Latest News
Sunday, June 9, 2019

Yuli Ummu Raihan*: Keutamaan Puasa Syawal

Yuli Ummu Raihan
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Taqaballahu minna waminkum, taqaballahu ya karim, minal aizin wal faizin mohon maaf lahir dan batin, Alhamdulillah kita semua sudah berada di bulan Syawal setelah sebulan penuh ditempa oleh Ramadan semoa kita semua kembali fitri dan lebih baik untuk kedepannya.

Bagi sebagian kita mungkin tidak mampu untuk menjalankan puasa sebulan penuh karena satu dan lain hal. Seorang wanita karena fitrahnya mendapat jatah bulanan sehingga tidak berpuasa untuk beberapa hari, Ibu hamil dan menyusui yang merasa kepayahan jika harus puasa full diberi keringanan, begitupula bagi yang sakit, pekerja keras, orang tua yang sudah lanjut usia, dan yang lainnya.

Bagi yang tidak bisa berpuasa full pada Ramadan lalu maka ada kewajiban untuk mengqada atau mengganti pada hari lain di luar Ramadan.

"Siapa yang memulai qada puasa Ramadan terlebih dahulu dari puasa Syawal, lalu ia menginginkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah qadanya sempurna, maka itu lebih baik.

Di antara cara melakukan puasa Syawal adalah:

1. Puasa dilakukan selama enam hari
2. Lebih utama dilakukan sehari setelah Idul Fitri, tapi jika tidak maka tak mengapa, asal masih didalam bulan Syawal maka tetap dihitung puasa Syawal.
3. Lebih baik dilakukan secara berurutan, namun jika tidak bisa tidak mengapa.
4. Usahakan menunaikan puasa qada terlebih dahulu agar mendapat ganjaran puasa setahun penuh. Karena puasa Syawal hukumnya sunah, sedangkan puasa qada hukumnya wajib. Maka alangkah lebih baik jika menunaikan yang wajib terlebih dahulu baru yang sunah, meski puasa qada bisa dilakukan pada bulan-bulan lain diluar Ramadan.

Keutamaan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) “Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil).

Boleh juga puasa Syawal pada hari Jum'at dan Sabtu, karena Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,"Ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum'at secara sendirian, kecuali diikuti puasa sebelum atau sesuadahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti puasa nadzar karena sembuh dari sakit, maka yang demikian tidak makruh".

Maka mumpung Syawal masih ada, yang punya hutang puasa yuk segera dibayarkan, dan jika masih ada kesempatan mari lanjutkan dengan puasa Syawal, wallahu a'lam.[]

*Member Akademi Menulis Kreatif

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Yuli Ummu Raihan*: Keutamaan Puasa Syawal Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com