Latest News
Saturday, June 15, 2019

Fitriani,S.Hi*: Syawal Saatnya Raih Ketaqwaan Hakiki Dengan Tegaknya Islam Kaffah

Fitriani,S.Hi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Alhamdulillah kita sudah berada dibulan Syawal yang penuh berkah. Setelah sebulan lamanya berpuasa menahan lapar dan dahaga. Maka saatnya meraih kemenangan dengan kembali kepada Fitrah penciptaan untuk meraih ketaqwaan dan kemenangan hakiki dengan menerapkan Islam Kaffah. Karena sejatinya kaum muslim sudah ditraining selama sebulan penuh saat bulan Ramadhan. Harusnya ada yang berbeda antara sebelum Ramadhan dan setelah Ramadhan.

Setelah Ramadhan, maka seorang muslim makin rajin beribadah (melakukan banyak shalat sunnah, shaum sunnah, berzikir dan ber-taqarrub kepada Allah SWT, dll); makin banyak bersedekah; makin berakhlakul karimah; makin rajin menuntut ilmu; makin terikat dengan syariah; makin giat berdakwah dan beramal makruf nahi mungkar; dan seterusnya. Sebaliknya, ia pun makin jauh dari perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT. Singkatnya, ia makin bertakwa kepada Allah SWT. Takwa inilah yang menjadi “buah” dari shaum yang ia jalani selama sebulan penuh selama Ramadhan Jika takwa berhasil ia raih, berarti ia telah melakukan shaum dengan benar. Sebaliknya, jika tidak, berarti shaumnya selama Ramadhan hanyalah sekadar menahan rasa lapar/haus semata. Demikian sebagaimana yang diisyaratkan oleh Baginda Nabi saw. 

Lalu bagaimana kita memaknai Taqwa? Para Ulama mendefinisikan Taqwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah. Jika selama Ramadhan kita mampu menahan dari segala apa yang dilarang Allah bukan hanya sekedar menahan makan dan minum disiang hari, tapi juga kemaksiatan yang lain maka selepas Ramadhan seharusnya kita sudah terlatih untuk selalu terikat dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Karena taqwa untuk menjalankan perintah Allah SWT bukan hanya saat Ramadhan saja. Baginda Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Muadz bin Jabal ra. saat beliau mengutus dia ke Yaman: 

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun/kapanpun/dalam keadaan bagaimanapun…” (HR at-Tirmidzi).

Terkait frasa haytsuma kunta, dapat dijelaskan bahwa kata haytsu bisa merujuk pada tiga: tempat (makan), waktu (zaman) dan keadaan (hal). Karena itu sabda Baginda Rasul saw. kepada Muadz ra. tersebut sebagai isyarat agar ia bertakwa kepada Allah SWT tidak hanya di Madinah saja: saat turunnya wahyu-Nya, saat ada bersama beliau, juga saat dekat dengan Masjid Nabi saw. Namun, hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT di mana pun, kapan pun dalam keadaan bagaimana pun (‘Athiyah bin Muhammad Salim, Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah, 42/4-8). Dengan demikian kita pun sejatinya bertakwa tidak hanya saat berada pada bulan Ramadhan saja, yang kebetulan baru kita lalui, tetapi juga di luar Ramadhan selama sebelas bulan berikutnya.

Untuk itu sangat tepat jika momen Syawal ini kita jadikan sebagai langkah untuk terus belajar dan mengkaji Islam.  Serta untuk menyempurnakan dan mewujudkan  ketakwaan yang sudah ditempa selama Ramadhan, dan sebagai seorang Muslim saatnya turut terlibat secara aktif dalam perjuangan mewujudkan penerapan syariah Islam secara kaffah di bawah sistem Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Semua itu merupakan tuntutan dari keimanan kita sekaligus penyempurna perwujudan ketakwaan kita kepada Allah SWT. WalLâh a’lam bi ash-shawâb.[]

*Aktivis Muslimah Deli Serdang

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Fitriani,S.Hi*: Syawal Saatnya Raih Ketaqwaan Hakiki Dengan Tegaknya Islam Kaffah Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com