Latest News
Friday, June 21, 2019

Jadi Saksi di MK, Said Didu Bilang Nyali Harus Kuat

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN era 2005-2010, Muhammad Said Didu mengkisahkan situasi dan tantangan sebagai saksi penggugat di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpers 2019.

Menurut Said Didu menjadi saksi di MK dibutuhkan orang bernyali kuat dengan posisi sebagai saksi yang berhadapan dengan penguasa. “Alhamdulillah masih ada yang bersedia dengan resiko dan pengorbanan yang tinggi untuk memperjuangkan kebenaran. “Kata Said saat dihubungi Kabartoday.co.id melalui selullar, Kamis (20/6/2019) siang.

Dijelaskan Said Didu, saksi 02 ibarat harus berjuang sendiri dalam banyak hal. Bahkan menuju MK pun harus dengan perjuangan, hal itu dikatakannya karena jalan diblokir, sehingga hanya bisa berjalan kaki dan cukup jauh.

Lanjut Ia, semua komunikasi harus diputus. Ketika masuk diperiksa sampai steril, HP wajib dititipkan dan saksi diwajibkan masuk ruang isolasi.

“Kemaren sebanyak 17 orang saksi dikumpulkan diruangan yang sangat sempit (normalnya hanya bisa menampung 8 orang) dengan penjagaan yang sangat ketat. Jika sidang diskror dan tim hukum bergabung maka ruangan tersebut diisi sebanyak 25 orang. Bernapas pun terasa kurang udara. “Urai Said.

Said Didu juga tak bermaksud mengumpat dan mengeluh akan hal tersebut diatas, “Mohon maaf, kondisi bagaikan tahanan yang penuh dosa dan jahat, Di dalam ruangan pun kadang ‘pengawas’ masuk menjaga. Kami semua dijaga, bahkan ke toilet pun kami didampingi. “Ungkap Said.

Said Didu mengibaratkan ‘Pendampingan’ seperti itu pernah dirasakan saat dirinya transit di San Fransisco AS menuju Colombia karena tidak memiliki visa AS, sehingga selalu didampingi selama di Bandara.

“Kami para saksi menunggu giliran sejak pagi, Alhamdulillahirrabbil’alamiin para saksi disaat menunggu giliran mereka dzikir, ngaji Al-Quran (banyak saksi yang membawa alqur’an). “Jelas Said.

Dipaparkan Said, latar belakang para saksi betul-betul membuat terharu, ada mahasiswa dari Semarang yang besoknya harus ujian skripsi, ada yang sedang sakit, dan lainnya.

“Semua memberikan semangat bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Diruangan sempit itu, kita gantian memijit. “Ulasnya.

Said Didu juga prihatin kepada teman-teman saksi, usai menjadi saksi terpaksa pulang dengan mobil, tiket yang sudah dipesan hangus karena tidak cocok waktu dengan saat dia bersaksi.

“Ada seorang ibu yang anaknya mendapat kecelakaan, dan infonya luka parah, tapi tidak bisa komunikasi karena semua komunikasi harus ditutup dan Ibu tersebut selalu pasrah bahwa Allah akan menolong dia dan anaknya, bahkan diwajah ibu yang bersaksi di MK itu tidak terlihat rasa gundah. “Ucapnya.

Said juga menceritakan ketika mereka digiring seperti bebek oleh para petugas dikala waktu sholat tiba. Masuknya waktu sholat adalah yang ditunggu-tunggu karena akan masuk ke ruangan yang lebih besar.

“Saat mau sholat semua dikumpulkan lalu digiring ke tempat sholat, selesai sholat wajib kembali ke ruang isolasi. “cerita Said.

Bahkan kata Said Didu, makanan dan minuman pun harus mencari sendiri, sementara di lokasi tidak tersedia penjual makanan, karena makanan yang tersedia untuk para saksi berupa nasi kotak yang isinya hanya berupa nasi putih, sayur kol, telor bulat, sambal ijo. Bungkusnya masakan Padang. Mungkin ini masakan padang paket SANGAT SEDERHANA.

Obrolan-obrolan menarik, selama diisolasi membuat dirinya bersama yang lainnya berada pada satu ikatakan keluarga.

“Menjadi saksi sengketa Pilpers harus punya mental kuat dan bernyali, setiap saksi yang mendapat giliran, diibaratkan dipanggil malaikat maut. Karena setelah menjadi saksi, kita tidak boleh kembali ke ruang isolasi dan tidak boleh bertemu lagi dengan saksi lain. “Keluh Said Didu.

“Sambil bercanda, kami membayangkan saksi dan petugas KPU jauh lebih enak, karena semua dibiayai oleh APBN. Sementara saksi dari kubu 02 Prabowo-Sandiaga semua atas biaya keinginan sendiri dan biaya sendiri, kita semua IKHLAS. “Ujar Said.

Dalam semangatnya, Said menegaskan bahwa inilah kesempatan berjihad untuk menegakkan kebenaran dan menghentikan kecurangan di negeri ini dengan mengharapkan ridho Allah SWT.(Ardi)
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Jadi Saksi di MK, Said Didu Bilang Nyali Harus Kuat Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com