Latest News
Thursday, July 11, 2019

Aniyah Ghaziyah*: Gizi Buruk, Stunting dan Gagalnya Pemerintah Atasi Ekonomi Masyarakat

Aniyah Ghaziyah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Sangat pilu terdengar oleh telinga kita melihat banyaknya korban gizi buruk dan stunting menimpa para balita di Sumbar (Sumatera Barat), semakin hari tidak pernah berkurang jumlahnya dan slalu kian bertambah.

Penuntasan kasus gizi buruk dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah berat bagi Sumbar. Pasalnya hingga kini, terdapat ribuan anak bergizi buruk dan bertubuh pendek tersebar di 19 kabupaten/kota.

Dinas Kesehatan Sumbar mencatat sesuai tiga kategori pengklasifikasian kasus tersebut. Masing-masing berdasarkan berat badan/umur, tinggi badan/umur dan berat badan/tinggi badan.

Dari data Dinas Kesehatan Sumbar, sepanjang 2018, terdapat 6.793 bayi usia di bawah dua tahun (baduta) bergizi buruk. Lalu, sebanyak 15.942 baduta bertubuh pendek (stunting). Serta 6.685 bayi berbadan sangat kurus.

Tidak saja baduta, kondisi memprihatinkan juga terjadi pada anak di bawah lima tahun (balita). Sedikitnya, 28.898 anak terdata kurang gizi. Sebanyak 59.641 balitastunting, dan 19.667 orang berbadan sangat kurus.

Jika ditotalkan, jumlah baduta dan balita mencapai 137.626 orang. Masing-masing, 35.691 orang kurang gizi. Lalu, 75.583 bayi mengidap stunting dan 26.352 bayi berbadan sangat kurus.(lihat https://jawapos.com)

Kasus ini tidak hanya terjadi di Sumbar, namun juga menyerang wilayah lainnya seperti di jawa timur, jawa barat, dll. Jumlah penderita gizi buruk dan stunting ini slalu bertambah setiap tahunnya. Belum ada solusi tuntas yg berikan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini. Bahkan pemerintah daerah setempat banyak berlepas tangan dan mengatakan ini adalah tanggung jawab dan pekerjaan rumah Dinas Kesehatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN).

Pertanyaannya kenapa ini bisa terjadi? Karna kebutuhan gizi mereka tidak terpenuhi secara sempurna, lalu apakah Indonesia adalah negri yang miskin? Tidak!! Indonesia adalah negri yang kaya akan sumber daya alamnya, orang menyebutnya tanah surga, negri yang mana bila kayu saja dilempar ke tanah bisa jadi tumbuhan, tidak hanya itu Indonesia juga negri yang kaya akan sumber daya laut, gas alam, minyak bumi, panas bumi, batu bara, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lalu kenapa anak-anak Indonesia mengalami Gizi buruk dan stunting? Itu karna telah gagalnya pemerintah dalam memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, kurangnya pemerataan ekonomi ditengah-tengah masyarakat, tingginya taraf hidup dan rendahnya pendapatan perkapita masyarakat serta banyaknya pengangguran di negri khatulistiwa ini, jangankan untuk memenuhi kehidupan sandang dan papan, untuk pangan saja sangat susah bahkan banyak dari masyarakat maritim ini yang kelaparan, dan mayoritas yang menjadi korban adalah anak-anak.

Bayangkan apabila kesehatan dan gizi anak-anak dinegri ini tak tertasi, bagaimana masa depan mereka? Sementara mereka lah harapan masa depan negri ini, sebagai penyambung estafet perjuangan. Miris memang permasalah negri surga ini, namun faktanya seperti anak ayam mati dilumbung padi, punya kekayaan tapi tidak bisa merasakan.

Didalam Islam kesehatan anak-anak sangat diperhatikan mulai dari kandungan sampai mereka dilahirkan dan dibesarkan. Karna tugas seorang khalifah/pemimpin adalah bangaimana menjamin hak-hak rakyatnya dan memberikan kehidupan yang sejahtera dengan meratanya pendistribusian sumber daya alam kepada seluruh warga negara, dengan menjadikan Islam sebagai system pengatur kehidupannya, terpenuhinya segala kebutuhan masyarakat mulai dari pangan, papan dan sandang, diberikan fasilitas yang terbaik untuk kemajuan masyarakat dan negaranya. 

Menolak lupa tentang bagaimana sejahteranya kehidupan masyarakat di masa pemerintahan Sultan Abdul Aziz, bahkan pada saat itu tidak ditemukan lagi satupun orang yang berhak menerima zakat. Setiap rumah menolak zakat yang diberikan oleh Negara. Ini membuktikan bahwasanya Islam mampu menyelesaikan seluruh permasalahan manusia, mulai dari bangun tidur sampai bangun Negara. Jikalau manusia itu sendiri mengambil Islam sebagai aturan kehidupannya. 

Sebagaimana Firman Allah, dalam Q.S An-Nur :55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.”

Maka sudah selayaknya kita kembali kepada aturan sang pencipta jagad raya ini, yang telah menciptakan manusia seperangkat dengan aturan yang sempurna, agar tidak ada lagi masalah ketimpangan, kesenjangan, yang membuat negri ini semakin hari larut dalam keterpurukkan, penindasan, kesengsaraan dan penderitaan.[]

*Penulis adalah Mahasiswi Imam Bonjol, Padang, Jurusan Manajemen Dakwah, BP 14

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Aniyah Ghaziyah*: Gizi Buruk, Stunting dan Gagalnya Pemerintah Atasi Ekonomi Masyarakat Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com