Latest News
Friday, June 7, 2019

Endang Setyowati: Harga Tol Selangit, Rakyat semakin Menjerit

 Endang SetyowatI
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Lagi-lagi terdengar derita pilu dari para pemudik. Niat hati ingin berkumpul dengan keluarga tercinta di kampung halaman, karena telah lama tak berjumpa sua. Namun apalah daya, walaupun harga transportasi selangit, tetap saja para pemudik  tetap membeli tiket maupun melewati tol, agar perjalanan bisa nyaman dan cepat.

Pengguna jalan tol, yang mana untuk melewatinya harus rela membayar berlipat-lipat. Konon, dibuatnya jalan tol adalah  untuk mempermudah para pengguna jalan supaya lebih cepat dan waktu tidak banyak terbuang. Namun ternyata tidak seperti yang diharapankan.

Seperti dikutip dari PikiranRakyat(24/5/2019), sejumlah pengguna jasa tol Jakarta-Cikampek mulai mengeluhkan pengoperasian gerbang tol utama yang berlokasi di Kalihurip, Cikampek. Selain menimbulkan kemacetan, penggunaan gerbang tersebut juga memunculkan kenaikan tarif tol di atas kewajaran.

"Saya tidak habis pikir, masak tarif tol dari gerbang Cikopo hingga gerbang utama tarifnya Rp 15 ribu. Padahal, tarif sebelumnya dari Cikopo hingga Karawang Timur hanya empat ribu rupiah," ujar salah seorang pengguna tol Jakarta Cikampek, Ajam, Jumat 24 Mei 2019.

Ajam mengaku setiap hari menggunakan jasa tol tersebut. Sebab, dia tinggal di wilayah Cikampek, sedangkan tempat kerjanya di Karawang. Kenaikan tarif tol itu dinilai Ajam di luar batas kewajaran karena mencapai 300 persen lebih. 

Dia meminta pihak Jasa Marga mengevaluasi kembali kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek. "Jika lewatnya hanya sekali-kali mungkin tidak akan teras berat. Tapi bagi saya yang setiap hari melintasi tol itu, merasa terbebani," katanya.

Hal senada dikatakan, Rian, pengguna jasa lainnya. Dia mengaku pulang-pergi dari Purwakarta ke Karawang menggunakan tol. 

Rian kaget ketika menempelkan e-money di gardu Kalihurip. Ternyata perjalanannya dari gerbang Sadang hingga gerbang Kalihurip harus membayar Rp 22 ribu.

Padahal sebelum ada gerbang utama Kalihurip, dia cukup membayar Rp 10 ribu dari Sadang hingga Karawang Timur. "Kalau tarif ini berlaku permanen, saya harus menyiapkan uang Rp 750 ribu per bulan," katanya.

Seperti halnya Ajam, Rian pun berharap ada kebijakan baru dari pihak Jasa Marga agar lonjakan tarif tol Jakarta-Cikampek tidak terlalu tinggi. 

"Kenaikannya tidak rasional. Masa sekali naik 300 persen lebih," katanya. Menurutnya, ruas tol Jakarta-Cikampek telah beroperasi sejak puluhan tahun silam.  Artinya, biaya pembangunan tol sudah tertutup dari pembayaran penggunanya.

Itu adalah salah satu bukti kesewenang-wenangan penguasa kepada rakyatnya, dengan menaikkan tarif tol yang sangat fantastik. Bagaimana bisa dari kenaikan tertinggi yaitu Rp 1.500 menjadi Rp 12.000 dengan kenaikan sebesar 8 kali lipat atau 800%.

Kenaikan tersebut dilakukan secara tertutup dengan dalih pemindahan Gerbang Tol (GT) dari Cikarang Utama ke GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama untuk mencegah kemacetan. Namun kebijakan tersebut justru memunculkan kemacetan parah di GT sampai berjam-jam.

Ini adalah bukti jika penguasa tidak maksimal dalam meriayah rakyatnya. Justru para penguasa semena-mena dengan menaikkan  tarif tol. Terjadinya keadaan ini karena negara mengadopsi sistem demokrasi kapitalis yang mana negara hanya berfungsi sebagai regulator saja.

Dan bahkan kebijakan-kebijakan yang sering dikeluarkan oleh para penguasa senantiasa berpihak kepada operator dan penghisap rakyat, yaitu para pemodal yang hanya berpikiran untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Sedangkan rakyatnya dijadikannya sebagai konsumen yaitu pembeli dagangan mereka walaupun dengan terpaksa.

Kapitalisme merupakan bentuk penjajahan ekonomi yang hanya mementingkan pemilik modal semata, sehingga melahirkan pertumbuhan ekonomi palsu. Kapitalisme melahirkan ketidak adilan karena yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Sudah saatnya kita campakkan sistem kapitalis ini, yang tiada berpihak kepada rakyatnya. Kita kembali kepada peraturan yang dibuat oleh sang pencipta makhluk, yaitu peraturan Allah SWT. Yang sudah sangat jelas tiada kekurangan dan  kemudharatannya. Justru jika kita memakai peraturan dari sang kholik, maka keberkahan akan senantiasa tercurahkan dari atas maupun dari dalam bumi.Wallahu a'lam bi ash-shawab.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Endang Setyowati: Harga Tol Selangit, Rakyat semakin Menjerit Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com