Latest News
Saturday, June 1, 2019

Dewan Pakar ICMI: Tidak Usah Latah Ucapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Jenderal (pur) Anton Tabah Digdoyo
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Hari ini 1 Juni 2019 intansi pemerintah dan sekolah-sekolah adakan upacara peringati Harlah Pancasila versi Bung Karno yang ditetapkan era Jokowi 1 juni 2017 yang lalu. Tak ayal terjadi kontroversi dalam hal ini dan banyak yang menolak karena mayoritas bangsa Indonesia akui pancasila lahir versi UUD45 tanggal 18 Agustus 1945. 

Terkait dengan hal tersebut, redaksi meminta tanggapan Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah via selular.

"Saya sependapat dg mayoritas bangsa Indonesia pancasila lahir 18 Agustus 1945 spt tercantum di preambule UUD45 dengan susunan resmi 5 sila KeTuhanan YME sila ke 1 dan seterusnya. Sila-sila berikutnya dijiwai ruh akidah keTuhanan YME. Sedangkn hari-hari sebelumnya itu embryo ketika pancasila masih berwujud janin di rahim ibu pertiwi." Terang jenderal (pur) Anton Tabah Digdoyo.

Ditambahkan Anton, Pancasila versi 1 juni 45 juga versi 22 Juni 1945 menjadi debatable dan ditolak oleh tim bpupki maupun ppki apalagi versi 1juni 45 bukan saja meletakkan sila KeTuhanan di nomor akhir tetapi juga tanpa sifat tauhid YME bahkan diperas jadi ekasila Gotong Royong. Ini tidak sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia yang sgt religius. 

Lihatlah susunan Pancasila versi 1 juni45 sbb
Nasionalisme 
Internasionalisme 
Demokrasi
Kesejahteraan 
Ketuhanan 
Sumber Bpupki/ ppki, 

"Jika itu susunan pancasila versi BK 1 Juni 1945 yang pada era Jokowi diresmikan sebagai  harlahnya sangatlah  rentan NKRI untuk terpecah karena dengan  pancasila spt itu semua ideologi bisa masuk ke Indonesia tanpa filter NKRI, menjadi kebebasan serba boleh  - padahal ruh demokrasi justru banyak aturan dan taat aturan karena inti demokrasi adalah kemampuan pengendalian diri [disiplin taat hukum) bermutu tinggi. Bukan kebebasan nirbatas,"Terang mantan jenderal Polri lagi.

Pancasila versi UUD45 18/8/45, tambah Anton,  sangat pas bagi NKRI dengan keTuhanan YME sila pertama mengamanahkn segala hal di NKRI wajib berdasar TYME. Teelrsurat tegas di pasal 29 (1) UUD45 NKRI berdasarkan KeTuhanan YME.

"Sedangkan Pancasila bukan dasar negara tapi sumber hukum bangsa Indonesia dan filosofi juga ideologi negara. Sesuai Tap MPR III/ Tahun 2000. Karena itu saya sarankan jangan latah ikut-ikutan ucapkan selamat Hari Lahir Pancasila di 1 Juni apa lagi ikut upacara segala. " Tegas Anton mantan Petinggi Polri dan penulis 41 buku tentang hukum, polisi, militer, politik dan agama tsb. (red)
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Dewan Pakar ICMI: Tidak Usah Latah Ucapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com