Latest News
Wednesday, July 10, 2019

Ermawati*: Di Balik proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Islam

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA - Salah satu misi Kementrian Agama yaitu peningkatan kualitas pendidikan Islam, sebab itu untuk menghadirkan pendidikan Islam yang bermutu dan kompetitif maka diperlukan berbagai upaya agar tercapai nya tujuan tersebut.  Namun saat ini Bank Dunia kucurkan pinjaman Rp 3.5 T untuk Madrasah RI, dalam rangka mendukung program peningkatan mutu Madrasah Dasar dan Menengah di Indonesia.  Bank Dunia mencatat ada sekitar 8 juta anak siswa sekolah dasar dan menengah di Indonesia mengenyam pendidikan di sekolag Agama di bawah Kemenag, sekolah-sekolah ini mengikuti kurikulum Nasional dan anak-anak dari keluarga termiskin di pedesaan.
Menurut Menteri Agama Lukman megungkapkan di indonesia memiliki 48 ribu madrasah negri dan swasta, menurut nya pengembangan madrasah tidak akan optimal jika hanya mengandalkan anggaran negara.  Pasalnya, keterbatasan dana mengakibatkan pengembangan Madrasah lebih terpusat pada pengembangan bagunan fisik, belum ke arah kualitas pendidikan.
Indonesia sangat bergantung pada utang luar negeri, kebiasaan berhutang yang di lakukan sejak orde baru, bahkan sampai saat ini Indonesia memiliki banyak hutang.  Tanpa disadari ada sesuatu dibalik negara yang memberikan hutang pada Indonesia, utang luar negeri yang ditawarkan bukan berarti membuat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga menciptakan kemakmuran tetapi kenyataan nya berbanding terbalik.
Hakekat utang luar negri sebagai alat masuk penjajahan terutama penjajahan di bidang pendidikan.  Seperti yang saya sampaikan tadi ‘Tidak ada makan siang gratis’.  Utang merupakan candu yang paling digandrungi para pemimpin indonesia, sudah lama mereka pertontonkan ketagihan hutang luar Negeri secara gila-gilaan, menghamburkan tanpa memikirkan akibatnya, dan rakyat pula yang harus menanggung beban.  Perlu disadari bahwa utang luar negeri merupakan alat penjajah untuk menjajah.

Minimnya tanggung jawab negara dalam memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan sebagai pilar peradaban.  Kondisi saat ini terlihat dari minimnya fasilitas pendidikan, ketidakjelasa arah kurikulum dan kurangnya jumlah pendidi yang berkompetensi, serta rusaknya perilaku keluaran pendidikan dan beragam problem lain di dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi gawat nya pendidikan di indonesia seiring makin intensifnya agenda sekularisasi pendidikan yang mengancam rusaknya identitas Islam pada mayoritas anak bangsa.

Perubahan modul pegajaran agama yang banyak menyesatkan siswa muslim dinegeri ini.

Sistem pendidikan sekuler yang diterapkan dinegri ini terbukti telah gagal melahirakn manusia shaleh, bertaqwa .  mustahil mewujudkan generasi berkepribadian Islam yang teguh berpegang pada agama jika kita membiarkan ini semua terjadi.  Sistem pendidikan yang dibutuhkan negri ini adalah sistem pendidikan yang mensyaratkan kemauan politik negara untuk memberlakukan Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan.

Bagaimana peran negara seharusnya dalam islam?
Sistem pendidikan yang dibagun berdasarkan ideologi sekularisme-kapitalisme atau sosialisme-komunisme maka berkeinginan mewujudkan masyarakat yang sekuler-kapitalis atau sosiali-komunis. Sebaliknya sistem pendidkan yang di bagun diatas ideologi islam maka mengangun masyarakat Islam pula, yang tentunya berbeda dengan sistem ideologi dua tadi itu.

Pembentukan kepribadian Islam pada siswa harus dilakukan pada semua jenjang pendidikan. Diantara nya dengan menyampaikan pemikiran Islam pada para siswa, pada tingkat TK-SD materi kepribadian Islam yang diberikan adalah materi dasar karena mereka berada pada jenjang usia menuju balig. Lebih banyak diberikan materi yang bersifat pengenalan keimanan. Barulah setelah balig, yaitu SMP,SMU dan PT materi bersifat lanjutan  (pembentukan, peningkatan dan pematangan) . ini dimaksud memelihara keimanan dan keterikatan pada hukum syara.

Negara merupakan penyelenggara , dalam Islam negaralah yang berkewajiban mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan, bukan hanya yang berkaitan dengan kurikulum, metode pengajaran dll.

Rasulullah bersabda :
Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan is akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya. (HR al-Bukhari dan Muslim)
Kemudian negara juga menjamin pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas yang disediakan negara.


*Ibu Rumah Tangga, tonight Di Probolinggo
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Ermawati*: Di Balik proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com