Latest News
Friday, June 21, 2019

Dari Tangsel Melawan Kejahatan Kemanusiaan Untuk Indonesia

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGSEL  – Pasca pemilu 2019 sisahkan kepedihan dan runtuhnya moral bangsa atas berbagai kecurangan yang terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Hingga muncul pergejolakan aksi kerap mewarnai sejumlah jalan raya, dan blokade gedung-gedung Bawaslu hingga parlemen.

Kekerasan pada Pemilu 2019 dengan jatuhnya korban meninggal ratusan petugas KPPS, 10 anak bangsa pada tragedi kekerasan 21-22 Mei 2019 dan jeratan pernyataan “makar” mengindikasikan semua peristiwa tersebut menjadi MISTERI.

“Kami menolak lupa segala bentuk tragedi kemanusian yang telah terjadi. “Kata Hogay/Surya Hakim, mahasiswa Univ. Muhammadiyah Jakarta saat menggelar aksinya di depan Kampus Univ. Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu, Tanggerang Selatan, Kamis (20/6/2019).


Hogay menilai pemerintah dan Polri pada peristiwa aksi 21-22 Mei 2019, dipandang sangat jauh dari rasa Kemanusian yang adil dan beradab.

“Kita kutip keterangan Presiden di TV Kompas dalam hal pembentukan TGPF peristiwa 21-22 Mei 2019 yaitu “Kasus berkaitan meninggalnya yang perusuh-perusuh dilokasi kerusuhan, itu menunjukan Presiden absen dan lalai pada konstitusi dan undang-undang. “Tegas Hogay.

Hogay merinci di dalam UUD dasar 1945 Bab XA tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 28 B (2) menyebut SLsetiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dipasal 28 G (2), Hogay juga melantangkan setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia.


“UU No. 5 tahun 1998 Konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia. Untuk itu hentikan “NARASI ” Kerusahan Karena itu Tragedi Kemanusian. “Ungkap Yoga.

Ia juga meminta untuk segera hentikan intimidasi dan ancaman kepada keluarga korban tragedi kemanusian 21-22 mei 2019 yang dilakukan oleh oknum maupun institusi POLRI, “Hentikan itu segera karena kami mencintai POLRI dalam rel nyata TRIBRATA. “ucapnya dalam Orasi.

Melalui pengeras suara, Hogay melantangkan Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) dalam hal ini Mahasiswa, Pemuda, Pelajar dan Rakyat bersatu menyerukan dan menyatakan:

1). Dari Tanggerang Selatan untuk Indonesia melawan kejahatan kemanusian.

2). Hentikan “NARASI” Kerusuhan 21-22 Mei 2019 karena itu adalah Tragedi Kemanusian.

3). Bentuk Tim Independen dalam mengungkap Tragedi Kemanusian 21-22 Mei 2019.

4). Sebagai negara hukum azas praduga tidak bersalah adalah komponen hukum maka hentikan narasi “MAKAR” selama ketetapan keputusan pengadilan belum dinyatakan karana narasi makar telah menjadi teror bagi demokrasi.


5). Hentikan intimidasi dan ancaman bagi keluarga korban tragedi kemanusian 21-22 mei 2019.

6). Ekstra Parlementer menjadi seruan kami Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) menggalang kekuatan Mahasiswa, Pemuda, Pelajar dan rakyat untuk dapat bersatu memastikan demokrasi kedaulatan rakyat yang telah terkoyak dalam Tragedi Kemanusian 21-22 Mei 2019 untuk memastikan keselamatan bangsa, kemanusian dan keadilan.(Ltf/Aeng)
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Dari Tangsel Melawan Kejahatan Kemanusiaan Untuk Indonesia Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com