sudah memasuki 20 hari terakhir di bulan ramadhan. Nah biasanya ada peristiwa yang diperingati disetiap tanggal 17 ramadhan ya sob. Kamu pasti  tau donk, tanggal tersebut dikenal sebagai tanggal diturunkannya Al Qur'an atau biasa diperingati sebagai momen Nuzulul Qur'an. 

Menurut jumhur ulama Al Qur'an diturunkan bertepatan dengan tanggal 17 bulan ramadhan, sehingga ramadhan disebut juga sebagai Syahrul Al Qur'an (Bulan Al Qur'an). Hal ini tentu senada dengan apa yang sudah Allah sebutkan di dalam FirmanNya. "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)" (QS: Al Baqoroh 185).

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur'an. Jika dirunut dari fase diturunkan nya ada tiga tahap yaitu pertama turun di lauhul Mahfuz. Tahap kedua yaitu turun di Baitul Izzah tempat mulia yaitu di langit pertama. Tahap ke tiga dari Baitul Izzah yakni di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Artinya, Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad, baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW, maupun dari balik tabir.

Sehingga wajar dibulan ramadhan ini kita diingatkan kembali untuk senantiasa dekat dengan Al Qur'an dan banyak berinteraksi dengannya. Sebagaimana yang nabi Muhammad Saw contohkan, dalam memperlakukan Al Qur'an terutama selama bulan ramadhan. 

Dalam setiap malamnya selama ramadhan, malaikat Jibril senantiasa datang menemui Rasulullah untuk mengajarkan Al Qur'an. Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Abbas dikisahkan, bahwa;
"Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran." (H.R Bukhori)

Pengajaran Al Qur'an yang dilakukan oleh Rasulullah dengan malaikat Jibril ini terbagi dalam beberapa tahapan. Yang pertama adalah qiroat, malaikat Jibril mengecek bacaan rasululloh dan hapalannya. Wah keren banget kan sob, sekelas Rasulloh aja masih belajar Al Qur'an, masih di cek bacaanya. Bagaimana dengan kamu? Masih suka ngecek bacaan Qur'an mu? Jangan cuma ngecek-ngecek gadget saja ya sob. 

Ramadhan menjadi momen tadarus bersama antara rasululloh dengan malaikat Jibril. Sehingga banyak riwayat yang menyampaikan bahwa setiap ramadhan rasululloh khatam sampai dengan dua kali. Hayo kamu sudah pernah khatam belum? Yang belum coba ditargetkan, mungpung masih ada waktu dan kesempatan. Ramadhan ini kesempatan emas lho untuk banyak berinteraksi dengan Al-Qur'an. Karena bagi yang membaca Al Qur'an di bulan biasa saja Allah janjikan pahala yang berlipat ganda apalagi di bulan ramadhan. 

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miin itu satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf dan Laam itu satu huruf dan Miim itu satu huruf.” (HR. At Tirmidzi / 2327)

Kebayangkan kalau kita membacanya di bulan ramadhan. Satu hurup dibalas satu kebaikan, satu kebaikan dikalikan sepuluh. Khusus untuk bulan ramadhan dikali sepuluh kali lipat lagi. So kamu baca satu hurup saja kamu sudah dapat 100 kebaikan. Kalau kamu baca 30 juz berapa kebaikan yang bisa kamu dapatkan. Tapi tentunya orientasi membaca Al Qur'an bukan hanya sekedar hitung-hitungan pahala ya sob. Kita berharap Allah limpahkan kebaikan dunia dan akhirat buat kita.

Pembelajaran berikutnya yang dilakukan rasululloh dengan malaikat Jibril adalah pelajaran tilawah. Bagaimana sob, kamu bisa membedakan antara qiroat sama tilawah kan? Kalau tilawah itu bukan sekedar membaca tapi juga menalaah dan memahami artinya. Supaya kita bisa sampai pada apa yang dituju oleh Allah yaitu menjadikan Al Qur'an sebagai petunjuk kehidupan. Untuk tahapan memahami ini berarti bukan sekedar membaca Al-Qur'an saja, tapi baca artinya kemudian dipahami. 

Untuk memahami ini tentu saja kita butuh penunjang, entah itu guru pendamping ataupun kitab-kitab tafsir yang menjelaskan secara terperinci akan kandungan Al Qur'an tersebut. Dengan begitu kita bisa mendapat kemudahan dalam menjalani kehidupan. Betapa tidak, Allah menurunkan Al Qur'an sebagai petunjuk. Sedangkan gunanya petunjuk itu untuk memudahkan. Dengan kata lain, apa pun masalah yang dihadapi semua ada penyelesaiannya dalam Al Qur'an. 

Al Qur'an memberi petunjuk bagaimana manusia untuk menjalani kehidupan. Dimulai dari dilahirkan ke alam dunia hingga manusia berakhir di Yaumil hisab dan mendapatkan tempat kembali yang sesungguhnya. Begitupun, dengan berbagai urusan dan interaksi manusia, baik Hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), Hablum minannas (interaksi manusia dengan sesama manusia), dan Hablum binafsi (interaksi manusia dengan dirinya sendiri). Semua sudahada petunjuknya secara  terperinci di dalam Al Qur'an.

Selain itu bagi orang yang senantiasa mau berinteraksi dengan Al Qur'an Rasulullah Saw menjelaskan beberapa keutamaannya. Seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah dari rumah Allah yang membaca kitabullah serta saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali diturunkan atas mereka ketenangan dan dilimpahkan rahmat, dan dikelilingi malaikat serta Allah akan menyebut mereka di sisi-Nya.” (HR. Muslim / 2699)

Bisa dipahamikan, betapa banyak keutamaan membaca dan memahami Al Qur'an. Yang jelas orang yang senantiasa membaca Al Qur'an, dia akan merasakan ketenangan sehingga orang ini tidak akan mudah galau. Karena Al Qur'an adalah obat bagi penyakit galaunya, dia akan merasakan sakinah, hidupnya dipenuhi dengan ketenangan. Kemudian dia pun akan mendapat Rahmat, kasih sayang Allah akan menjadikan kehidupannya diliputi kebahagiaan. Begitupun dia akan senantiasa dikelilingi malaikat yang terus menerus memintakan ampunan untuknya. Yang paling luar biasa dia akan menjadi orang yang terkenal diantara penduduk langit, karena namanya akan senantiasa Allah sebutkan kepada para malaikat.

Berikutnya keutamaan dari membaca Al Qur'an adalah ia akan membuatmu berkilau sebagaiman dituturkan dalam hadits Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: “Engkau hendaknya membaca al Qur’an, agar ia menjadi cahaya bagimu di muka bumi dan mengingatmu di langit.”

Begitulah Al Qur'an dengan segala keutamaannya dia akan menyinari siapapun yang mendekapnya, membacanya, memahaminya dan mengamalkannya. So jika kamu mau berkilau diramadhan ini maka jangan lupakan Al Qur'an. Jadilah sosok yang berkilau karena iman dan senantiasa terikat dengan Al Qur'an. Wallahu alam.[]

*Anggota Revowriter, Karawang
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Siti Rahmah*: Sparkling Ramadhan With Al Qur'an Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com