Latest News
Monday, June 3, 2019

Riyanti*: Tarif Mencekik, Mudik Tak Lagi Menarik

Riyanti
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Mudik merupakan ajang tradisi yang tak tertinggalkan ketika tiba lebaran. Istilah pulang kampung dari tempat perantauan menjadi sebuah momen yang dinantikan. Sebab kerinduan bertemu sanak keluarga, sahabat dan kampung halaman akan tertunaikan.

Setiap orang akan sibuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa mudik. Mulai dari oleh-oleh makanan, baju lebaran, sampai tiket kendaraan.

Namun sayang tradisi mudik yang dulu menarik, kini berbalik arah menjadi mencekik. Kenapa? Sebab tarif tol, harga BBM, tarif tiket kendaraan semakin naik. Para pemudik pun akhirnya mengeluhkan keadaan ini. 

Dilansir dari www.pikiran-rakyat.com Sejumlah pengguna jasa tol Jakarta-Cikampek juga mulai mengeluhkan pengoperasian gerbang tol utama yang berlokasi di Kalihurip, Cikampek. Selain menimbulkan kemacetan, penggunaan gerbang tersebut juga memunculkan kenaikan tarif tol di atas kewajaran.

"Saya tidak habis pikir, masak tarif tol dari gerbang Cikopo hingga gerbang utama tarifnya Rp 15 ribu. Padahal, tarif sebelumnya dari Cikopo hingga Karawang Timur hanya empat ribu rupiah," ujar salah seorang pengguna tol.

PT Jasa Marga Persero Tbk.  memindahkan Gerbang Tol Cikarang Utama ke Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama, untuk menghindari kemacetan parah di musim mudik Lebaran. Namun, ternyata, pemindahan itu membuat tarif jalan tol untuk golongan tertentu naik tajam. Bahkan kenaikannya ada yang mencapai 50% dari tarif biasanya. (www.tempo.co)

Pembangunan tol bukanlah solusi demi meningkatkan perekonomian jika pada akhirnya dikomersilkan. Rakyat yang seharusnya berhak menikmati jalan yang dibangun oleh uang rakyat namun justru diserahkan pada para kapitalis yang tentu saya mengutamakan keuntungan.

Banyak masyarakat tidak mengetahui kenaikan tarif tol ini, sehingga para pemudik merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah. Sebab sudah menaikkkan tarif tol, tapi kemacetan tetap tak bisa dielakkan.

"(Kemacetan) parah tadi jam 7.00, macetnya sampai 30-40 menitan (di Gerbang Tol Kalihurip Utama)," kata seorang penumpang. (www.pikiran-rakyat.com) 

Kenaikkan tarif tol berimbas pula pada tarif kendaraan umum. Dilansir dari www.detik.com kenaikan tarif kendaraan bus mencapai 30-35%.

Tidak hanya bus, tiket pesawat yang melonjak luar biasa menjadi keresahan para pemudik tahun ini. Bahkan ada yang mencapai puluhan juta tiket pesawat antar kota.

Rabu kemarin (29/5/2019) di Traveloka, harga tiket pesawat kelas bisnis untuk penerbangan 31 Mei dari Bandung ke Medan yang termurah adalah Rp 13.400.700 dan termahal Rp 21.920.800. Sementara tiket kelas ekonomi tidak tersedia. (www.detikfinance.com)

Presiden Jokowi memberikan solusi atas permasalahan kenaikkan tarif tiket pesawat dengan mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia.

"Lho kita kan juga terbuka. Yang penting kompetisilah. Saya kira di dalam negeri sendiri kalau ada kompetisi kan bagus," jelasnya. (News.beritaislam.org)

Lagi-lagi asing diberikan pintu selebar-lebarnya untuk mengepakkan sayap di Indonesia. Padahal maskapai penerbangan lokal pun masih butuh pembenahan.

Kapitalisme benar-benar telah membutakan para penguasa sehingga rakyat yang menjadi korban pemerasan. Perizinan atas swasta dan asing akan menimbulkan banyak kerugian bagi rakyat dan keuntungan bagi para penguasa.

Penguasa di era Kapitalisme hanya berpihak kepada pihak bermodal. Keberadaannya hanya sebagai regulator atau fasilitator saja. Tidak memiliki fungsi sebagai pengurus urusan masyarakat. Hal ini sangat jauh berbeda dengan sistem Islam yang telah merancang sedemikian rapi sehingga rakyat tak menjadi melarat, penguasa tak semakin berkuasa. 

Di dalam Islam, seluruh kekayaan dan infrastruktur diatur oleh negara dikhususkan untuk melayani dan menyejahterakan rakyat bukan untuk kepentingan individual. Dibangun atas dana negara bukan dari hutang piutang yang berbunga.

Dalam Islam , pemimpin adalah pelayan atau pengurus bukan penguasa. melayani masyarakat dengan baik, menyejahterakan bukan menyengsarakan. 

Sebagaimana sabda Nabi saw., bahwa: “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Dengan kepemimpinan Islam (Khilafah) masyarakat akan diurusi dengan baik. Para penguasa Islam (Khalifah) paham benar mengenai amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Tidak terkecuali permasalahan jalan sebagai fasilitas umum.

Hanya Islam yang dapat memberi kesejahteraan kepada manusia. Menjadikan manusia benar-benar manusia. Hal itu sudah pernah dirasakan selama 13 abad lamanya di 2/3 dunia. Saat itu Islam lah yang berkuasa, bukan sistem kapitalis atau komunis. Maka ini benar-benar menjadi bukti bahwa Islam adalah satu-satunya solusi yang bisa menyejahterakan.[]


*Mahasiswi Hukum Keluarga UIN Banten.
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Riyanti*: Tarif Mencekik, Mudik Tak Lagi Menarik Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com